Hikmah di Balik Mudik Lebaran

gomuslim.co.id – Musim mudik lebaran adalah sebuah tradisi di Indonesia, dimana menjadi moment silaturahmi terbesar dan serentak dilakukan diberbagai penjuru. Moment dimana rindu kampung halaman menjadi sebuah agenda penting yang membuat masyarakat ingin pulang dan kembali ketempat tinggal asal. Ada sebuah hikmah yang bisa di petik dari mudik.

Sahabat, istilah mudik mulanya dikenal sebagai sebuah kebiasaan kaum pendatang di Ibukota Jakarta yang melakukan perjalanan pulang kampung asalnya saat menjelang hari raya Iedul Fitri. Kebiasaan ini kemudian terbawa dan terjadi terus hingga saat ini.

Setelah menelusuri istilah ‘Mudik’ dalam berbagai kamus bahasa asing, tidak di temukan definisi dalam penggalan kata khusus. Artinya, mudik memang benar-benar istilah local yang di publikasikan atas kebiasaan yang terjadi.

Sahabat gomuslim, tradisi mudik ini biasanya hanya terjadi pada kaum urbanis yang melakukan perpindahan sementara maupun permanen dari desa ke kota dengan berbagai alas an. Biasanya, alasan paling mendasar adalah mencari pekerjaan untuk pemenuuhan kebutuhan hidup.

Hal tersebut dirasakan oleh Sudibyo, laki-laki 29 tahun asal Purwokerto ini mengaku mengikuti urbanisasi pada tahun 2012 lalu. Katanya, ia hijrah dari Purwokerto ke Tambun Selatan, Bekasi, terkait pekerjaan di area industry MM 2100.

Sudibyo warga Tambun Selatan Bekasi yang Mudik ke Purwokerto Bersama Program Mudik Gratis Kementerian Perhubungan di Bekasi

Sudibyo menyatakan, mudik pada moment jelang lebarang itu, memang ia lakukan disetiap tahunnya karena memang orang tua dan sanak saudaranya berada di Purwokerto, kampung halamannya.

Sudibyo bercerita, banyak hikmah yang ia dapatkan dalam bermudik. Selain bisa bersilaturahmi dengan orang tua dan sanak keluarga. Dalam bermudik, ia juga mendapatkan banyak saudara baru dalam perjalanannya.

“Alhamdulillah banyak berkahnya saat bermudik. Pertama temu dan lepas kangen ke orang tua, kedua jalin silaturahmi dengan sanak saudara di kampung, ketiga dalam perjalanan mudik ini juga, banyak ketemu orang baru yang tinggal di Bekasi juga dan tujuan kampungnya sama. Tambah saudara lagi. Alhamdulillah,” cerita Sudibyo kepada gomuslim.co.id.

Di moment lebaran ini, Sudibyo juga melepas lelahnya. Selama setahun lamanya iya bekerja, dikampung halaman Sudibyo banyak melakukan kegiatan seperti rekreasi.

“Di kampung banyak releksasinya. Selain menikmati keindahan pegunungan dan sawah. Alhamdulillah saya bisa berbagi kebahagian dengan keluarga dengan mengajak mereka rekreasi,” katanya.

Sahabat, ada cerita lain milik Sudibyo yang berkesan. Tujuh tahun sudah sudibyo berada di Bekasi. Pada usianya ke-25 tahun, Sudibyo menikahi pujaan hatinya. Saat usianya 22 tahun pertama kali ia menginjakan kaki di Bekasi, setiap tahunnya ia mudik seorang diri. Tapi kini, empat tahun sudah, ia membawa istri dan anaknya kekampung halaman. Banyak ceritanya di Bekasi ya sahabat !!

Sahabat, dalam bermudik, mode transportasi apapun telah Sudibyo rasakan, baik dari bus, kereta, bahkan hingga motor. Saat dirinya masih single, ia mengaku menggunakan mode transportasi motor bersama teman temannya yang setujuan, akan tetapi kini, sejak memiliki keluarga, ia ajak istri dan anaknya pulang kampung dengan menggunakan kereta dan bus.

“Waktu pertama di Bekasi, selama 3 musim mudik pake motor. Terus menikah, saya naik bus dan kereta berbayar. Tapi Alhamdulillah dengan program Pemerintah di Mudik Gratis, dua tahun ini menggunakan bus mudik gratis pemerintah. Dan dua tahun mudik Gratis ini, sangat banyak saya berkenalan dengan warga Bekasi yang asal kampungnya dari Purwokerto. Akhirnya kita bertukar nomer, dan kini setiap mudik, kita janjian dan meminta di satu bus yang sama. Sudah dua tahun ini kita seperti keluarga,” terang Sudibyo.

Dari musim mudik terutama dalam program mudik gratis dari Pemerintah, jalinan silaturahim dirinya dengan pemudik lain terjalin. Tidak hanya janjian saat bermudik saja, tapi katanya, ada komunikasi lain hingga bertemu kangen saat di Bekasi, yang ia dapatkan dari Hikmaah Mudik lebaran.

Sahabat gomuslim, banyak hikmah yang kita dapatkan dari mudik lebaran kekampung halaman. Selain temu kangen dengan sanak saudara, juga sebagai bakti kita kepada orang tua, karena memang sesungguhnya yang dibutuhkan oleh orang tua adalah bersama di hari lebaran, juga menambah jalinan persaudaraan yang terjalin di jalur dan Musim Mudik. Semoga mudik lebaran sahabat membawa kebahagiaan. Dan perjalanan sahabat selalu dilindungi oleh Allah SWT. Aamiin yaa Robbal’alamiin.

Wallahualam Bissawab

(hmz/gomuslim/islam/tradisilebaran/mudiklebaran)


Back to Top