Karena Jauh dari Allah, Aku Mengidap HIV Positif

gomuslim.co.id – Sahabat gomuslim, apa yang kamu ketahui tentang HIV?  HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Adanya virus ini karena bahayanya pergaulan bebas seperti peggunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik secara bergantian dan melakukan seks bebas.

Seperti kisah Lilo, laki-laki kelahiran 1982 ini adalah pengidap HIV atas kenakalan remaja yang pernah dilakukannya. Lilo adalah anak yang terbilang broken home, kurang perhatian keluarga adalah salah satu yang membuatnya berada di pergaulan yang salah.

Sejak duduk di sekolah dasar, Lilo sudah menjadi perokok aktif. Teman-teman sepergaulannya yang mengajak dirinya untuk mencoba merokok. Dari keinginan mencoba itulah, menjadi dirinya memiliiki rasa candu dan ingin terus menerus merokok.

“Saya tidak mengetahui rasa sayang kala itu. Saya tidak mendapatkan perhatian keluarga. Pergaulan yang salahpun, keluarga tidak tahu, bahkan diri saya sendiripun tidak tahu mana pergaulan yang salah mana pergaulan yang mengajak kebenaran,” cerita Lilo kepada gomuslim.

Sahabat, rasa keingintahuan yang bersamaan dengan pergaulan yang salah, dapat membuat seseorang terjerat kepada pergaulan bebas. Setelah Lilo mencoba rokok sejak duduk di sekolah dasar, kemudian Lilo kembali terjerat pergaulan bebas saat duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tingkatannya di atas rokok yaitu dimana Lilo saat itu mengenal apa yang namanya narkoba berjenis ganja.

Kepemilikian ganja ini berkelas kriminal sahabat, dimana sahabat dapat terjerat hukum dengan memiliki barang haram tesebut.

Pergaulan Lilo sejak SMP sangat diluar batas. Obat-obatan terlarang ia rasakan sejak duduk di SMP berjenis Ganja. Semua itu ia dapatkan dari teman-temannya. Pergaulan bebas Lilo tidak terbilang usia, Lilo bergaul dengan orang yang lebih tua darinya sehingga Lilo data mengenalnya dengan obat-obatan terlarang itu.

Itulah bahayanya pergaulan bebas sahabat. Di awali dengan coba-coba hingga akhirnya menikmati dan membutuhkannya. Naudzubillah.

Pergaulan Lilo tidak hanya sampai di situ sahabat. Masuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Lilo kembali menerima obat-obatan terlarang jenis lain seperti, Putau, Heroin ataupun Sabu. Saat duduk SMA, ia dapatkan barang terlarang itu langsung kepada Bandar dan Pengedarnya. Jangkauan pergaulan Lilo semakin meluas, bahkan sejak SMA itulah Lilo mengenal Jarum Suntik berisikan narkoba.

Dari bahan terlarang itu, Lilo hampir mati, karena barang terlarang itu membuat ia harus terus menggunakannya, jika tidak digunakan Lilo katakan, badannya terasa sakit. Menghalalkan segala cara ia lakukan untuk mendapatkan kembali barang haram itu. Dari merampas hak orang lain ia pernah lakukan.

“Obat itu buat badan berasa sakit seperti dipukulin satu kampung rasanya kalau tidak digunakan. Frustasi, drepesi, saya rasakan saat tidak menggunakan barang haram itu. Kalau saya tidak punya uang, segala cara saya lakukan termasuk merampas milik orang lain, double dosa yang saya perbuat. Ya Allah Ampuni saya,” kata Lilo dengan penyesalan.

Setelah Lulus SMA, selain menjadi seorang pengguna, Lilo juga menjadi salah satu Bandar Narkoba di Bekasi, jaringannyapun terbilang kelas kakap. Polres Metro Bekasi Kota menjadi saksi dirinya pernah menekam didalam penjara. Tujuh tahun Lilo di vonis kurungan penjara. Didalam penjara, Lilo dilatih bagaimana untuk menghilangkan rasa candu didalam tubuhnya. Lilo menjadi orang yang baik di dalam penjara, hingga akhirnya Lilo mendapatkan remisi kurungan, dan akhirnya Lilo bebas setelah menekam hampi lima tahun lamanya.

