Sempat Ingin Murtad, Begini Cerita Hijrah Arie Untung

gomuslim.co.id- Hijrah saat ini menjadi bak tren baru di kalangan artis Tanah Air. Tidak sedikit publik figur dari dunia entertain mulai mengakrabkan diri dengan ajaran agama Islam. Beberapa di antara mereka bahkan sudah tidak canggung mengisi kajian, untuk sekadar berbagi pengalaman tentang hijrah. Salah satunya seperti Arie Untung.

Suami dari Fenita Arie ini dikenal sebagai salah satu selebriti yang memilih untuk hijrah. Dalam Islam, hijrah dapat diartikan secara luas yakni kembali kepada kehidupan beragama, berusaha mematuhi perintah Allah SWT, menjauhi larangan-Nya, dan berusaha berubah menjadi pribadi muslim yang lebih baik.

Awal Keputusan Hijrah

Pria bernama asli Arie Kuncoro Untung itu bercerita keputusannya untuk berhijrah. Ia mengaku sudah cukup lama tertarik untuk lebih mendalami agama. Hanya saja dirinya seolah baru berubah dalam setahun dua tahun belakangan ini ketika sedikit lebih vokal merespon hal yang berkaitan dengan agama.

“Sebenarnya sih sudah lumayan lama. Ketika lagi ramai hujat-hujatan zaman dulu, saya gemas, ini mengenai keyakinan saya, saya membuat statement posisi di mana saya berada. Kemudian orang berpikiran saya baru hijrah,” ujarnya kepada gomuslim dalam acara KARUGAMI di Lenteng Agung Jakarta Selatan, Minggu (14/10/2018).

Presenter kondang ini mengaku mendapat hidayah justru ketika mempelajari dan mendalami kitab suci agama lain. Ketika itu, sekitar 2004, Arie hendak menikah dengan kekasih yang beda agama. Ia dianjurkan untuk memeluk agama yang sama dengan kekasihnya saat itu.

Alih-alih berpindah keyakinan (murtad) keimanan Arie terhadap Islam justru semakin menebal. “Ini kejadiannya mungkin agak unik ya, karena saya justru disadarkan dari kitab agama lain. Saat  saya baca kitabnya malah di situlah merasakan kebesaran Alquran. Batin saya waktu itu seolah malah menemukan Tuhan di sini. Rasanya kayak baru berucap syahadat lagi,” kata Arie yang mengawali karier sebagai Video Jockey (VJ) MTV itu.

Dari kejadian tersebut, Ayah tiga anak ini merasakan bahwa selama ini dirinya kurang banyak mempelajari Alquran. “Di situ saya merasa kebenaran itu, entah dari mana cara dapatnya, kalau saya mempelajari kitab lain malah saya sadar bahwa Alquran yang terbaik. Pandangan saya pun berubah,” katanya.

Dulu, dirinya berpikir asalkan berlaku baik sama orang, ya pasti menjalankan agamanya baik. Tapi kemudian ia baru sadar bahwa semuanya sudah ada di Alquran. “Ketika kita mempelajari Alquran dengan benar juga, itu akan timbul dari akhlak, karena akhlak tersebut yang kemudian membedakan baik itu seperti apa. Menurut saya sih kita perlu banyak penelaahan, Alquran itu kebenaran yang bukan buatan manusia, ini merupakan kuasa yang Maha Kuasa karena Alquran dari berbagai sisi sempurna, yang di dalamnya artinya sangat dalam,” paparnya.

Tantangan Saat Hijrah

Lelaki kelahiran 15 Januari 1976 ini juga menceritakan berbagai tantangan yang dihadapinya saat mulai terang-terangan berhijrah. Tidak sedikit dari kawan dan followers-nya di sosial media mencibir karena keputusannya itu.   

