Demi Pelayanan Publik, Begini Cerita Hikmah Profesi yang Pantang Libur Lebaran

gomuslim.co.id – Hari raya Idul Fitri merupakan momen hari raya terbesar bagi umat muslim di dunia sebagai hari berkumpul keluarga merayakan lebaran yang menjadi dambaan  bagi sebagian besar masyaraat Indonesia setelah sekian lama bekerja dan merantau. Karena itu, Iedul fitri menjadi hari libur nasional terpanjang dalam satu musim.

Namun, tahukan sahabat gomuslim? jika momen setahun sekali ini tidak dapat dinikmati semua orang dengan menjunjung tinggi sumpah profesinya. Bahkan, mereka rela tidak mudik dan tetap bekerja di hari lebaran.

Ananda Firdaus salah satunya, laki-laki asal Kota Bandung ini berprofesi sebagai wartawan ayobekasi.net yang bertugas di Kota Bekasi. Ia mengatakan momen lebaran pada tahun ini, dirinya tidak mendapatkan libur lebaran dan harus bertugas memberikan informasi kepada masyarakat terkait arus mudik hingga arus balik lebaran dan informasi terupdate lainnya yang dibutuhkan oleh warga Kota Bekasi.

“Apa yang saya kerjakan setiap hari memang tak bisa ditinggalkan. Bayangkan jika seluruh pekerja media libur. Tak akan ada siaran di televisi atau berita di internet. Tak ada yang mengabarkan hal-hal penting yang mungkin terjadi saat lebaran. Maka itu, saya ikhlas menjalankannya, selain sebagai mencari Ridha Allah, ini merupakan komitmen saya dalam bertugas,” ungkap Nanda sapaan akrab Ananda Firdaus kepada gomuslim.

Berbeda dengan Nanda yang berprofesi sebagai jurnalis. Deriska Hartias adalah warga Kota Bekasi yang berprofesi sebagai dokter umum di salah satu Rumah Sakit swasta di Kota Bandung, juga tidak mendapatkan momen berkumpul keluarga dalam libur lebaran 2019 ini. Ia mengatakan, sumpah doker yang telah di ucapkannya, adalah bentuk pengabdian dirinya untuk terus melayani masyarakat yang membutuhkan pengobatan di momen lebaran.

“Saya sudah ucapkan sumpah dokter. Dalam sumpah tersebut ada kalimat pengabdian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Insya Allah saya berpegang tegus atas sumpah tersebut, dan saya siap memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang membutuhkan. Apa lagi Kota Bandung salah satu jalur para pemudik, banyak resiko resiko yang ada seperti kecelakaan. Nah disitulah pengabdian saya harus berikan kepada masyarakat,” jelas Deriska.

Dokter Deriska ataupun Ananda Firdaus mengungkapkan silaturahmi kepada sanak keluarga tetap dapat mereka lakukan walau bukan di momen lebaran. Mereka mengaku, keluarganya dapat memahami atas profesi yang merka telah geluti.

“Insya Allah mereka memahami profesi ini,” ungkapnya bersamaan di tempat yang berbeda saat di wawancara.

Sahabat, berikut adalah profesi yang tidak kenal Libur Lebaran:

Dokter dan Tim Medis,

Profesi ini harus siap siaga kapanpun. Bahkan, banyak dokter yang harus bertugas di pos pengamanan di jalur mudik untuk memantau dan memastikan kesehatan para pemudik. Dalam profesi ini, para dokter telah melakukan sumpah profesi untuk mengutamakan kepentingan pasien dibadingkan dengan kepentingan Individu.

Polisi dan TNI

Polisi dan tentara tetap bekerja mengatur para pemudik di sejumlah titik arus mudik baik darat, laut maupun udara, agar pemudik dapat berjalan lancar serta aman. Profesi ini memang dikenal yang pertama tidak mengenal Mudik atau momen lebaran lainnya.

Tentara dan Polisi memang telah bersumpah profesi untuk lebih mementingkan kepentingan Negara dan masyarakat dibandingkan kepentingan pribadi.

Pada musim lebaran, biasanya polisi dan TNI memiliki tugas terkait pengamanan mudik lebaran. Mereka rela meninggalkan keluarganya demi pengabdiannya terhadap bangsa dan Negara.

Wartawan

Profesi ini juga tidak mengenal libur saat lebaran, karena profesi ini berkaitan dengan informasi akurat dan terkini yang akan disajikan untuk masyarakat, salah satunya terkait pada informasi jalur mudik.

Wartawan juga memiliki waktu kerja yang sangat ketat. Saat musim mudik, para pemburu berita bekerja lebih ekstra. Hal ini disebabkan karena saat musim lebaram, informasi tentang kepadatan kendaraan, kemacetan, sampai jalur alternatif, sangat dibutuhkan oleh para pemudik. Melalui media massa, biasanya para pemudik mencari informasi tersebut.

Petugas SPBU

Profesi yang satu ini, harus tetap melayani masyarakat saat lebaran, sebab, baik pemudik ataupun yang tidak mudik, pasti akan membutuhkan bahan bakar untuk kendaraan masyarakat yang digunakan.

Bahkan, saat momen lebaran, kebutuhan bahan bakar kendaraan meningkat tajam. Jika dilihat beberapa titik wilayah SPBU, terdapat antrian yang panjang, hal tersebut menjadikan para petugas SPBU mendapat pekerjaan yang lebih sibuk.

Supir Bus, Masinis, Pilot, Pelaut

Para pengemudi angkutan massal yang bertugas, tidak bisa menikmati libur lebaran karena profesi ini harus mengantarkan para pemudik dengan selamat hingga kekampung halamannya. Profesi ini terbilang mulia, rela tidak libur dan tidak bertemu sanak keluarganya demi mengantarkan masyarakat yang ingin berlibur dan ingin bertemu dengan sanak keluarganya.

Sahabat, demikian hikmah dari profesi yang tidak mendapatkan libur lebaran demi memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang mendapatkan libur lebaran. Tujuannya adalah agar momen lebaran dapat berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Wallahualam Bisshawab. (hmz/gomuslim/foto:ils/antara)


Back to Top