Hikmah Berhaji, Ibu Tiga Anak Ini Ingin Tauladani Kisah Siti Hajar

gomuslim.co.id - Tak dipungkiri, ibadah haji menjadi dambaan umat Islam. Selain bisa menyempurnakan rukun Islam, ibadah haji setidaknya menjadi puncak kesempurnaan hidup bagi seorang Muslim, sebelum ajal menjemput. Hal itulah yang lantas memicu banyak orang untuk giat berusaha mewujudkan mimpinya pergi ke Tanah Suci.

Hal tersebut dirasakan oleh Ratih Miarni Putri warga Bekasi Utara. Ibu tiga anak berusia 33 tahun ini tidak menyangka dapat menyempurnakan rukun Islam dengan cepat, karena menurutnya, ia baru dapat melaksanakan haji pada tahun 2032.

“Saya tidak menyangka, Allah mengundang saya ke Baitullah dengan cepat. Seharusnya, saya baru bisa berangkat tahun 2032. Tetapi, Allah punya kehendak lain. Dengan kekuasaan Allah, melalui Mertua, saya ditarik sebagai pendamping beliau untuk berhaji di tahun ini. Allahu akbar, itulah kuasa Allah,” ungkap Mia sapaan akrabnya, kepada gomuslim, Jumat (20/9/2019).

Ia bercerita tentang kekuatan doa, bahkan Mia merasa akan dekatnya Allah kepada dirinya saat ia meminta.

Singkat cerita, Mia berada di kloter 91 JKS bersama KBIH Al-Iffah yang berangkat pada tanggal 1 Agustus 2019. Berbagai kegiatan ia dan rombongan lakukan. Beberapa fenomena dan mukjizatpun ia rasakan saat melaksanakan ibadah haji.

“Doa yang dikabulkan di Mekkah itu benar nyata. Saya punya doa untuk adik ipar saya yang sedang hamil dan ingin melahirkan. Doa saya ingin adikku itu lahiran dengan lancar dan tanpa kendala apapun. Allahu akbar, saat selepas berdoa, jelang beberapa jam, saya mendapatkan kabar bahwa adik ipar saya sudah melahirkan dengan lancar dan selamat. Alhamdulillah,” ceritanya.

Tidak hanya itu, saat berada di tanah suci, Mia juga merasakan perjuangan para nabi untuk menegakkan syariah Islam.

“Selama di sana, kita menyambangi tempat-tempat para nabi seperti jabal Nur, goa Hiro, dan tempat lainnya. Pembimbing kita menceritakan kisah perjalanan hidup para Nabi. Saat cerita itu disampaikan, kita seperti dibawa ke alam bawah sadar, di mana kita seperti merasakan apa yang Rasulullah lakukan dan perjuangkan. Wallahu a'lam, tapi itu yang saya rasakan. Allahu akbar,” jelas Mia sambil terus mengucap takbir atas kuasa Allah.

Ia juga menceritakan, dengan penuhnya jamaah dalam melaksanakan haji, Ia diberi kesempatan oleh Allah untuk menyentuh hajar aswad, yang diketahui bahwa batu Hajar Aswad adalah batu yang berasal dari Surga dan yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim.

“Saya dan rombongan juga di ajak ke makam para syuhadah. Disitu juga saya merasakan bagaimana para syuhada memperjuangkan agama Allah. Semakin Allah tunjukan kekuasaannya, semakin saya merasa yakin untuk dapat menjaga Agama ini. Oiya, sempat saya bingung asal dari air zam-zam itu, tapi saat saya disana dan melakukan Sa’I, semua pertanyaan saya terjawab, atas kuasa Allah lagi melalui kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail, Air Zam zam itu ada. Dan Saya merasakan kuasa Allah itu,” terangnya.

Tak hanya itu, Ibu tiga anak ini juga merasakan kesabaran dan kekuatan yang dilakukan oleh Siti Hajar dalam menjaga dan berjuang untuk anaknya, tapi juga taat kepada Allah Ta’ala. Ia berharap dapat mentauladani kisah Siti Hajar dalam kehidupannya sehari-hari.

Sahabat gomuslim, dari mukzijat dan fenomena yang dirasakan Mia saat melaksanakan ibadah haji, dapat menjadi hikmah bagi dirinya dan semua umat manusia, akan perjuangan para Nabi serta sahabat untuk menegakkan syariat Islam serta Kuasa dan Pertolongan yang Allah berikan. (hmz/gomuslim)

 

Wallahu A'lam Bishowwab


Back to Top