Setelah keluar dari penjara, Lilo terus berusaha menjadi orang baik, akan tetapi rasa candunya tidak seluruhnya hilang, sugesti dalam akalnya yang ingin kembali menikmati obat terlarang terus menghantuinya.

“Keluar penjara, Saya terus berusaha merubah diri. Tapi jaringan-jaringan itu tidak pernah berhenti mengajak saya. Mereka tahu saya sudah keluar dari penjara, saya dihubungi kembali, di ajak lagi berkumpul dan di ajak lagi menikmati barang haram itu, saat itu saya tidak bisa menolak karena masih ada rasa candu dalam tubuh ini untuk menikmati lagi, hingga akhirnya saya kembali terjun ke lembah hitam itu,” katanya.

Sahabat, Lilo katakan, bahayanya salah dalam pergaulan dapat membuat kamu akan terus berada di areanya dan terus di temui untuk kembali lagi ikut dan menikmati barang haram tersebut. Naudzubillah.

Seluruh kesalahan dari obat-obatan terlarang yang pernah ia nikmati, membuat tubuhnya semakin tergerus oleh segala macam penyakit. Hingga pada 2009, Lilo menerima kabar bahwa dirinya mengidap HIV dan Aids stadium 3. Ada Tibi di dalam tubuhnya.

Di masa itu Lilo juga mengalami lumpuh, di tahun itulah Lilo mulai depresi kuat selain karena sakit-sakit dalam tubuhnya imbas dari zat kimia narkoba, juga pada tahun itulah dokter pernah menyatakan dirinya hidup selama tiga bulan saja. Kematian terus menghantuinya, hingga pada saat itu juga, Lilo membuat wasiat kepada keluarganya dan permohonan maaf.

Dua tahun Lilo lumpuh dan melewati masa kritis yang dialaminya. Hingga akhirnya Lilo kembali sehat, candu memang belum hilang dalam tubuhnya, tapi Lilo merasa hidupnya mulai terarah, jelang beberapa lama, teman-temannya dalam jaringan Narkoba itu terus mengajak Lilo untuk kembali menggunakan narkoba

“Dan benar, saya kembali ke narkoba. Saya sudah tahu saya mengidap HIV, saat di ajak untuk kembali menggunakan, saya pasrah, dan saya berfikir mengakhiri hidup saya dengan menggunakan Jarum suntik itu lagi,” terangnya.

Hidup Lilo memang sulit di tebak sahabat, karena apa? Semua karena bahaya dari efek Narkoba.

Dalam ceritanya, Lilo mengatakan selain menikmati narkoba kembali, Lilo juga menjadi pengedar Narkoba lagi. Kali ini tidak lama, pada tahun itu juga (2011), Lilo kembali di tangkap Polres Metro Bekasi Kota, Lilo kembali di Vonis 7 tahun penjara. Pada tahun itu juga, Polres membuang dirinya ke penjara Benceu di Bandung.

Kata Lilo, hidup dipenjara itu sangat tidak enak sahabat, senioritas, pemukulan, chaos, bahkan tidur bersama 20 orang dalam penjara dengan luas ruangan yang hanya 2X3 meter, pasti dirasakan.

“Penjara itu sangat tidak enak kawan,” katanya Lilo untuk edukasi kepada para Millenial.

Hiruk pikuk hidup Lilo diwarnai dengan lembah narkoba yang hingga memvonis dirinya sebagai pengidap HIV. Penjara kedua adalah tempat ia berhijrah. Efek negative dari dalam tubuhnya bekas pengguna narkobalah yang mengharuskan ia berfikir keras bagaimana tidak lagi kembali dan terjerat kepada bahaya Narkoba.

Dengan HIV yang telah mengendap dalam tubuhnya itulah mebuat ia terus berfikir akan dekatnya ia kepada kematian. Pada tahun 2012, saat masih menjadi tahanan Benceu Bandung, ia mulai menata dirinya dengan Beribadah.

“Yang saya fikirkan adalah saat itu adalah bagaimana saya takut. Allah-lah yang harus saya takuti, Akhiratlah yang harus saya takuti, Neraka jahannamlah yang harus saya takuti. Dan disitulah saya berusaha belajar agama,” kata Lilo.

