Pernah Diperlihatkan Isi Neraka, Preman Punk Ini Berhijrah

gomuslim.co.id – Punk merupakan suatu budaya yang lahir untuk pertama kalinya di Inggris dan saat ini kancah Punk sudah ke berbagai penjuru termasuk Indonesia. Bicara Punk, juga bicara tentang kebebasan, control diri tanpa adanya norma yang menjerat, membuat banyak masyarakat yang menganggap anak punk itu tidak lain hanya seorang preman, tukang mabok dan dianggap menjadi sampah masyarakat.

Terkadang banyak remaja yang mengalami masalah dalam kehidupannya, kemudian lebih cenderung membuat sebuah pilihan yang dirasakan cocok bagi jiwanya yang juga sebagai proses pencarian identitas dirinya. 

Hal demikian dirasakan Zam Zami Ridwan alias Iwan Daqi, laki laki kelahiran 1981 yang mentato diseluruh tubuhnya ini mengaku sudah masuk didunia lembah hitam sejak SMP. Nikotin, Alkohol, Drug, Tatto, bahkan seks bebas sudah dinikmatinya sejak awal dimasa sekolah menengah pertama, dan hamper setiap hari ia lakukan kebiasaan buruknya itu.

Iwan menyatakan saat itu (di masanya), ia merasa bangga dan percaya diri dengan tattoo yang menempel di tubuhnya, bahkan katanya, ia mencari dan mengikuti komunitas Punk yang berada di Bekasi. Saat Iwan yang berada dikomunitas PUNK Bekasi, kehidupan Iwan semakin tidak terarah. Tindik kuping hingga merobek kupingnya lebih besar agar parcing bisa masuk disela robekan kupingnya itu, Ia dilakukannya.

Di Komunitas Punk, Iwan melakukan aktivitasnya dengan mengamen, keluar masuk bus dan berada dilampu merah, hamper setiap hari ia lakukan, bahkan, ia pernah ngamen dengan cara memaksa masyarakat demi mendapatkan uang untuk hidupnya. DIpandang sebelah mata, dikucilkan, di singkirkan, ia selalu alami tiap harinya.

Selain itu, Iwan juga sebagai seorang seniman jalan, dimana ia pandai menggambar melalui tatto di tubuh manusia. Hampir seluruh anak Punk jalanan di Bekasi, tubuhnya di Tatto oleh Iwan Daqi. Kehidupan Iwan yang semakin hari semakin Blangsak, hingga ia memutuskan untuk pindah menjadi anak Punk Surabaya sekitar tahun 2005.

Singkat cerita, di Surabaya Iwan menemukan jodohnya dan menikahi pujaan hatinya. Dalam kehidupan pernikahannya, Iwan sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan buruknya seperti Drug dan seks bebas. Dalam pernikahannya Iwan tidak lagi mengamen, akan tetapi untuk menyambung kehidupan keluarga, Iwan bekerja sebagai pemulung, sejak 2006 hingga 2007.

Saat profesi Iwan sebagai pemulung, keluarga besarnya semakin iba dengan kehidupannya, hingga akhirnya Iwan mendapatkan penawaran dari keluarganya untuk berbisnis. Yaa, Bisnis Tatto yang dimodali oleh keluarganya adalah pilihan yang di inginkan.

Bisnis itu membuat kehidupan Iwan semakin membaik dari segi ekonomi. Iwan mengaku, bisnis tatto ini banyak didatangi oleh para artis seperti Vokalis Musisi Nirwana, bahkan kata Iwan, di bisnis inilah Iwan mampu membeli Mobil. Akan tetapi, yang hingga saat ini dia sesali, keahlian mentattonya itu, menjebloskan istri tercintanya dengan kemampuan seninya, pasalnya saat menikah dengan Iwan Daqi, tubuh istrinya bersih tanpa tattoo, dan kini dipenuhi tattoo disekujur tubuhnya.

Awal Mula Iwan Daqi Berhijrah, Isi Neraka Diperlihatkan Untuknya

Kehidupan Iwan yang semakin membaik, membuat Iwan daqi semakin tidak adanya ketenangan dalam hatinya. Gelisah, Gundah, Gulana Ia rasakan dalam batin. Ia merasa tidak adanya keberkahan dari karirnya yang berimbas pada kehidupan dirinya dan keluarganya.

Hingga akhirnya pada bulan Ramadhan 2017, di 10 hari jelang Iedul FItri. Tepat pukul 2 malam, ia tidak bisa tidur karena kegelisahaannya. Saat itu juga, ia melamun, hingga pada satu titik, pandangannya dibuat gelap tapi seperti menampilkan kondisi Neraka yang menyeramkan.

“Selama Ramadhan, aku tidak pernah berpuasa, tapi pada Ramadhan tahun ini, berasa hampa dan gelisah. Aku bengong-bengong saja pada malam itu, aku juga tidak mabuk, tapi nggak tahu kenapa dengan malam itu. Saat aku melamun, tiba-tiba pandanganku gelap, tapi melihat bayangan neraka. Aku seperti diperlihatkan oleh Allah tentang isi neraka. Aku sangat ketakutan malam itu. Allahu Akbar, saat itulah aku menangis dan ketakutan. Aku hampiri istriku yang sedang tidur. Aku bangunkan dia, dan aku ceritakan semua. Nangis sesegukan kita berdua. Hingga pada saat itu, istriku bilang ‘mungkin Allah sudah minta kita berhijrah’, Allahu Robbi. Pada malam itu juga, aku shalat Taubat," cerita Iwan Daqi kepada gomuslim.


