Cerita Hijrah Larissa Chou, Temukan Nikmat dalam Syariat Islam

gomuslim.co.id – Hijrah adalah proses meninggalkan sesuatu menuju sesuatu yang lebih baik. Perjalanan panjang selama hidup itu bernama hijrah. Setiap manusia akan mengalami masa hijrah selama kita bernafas. Karena pada hakikatnya hijrah adalah sebuah proses, bukan hasil. Proses panjang yang akan kita hadapi dalam kesempatan yang selalu Allah berikan.

Adalah Larissa Chou yang Allah beri kesempatan untuk mereguk indahnya berislam. Di usianya yang belia, ia sudah berani memutuskan untuk menjadi seorang mualaf, hingga akhirnya memilih menikah muda dengan anak seorang ustadz kondang, yakni Alvin Faiz bin Arifin Ilham.

“Saya dulu belajar Kristologi, lalu membandingkan beberapa agama dan saya akhirnya yakin memilih Islam setelah beberapa pertimbangan,” ujar Larissa saat ditemui gomuslim dalam acara Jashfest 2019 di Jakarta Convention Center, Sabtu, (09/03/2019).

Reaksi Orang Terdekat

Berbagai macam reaksi yang ia terima, sudah Larissa duga sebelumnya. Karena gadis bermata sipit ini sebelumnya memang cukup aktif di organisasi muda mudi ajarannya terdahulu. Otomatis, ia menerima banyak respon dari teman-temannya.

Demikian pula dari keluarganya, ia sempat ditentang oleh keluarga inti, namun ia terus kukuh semangat. Mempelajari Islam secara diam-diam, belajar shalat lewat youtube agar tak diketahui orangtuanya. Dengan bimbingan Alvin, yang sebelumnya adalah teman diskusi di sosial media terkait dengan Agama Islam ia lebih mengenal Islam dan dengan proses yang tak lama keduanya memutuskan untuk menikah meski usia terbilang muda.

Menjadi mualaf sekaligus menantu di keluarga dengan lingkungan yang Islami ternyata tak semudah yang dibayangkan. Proses panjang bagi wanita kelahiran Cirebon, 23 April 1996 ini untuk menjadi menantu yang baik sekaligus muslimah yang taat adalah ketika menjalani aktivitas bersama keluarga barunya.

“kalau dulu, menjalani hidup tuh disesuaikan dengan apa yang kita mau. Setelah masuk Islam awalnya ngerasa banyak banget aturannya, kok kayak orangtua banyak aturan tapi sekarang justru ngerasa nikmat dan sesuai syariat Allah” tuturnya.

Larissa mengaku, ia sempat heran kalau Islam bahkan mengatur adab makan dan minum. Awalnya ia masih sering minum dengan tangan kiri dan berdiri. Proses belajar itulah yang justru memantik semangat Larissa untuk menjadi seorang muslimah yang kaffah.

“Pensiun jadi primadona dunia, jadi bidadari surga aja” pungkasnya.

Menjalani Lifestyle Halal Tak Menjadi Tantangan

Budaya saling hormat-menghormati dan toleransi kini dialami Larissa. Keakraban yang terjalin antara kedua belah keluarga yang berbeda agama sangat terasa.

“Yang menarik dari keluarga saya kini adalah saratnya perbedaan, bahkan akhirnya menjadi lucu, jadi tiap kali saya dan Alvin makan di luar bareng Mama. Mama (yang masih beragama Budha) yang kroscek ke pemilik Restonya Mas ini restonya ada logo Halal dari MUI nggak?” ujar wanita yang mengidolakan Ustadz Felix Shiaw ini.

Gaya hidup yang ia jalani sekarang, malah menjadi titik kenyamanan tersendiri.

“Halal Lifestyle mulailah dari sekarang. Dan gaya hidup halal itu gak menghalangi anak muda beraktivitas. pahami hijab sesuai syariat dan tentunya bergaya hidup sesuai syariat” katanya. (nov)

 

Baca juga:

Begini Kisah Hijrah Chef Herman, Sang Juru Masak Makanan Halal


Back to Top