Efek tubuhnya tidak menggunakan narkoba dan merasa sakit seperti dipukul, adalah menjadi konsekuensi yang harus diterimanya, akan tetapi dengan tekat bulat dirinya harus berubah dan Allah mengampuni dosanya, Lilo terus belajar Agama dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Dengan berbuat baik dalam penjara, Allah menunjukan rasa sayangnya kepada Lilo. Lilo kembali diberikan Remisi, 2014 Lilo bebas. Sujud syukur ia ucapkan, keluarga menjadi sandaran akhir dan support yang ia butuhkan.

Dengan niat dan tekat yang kuat, Lilo buktikan untuk tidak lagi kembali kepada jaringannya. Saat Kawan dari jaringannya kembali mengetahui bahwa Lilo telah keluar dari penjara, Lilo kembali di ajak, tapi kali ini, tekat Lilo sangat kuat, banyak alas an Lilo berikan agar tidak lagi dapat menemui jaringannya.

“Kalau di telepon, saya selalu memberikan alasan. Saya selalu membuang dan membalikkan badan saat bertemu berpapasan dengan mereka sepertinya mereka mulai paham bahwa saya sudah tidak ingin lagi kembali,” katanya.

Singkat cerita, Lilo menjadi laki-laki yang memiliki pendirian dan lebih agamis. Shalat lima waktu hingga puasa Ramadhan ia lakukan. Untuk mengisi waktu, Ia melakukan kegiatan positif dengan menjadi pembicara kepada kalangan millennial tentang bahaya narkoba, bahaya pergaulan bebas, dan pentinganya kasih saying di keluarga.

Sahabat, 2015 Lilo menemukan pujaan hatinya yang dapat menerima dirinya apa adanya dengan begitu banyak kekuranganmnya termasuk status HIV yang telah mengendap didalam tubuhnya.

“Alhamdulillah 2015 saya menikah dengan teman saya sendiri, dia tahu status saya, dan dia menerima apa adanya. Dia support saya terus. Dia Negatif HIV hingga saat ini. Alhamdulillah,” terang Lilo.

Sahabat pasti bingung kenapa istri Lilo tidak tertular HIV?

Sahabat perlu ketahui, Pemerintah telah menyiapkan obat yang menahan virus HIV di dalam tubuh si pengidap, untuk tidak menyebar. HIV memang tidak dapat sembuh tapi dapat ditahan dengan obat itu yang di konsumsi secara rutin oleh pengidap. Dan Kini para pengidap HIV mendapatkan obat tersebut dengan gratis dari Pemerintah.

Inilah adalah kisah Lilo yang dapat dijadikan pelajaran tentang bahayanya Narkoba. Lilo mengimbau kepada semua Millenial agar lebih berhati-hati dalam bergaul. Hindari keingin merokok, hindari segala sesuatu keinginan tentang ingin mencoba narkoba, miras. Bahayanya adalah, kurungan penjara hingga kematian dengan sakit yang begitu teramat sakit.

Kini Lilo menjadi pembicara untuk para kalangan Millenial tentang pentingnya belajar agama, pentingnya Shalat sebagai tiang kehidupan, pentingnya Berbakti kepada orang tua, pentingnya Takut kepada Sang Pencipta Allah SWT.

Lilo berpesan untuk jadikanlah Allah sebagai sesuatu yang Sangat di takuti. Lakukan perintahnya dan jauhi larangannya. Sesungguhnya Allah lagi Maha Penolong kepada orang yang membutuhkan pertolongan.

“Buktinya, Allah menolong saya saat ini. Pertama, Saya diberikan hidup seperti biasa, saya diberikan jodoh yang baik hati dan mau menerima saya apa adanya, kedua saya tidak menularkan HIV ini kepada istri saya, Bahkan saya merencanakan untuk memiliki anak. Ketiga, keluarga jauh lebih peduli dengan saya dan insya Allah saya kana peduli dengan seluruh masyarakat. Insya Allah saya akan terus mengedukasi kepada masyarakat millennial akan bahaya dari pergaulan bebas,” tutup Lilo. (hmz/gomuslim)

 

Wallahualam Bissawab. 

Note: Kisah, Foto yang tertuang dalam artikel ini atas izin dari narasumber.


Back to Top