Hati-hati Istidraj: Jarang Ibadah, Tapi Harta Melimpah

gomuslim.co.id – Sahabat, di antara banyaknya Manusia mendapatkan kenikmatan dan kesenangan Dunia dari apa yang telah Allah berikan, akan tetapi di antara mereka tidak pernah melakukan ibadah dan bahkan jauh dari segala musibah yang menimpanya, sesungguhnya Allah telah menyiapkan mereka dari siksa api Neraka.

Sederhananya adalah, jika mendapati seseorang yang semakin buruk kualitas ibadahnya, semakin tidak ikhlas, berkurang kuantitasnya, sementara maksiat semakin banyak, baik maksiat kepada Allah dan manusia, kemudian rezeki baginya Allah berikan dengan berlimpah ruah, kesenangan hidup begitu mudah didapatkan, tidak pernah sakit dan celaka, panjang umur, bahkan Allah berikan keluarbiasaan pada kekuatan tubuhnya. Maka, hati-hatilah bisa jadi ini adalah istidraj baginya, bukan karamah, secara berangsur Allah menariknya dalam kebinasaan.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al An’am ayat 44, “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

Selain itu, dalam Surat Ali ‘Imran ayat 178 juga dijelaskan, “Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.”

Dalam surat Al Mu’minun: 55-56 Allah Ta’ala juga menyampaikan, “Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka. Jelas tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” 

Sahabat, kebanyakan Manusia karena kebodohan dan buruknya prasangka, tidak mengetahui bahwa hal itu merupakan Istidraj dari Allah dan ujian bagi mereka  yaitu merupakan suatu rasa bersyukur atas nikmat yang telah diterimanya.

Contohnya adalah seorang pemuda yang bekerja di salah satu perusahan swasta di Jakarta. Berawal dari karyawan marketing kemudian dengan kehebatannya dalam bekerja, karyawan  tersebut naik jabatan sebagai Supervisor lalu membuat strategi pemasaran yang sangat baik dan dapat meningkatkan anggaran perusahaan, yang membuat dirinya kembali naik jabatan menjadi Manager Marketing pada tahun 2015 lalu.

Semua yang ingin dimilikinya, dengan mudah didapatkan. Dunia gemerlap malampun selalu ia nikmati di setiap minggunya. Akan tetapi dari semua nikmatnya tersebut, tidak sedikitpun ada rasa bersyukur pada dirinya atas nikmat yang Allah telah berikan. Bahkan Shalatpun tidak pernah ia lakukan. Ia menganggap bahwa apa yang telah Allah berikan kepadanya tanpa ibadah saja sudah cukup, bahkan anggapannya itu menjurus kepada keangkuhan dirinya.

“Tidak Shalat saja sudah bisa mendapatkan apapun, bagaimana kalau saya Shalat, waah semakin banyak yang saya dapatkan nanti. Ini saja sudah banyak banget. Jadi tidak perlulah ditambah,” kata narasumber tersebut yang tidak ingin disebut namanya.

Kisah diatas mencerminkan ciri-ciri Istidraj, dimana dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an menyatakan bahwa Azhab Akhirat sedang dipersiapkan untuknya. Berikut ini adalah enam ciri Istidraj dalam Islam:

1. Kenikmatan Duniawi Melimpah Ruah Padahal Keimanan Terus Menurun

Ketika Allah senantiasa memberikan kenikmatan-kenikmatan duniawi pada seseorang sedangkan keimanannya terus turun itu adalah salah satu ciri dari istidraj. Allah yang maha bermurah hati memberikan kenikmatan duniawi namun dibalik itu, kenikmatan tersebut justru adalah ujian yang sungguh berat pertanggung jawabannya di akhirat nanti.

Mengenai kewajiban manusia dalam menjaga keimanannya, Allah berfirman dalam surat QS Ali Imran ayat 84 yang berbunyi:

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya´qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri”. 

2. Rejeki Terus Lancar Dan Meningkat Padahal Ibadahnya Selalu Diabaikan

Tidak semua orang terlahir dalam keadaan yang serba berkecukupan. Sebagian orang harus berusaha keras untuk mendapatkan penghasilan dan mendekatkan diri kepada Allah agar Allah membantu melancarkan pintu rejekinya. Namun ketika seseorang yang selalu meninggalkan ibadahnya secara sengaja namun rejekinya terus mengalir lancar maka hal tersebut termasuk ke dalam ciri-ciri dari istidraj.

Dimana kelancaran rejeki yang didapat tentunya disertai dengan tanggung jawab yang besar semakin banyak rejeki yang didapat, semakin kita mengabaikan ibadah dan perintah Allah maka akan semakin berat juga dosa yang kita tanggung.

3. Hidup Sukses Dan Sejahtera Padahal Selalu Bermaksiat

Istidraj sangat jelas dalam perkara ini karena perbuatan maksiat pangkalnya adalah kehancuran dan penderitaan. Namun ketika maksiat terus dilakukan sedangkan kehidupan di dunianya semakin sukses dan sejahtera maka hal tersebut adalah kemurahan hati yang Allah berikan dalam bentuk istidraj.

Ali Bin Abi Thalib r.a. berkata : “Hai anak Adam ingat dan waspadalah bila kau lihat Tuhanmu terus menerus melimpahkan nikmat atas dirimu sementara engkau terus-menerus melakukan maksiat kepadaNya”.

4. Hartanya Semakin Melimpah Ruah Padahal Kikir Dan Boros

kebanyakan orang malah merasa bahwa harta yang ia dapatkan adalah miliknya seorang saja sehingga ia merasa terlalu sayang jika hartanya harus dibagi dengan orang lain walaupun dalam bentuk sedekah atau zakat sekalipun. Maka jika Allah masih bermurah hati menjaga harta untuknya, itu adalah salah satu ciri ujian dalam bentuk istidraj.

Allah subhana hua ta’ala berfirman dalam surat al-Humazah ayat 1-3 yang berbunyi:

(1)Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela; (2) yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung; (3) dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya. 

5. Jarang Terkena Musibah Sakit

Sakit adalah hal yang lumrah terjadi pada manusia karena kesehatan dan cuaca terkadang mengalami perubahan yang cukup fluktuatif terlebih dengan aktifitas harian manusia yang padat. Tentu ada masanya system imun menurun dan menyebabkan sakit. Namun untuk orang-orang yang sedang mendapatkan ujian istidraj biasanya jarang jatuh sakit karena hikmah dari sakit salah satunya adalah meringankan kita dari dosa-dosa yang kita lakukan.

6. Sombong Dan Tinggi Hati Dengan Harta Yang Bergelimang

Harta yang bergelimang sangat berpotensi membuat kita menjadi tinggi hati dan sombong, merasa lebih hebat serta lebih mampu bahkan bisa sampai menganggap orang lain remeh karena tidak memiliki harta yang sebanding dengan apa yang kita miliki.

Sahabat, sadarlah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang Manusia kerjakan. Raihlah Ridho Allah dalam setiap kegiatan. Lakukan Ibadah sesuai dengan yang Allah anjurkan, serta raihlah nikmat Dunia dan Nikmat Akhirat dari apa yang Allah telah Berikan. Jauhkan diri dari Istidraj. Wallahu Alam Bissawab. (hmz/gomuslim)


Back to Top