Kedai Bang Jay, Kuliner Nuansa Islami Jadi Jalan Hijrah Denny

gomuslim.co.id –  Upaya mempopulerkan kuliner halal sebagai salah satu gaya hidup (life style) terus dilakukan, bahkan tren halal sudah hampir menjadi suatu kebutuhan di kalangan masyarakat Muslim di Indonesia.Tempat makan yang juga sekaligus tempat bersantai nuansa Islami juga menjadi incaran para pelancong kuliner halal.

Kedai Bang Jay misalnya, yang memberikan cara unik metode Syariah dari setiap pelayanan yang di berikan. Contohnya, pengunjung diberikan Doa berupa salam saat memasuki area kedai, yang kemudian saat pengunjung duduk, juga disajikan dengan alunan Murotal Qur’an yang terdengar sangat merdu.

Selain itu, interior yang berada didalam kedai, juga mengingatkan para pengungjung untuk melakukan setiap aktifitas di dalam kedai sesuai sunnah Rasulullah SAW. Misalnya, membaca Basmallah sebelum makan dan Hamdallah sesudah makan. Lalu pengungjung diingatkan untuk mencuci tangan saat ingin menyantap hidangan yang diberikan, serta diingatkan untuk tidak meniup makanan yang panas, makan dengan duduk, dan makan menggunakan tangan  kanan.

Penyampaian dan pengingat Tata cara makan Rasulullah tersebut, diterapkan Kedai Bang Jay dalam berupa tulisan yang berada di tembok maupun di meja makan para pengunjung. Ayat dalam Qur’an dan Hadist Shahih juga tertuang dalam penyampaian itu.

Denny Januariuni Rambitan, laki-laki kelahiran 1982 ini merupakan pengusaha muda pemilik Kedai Bang Jay yang mengkonsepkan usaha Kulinernya dengan nuansa Islami. Nama “Kedai Bang Jay” di ambil dari nama Almarhum Ayahanda tercintanya Zaini Saiyan Rambitan.

Berawal Denny adalah seorang pekerja dengan jabatan yang cukup tinggi di salah satu tempat Ngopi terkemuka di Indonesia yang melihat dan membuat jadwal karyawannya untuk tidak melakukan shalat (terutama shalat jumat) karena harus menjaga tempat kopi dimana dirinya bekerja saat itu.

Saat melakukan pekerjaan tersebut, Denny merasakan adanya Dosa terbesar dalam dirinya saat ia menjadwalkan karyawannya untuk tidak melakukan Shalat. Kegundahannyapun membuat ia harus bercerita dengan keluarganya.

“Saya Manusia, karena tuntutan pekerjaan, saya meminta Manusia lain yang menjadi staff saya untuk tidak melakukan shalat karena harus menjaga kedai kopi milik orang lain. Bagaimana pertanggungjawaban saya kepada Allah? Sangat berdosa saya. Takut saya akan siksa Api Neraka,” cerita Denny kepada gomuslim.

“Kegundahan ini membuat saya harus bercerita kepada keluarga besar saya terutama kepada Ayah saya saat masih hidup. Dan Ayah saya meminta saya untuk keluar dari pekerjaan itu, karena Ayah saya melihat banyak Mudharat didalamnya. Dan di saat itulah, Ayah saya meminta saya untuk berbisnis,” sambungnya.

Dari permintaan Ayahnya yang inginkan Denny berbisnis. Terbesit dalam fikiran seluruh keluarga untuk berbisnis kuliner. Kata Denny, memasak sudah menjadi bagian dari Hobby keluarga besarnya.

“Saya suka memasak, Ibu saya juga pandai memasak. Setiap masakannya-pun enak. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menggeluti usaha kuliner,” kata Denny.

Tidak beberapa lama, saat pembangunan bisnis Kuliner ia geluti, Ayahanda tercintanya dahulu menghadap sang Illahi. Dan nama “Kedai Bang Jay” digunakan dari nama Ayahanda tercintanya yang juga sebagai nama Inspiratif untuk dirinya dalam Bisnis Kulinernya.

“Sebelum meninggal, Ayah saya minta bangun bisnis yang tidak menyusahkan Umat. Ayah saya minta saat bangun bisnis kuliner, agar memberikan kelonggaran beribadah untuk seluruh karyawan. Dan tidak getol mencari keuntungan tapi Ayah saya minta bisnisnya dapat dijadikan sebagai lading Dakwah. Tak jelang berapa lama, Ayah yang saya cintai lebih dulu menghadap Allah,” kisah Denny.

Saat itu, setelah pembangunan selesai. Denny memutuskan mendirikan kuliner metode Syariah. Dalam perjalanan bisnis kulinernya, ia menerapkan setengah tutup saat masuk waktu shalat.

“Tutup keseluruhan sih tidak, tapi saat masuk waktu shalat, kita sampaikan melalui Benner yang kita buat bahwa kita akan melakukan shalat. Jika masih ada costumer didalam, kita sampaikan bahwa kita akan shalat jika ingin memesan minum, maka kita layani dulu untuk pemesanan minum. Kemudian kita arahkan costumer untuk shalat di Musholah yang sudah kita siapkan,” ujarnya.

Ia mengaku tidak takut akan kerugian dalam bisnisnya. Walau saat ia dan ke Sembilan karyawannya melakukan shalat kemudian kedainya di tinggal, Ia pasrahkan kepada Allah Ta’ala dalam penjagaannya.

Selain itu, ia yakini, pengingat shalat, murottal yang disampaikan, hadist dan Qur’an yang juga ia sampaikan melalui interior didalam kedai adalah menjadi ladang dakwah dirinya yang juga masuk fase Hijrah.

Denny menyatakan, menu makanan yang disajikannyapun Insya Allah Halal dan dalam penyembelihan hewan dengan atas nama Allah. “Saya sih tidak potong sendiri, tapi saya potong di tempat yang saya kenal. Insya Allah penyembelihan dengan menggunakan nama Allah. Insya Allah Halal,” tegas Denny.

Ia juga mengungkapkan, resep bumbu yang berada di makanan Kedai Bang Jay adalah hasil racikan sendiri dan tidak menggunakan bahan jadi. Ia pastikan ke higienisan dalam makanan yang disajikan dalam Kedai miliknya.

“Insya Allah Higienis, kita masak menggunakan bumbu racikan sendiri ko,” ungkapnya menutup.

Kedai Bang Jay metode Syariah ini berlokasi di Jalan Penegak Raya No.323 Perumahan Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. (hmz/gomuslim)


Back to Top