“Awalnya banyak yang anggap jadi ekstrem gitu, nganggap saya aneh. Ada yang mencibir, nyinyir, ada juga blok saya, unfollow. Enggak apa-apa toh yang kita cari hanya ridha Allah SWT. Apapun pendapat manusia itu beragam. Kan tidak semua orang happy. Tapi alhamdulillah banyak teman-teman yang mendoakan,” ungkap produser film 3: Alif Lam Mim ini.

Selain teman dan followers, ujian juga datang dari orang terdekat Arie yaitu istrinya (Fenita Arie). Sebelum istrinya ikut hijrah, Arie dan Fenita kerap bertengkar karena berbeda pemahaman khususnya yang berkaitan dengan hijab dan menutup aurat.

“Ya mungkin konsekuensinya untuk saya. Setelah hijrah jadi banyak haters, banyak pekerjaan hilang. Tapi yang paling menguji kesabaran itu istri saya. Dulu saya salah cara mengingatkan istri untuk berhijab. Terlalu kasar mungkin, jadi sempat berdebat panjang. Setelah saya renungi, gantilah caranya, lebih lembut, lebih perhatian. Karena saya sadar kalau ingi istri yang solehah, ya kita nya harus soleh dulu,” katanya.

 

Baca juga:

Fenita Arie: Teguran Ini Membawaku pada Hijrah

 

Manfaatkan Followers sebagai Lahan Dakwah

Arie Untung mengatakan bahwa pengalamannya berhijrah sebagai nikmat. Keputusannya untuk mulai terbuka melecit ketika seorang kawan, yang sering mengikuti kajian keagamaan bersamanya, mengingatkan mengenai followers di media sosial.

“Kata dia, ‘Nanti ketika dihisab, follower lo buat apaan? Masak buat endorse doang?’ Akhirnya saya melihat ada peluang syiar di sana yang bisa mengangkat kecintaan follower saya pada agama. Sebenarnya, saya ingin membuat mereka in love dengan agama sebagai sebuah tren,” ujar pemilik rumah produksi, FAM Pictures & FAM Production ini.

Ia mulai menunjukkan kebanggaannya terhadap agama Islam. Ia teringat tentang cerita seekor semut yang cuma bawa setetes air untuk menolong Nabi Ibrahim dari kobaran api.  Si semut diejek karena dinilai perbuatannya itu sia-sia. Tapi apa kata si semut? ‘Tidak apa-apa, yang penting Allah tahu pada siapa saya berpihak’. Aduh, mendengar itu langsung kena di hati,” cerita Arie.

Arie pun mulai rajin mengunggah pesan-pesan religius di semua akun media sosialnya. Ia semakin terbuka menunjukkan pandangan-pandangannya soal Islam di media sosial. “Kelebihan saya cuma punya banyak followers. Jadi saya memanfaatkan followers saya untuk datang yang kasih kajian juga bukan saya. Ketika sudah datang, sudah misi saya selesai. Menjadikan tren. Jadi harus mengawali dengan tren yang baik untuk jadi sesuatu yang manfaat,” ungkapnya.

Selain di media sosial, perubahan lain yang ia terapkan usai hijrah adalah kebiasaan di kantornya yang menerapkan istirahat sesuai waktu salat. Ia juga selektif atas tawaran pekerjaan.

Produk-produk haram dan riba tawaran dari klien yang berbeda pandangannya beragama, pasti dicoret dari daftar yang diterima perusahaannya.  Sementara soal penampilan, Arie masih tetap dengan setelan kasual demi bisa lebih fleksibel mengajak orang lain dalam proses berhijrah. “Saya mau menunjukkan Islam itu masih cool, kok,” katanya.

Kini aktvitas Arie Untung bersama Fenita lebih banyak di acara-acara kajian Islami. Arie masih tetap aktif dalam dunia hiburan. Namun, ia lebih selektif menerima tawaran yang datang padanya. Selain itu, Arie juga aktif di komunitas pengajian artis. Namanya Musyawarah. Muda, sakinah, mawadah, warahmah. (njs/foto:manaberita/arieuntung)


Back to Top