"Aku melihat banyak manusia disiksa. Banyak yang meminta pertolongan. Memohon ampun. Aku melihat ada yang di jebloskan kelautan api kemudian di angkat dengan kondisi tulang belulang. Banyak yang ditusuk dari ubun-ubun ke anusnya, begitu juga sebaliknya. Banyak yang di cambuk. Allahu Robbi. Tak kuasa aku menceritakannya," tambah cerita Iwan dengan Linang Air Mata.

Kemudian, pasca diperlihatkannya isi Neraka, saat itu pula Iwan Daqi mulai merubah hidupnya. Puasa Ramadhan ia lakukan walau hanya tinggal beberapa hari menjelang Iedul Fitri, Shalat lima waktu hingga shalat Terawih ia kerjakan.

Pasca Ramadhan, Iwan Daqi meninggalkan karirnya di bidang artis Tatto. Dan pasa saat itu juga, Iwan Daqi bertemu dengan komunitas Punkajian Bekasi. Awal pertemuannya yaitu saat dirinya update status kalimat kebaikan di media social facebook.

“Aku update status tentang kalimat-kalimat kebaikan di facebook. Tiba-tiba Punkajian DM aku dan ajak aku untuk ikut gabung di punkajian Bekasi. Saat itulah aku bersama Punkajian Bekasi,” ungkap Iwan.

Proses Hijrah, Perekonomian Iwan Daqi Naik Turun, Begitunya Keimanannya

Dalam menikmati proses hijrah, perekonomian Iwan Daqi tidak menentu. Tabungan dari hasil bisnis Tattonya semakin habis, dan Iwan belum menemukan pekerja lain yang sesuai pasionnya. Kemudian, punkajian melihat perekonomian Iwan Daqi yang semakin terpuruk, saat itulah Punkajian memberikan masukan kepada Iwan untuk coba berbisnis. Nasi Goreng, adalah bisnis yang dimulai Iwan Daqi.

Singkat cerita, bisnis Nasi Goreng Iwan tidak berjalan dengan lancar. Kemudian, Iwan mencoba kembali beberapa bisnis lain, namun, hal sama menimpanya. Saat itupula, keimanan hijrah Iwan Daqi menurun dan kembali kepada dunia gelap Iwan. Iwan kembali kebisnis tattoonya dalam beberapa hari, akan tetapi Punkajian Bekasi tidak membiarkan begitu saja anggotanya kembali ke lembah hitam, hingga akhirnya, Punkajian mengajak Iwan Daqi untuk kembali ke jalan yang Allah Ridhoi.

Jadi Panglima Dakwah Punkajian

Nasihat penuh Nasihat diterima Iwan Daqi, hingga akhirnya Iwan mendapatkan bisnis tetapnya yaitu Catering. Bisnis saat ini, Iwan lebih dipantau oleh Punkajian dan bisnis tersebut terbilang lancar.

Beban lepas dari Iwan Daqi, perekonomian kembali membaik. Keimanan Iwan Daqi juga semakin kuat dengan terus mengikuti kajian-kajian dari yang diselenggarakan Komunitas Punkajian Bekasi. Hingga akhirnya Iwan Daqi dijadikan sebagai pengurus dari Punkajian Bekasi.

Panglima Luncur atau lebih dikenal Panglima Dakwah struktur yang diemban oleh Iwan. Tugasnya adalah berdakwah keberbagai penjuru kepada anak-anak Punk.

Menurut Miki Kosasi sebagai Ketua Punkajian Bekasi, Iwan daqi mampu menjalani amanah yang dipegangnya. Kata Miki, Iwan mampu beradaptasi kepada komunitas Punk yang pernah ada dalam dirinya.

 

Baca juga:

Punkajian Bekasi Terus Gelar Aksi Dakwah kepada Anak-anak Punk di Berbagai Penjuru

 

“Penampilan Iwan sama seperti penampilan anak punk lain. Bertatto dan memiliki kuping bolong yang besar. Saya fikir Iwan mampu masuk dikalangan mereka dan mampu mengajak mereka untuk berada di jalan yang Allah Ridhoi,” ungkap Miki selaku ketua Punkajian Bekasi.

Kini, Iwan Daqi adalah seorang pendakwah. Iwan Daqi terus melaksanakan tugasnya yang menjadi program ‘Punkajian On The Street’ untuk terus berdakwah kepada para komunitas Punk diberbagai wilayah. Focusnya saat ini adalah Punk Ciapus yang berada di Bogor.

Dari segi perekonomian, Zam Zami Ridwan alias Iwan Daqi kini memiliki bisnis catering bermetode pemesanan yang dinamakan “Ayam Bakar Bang Dai”. Hingga kini, bisnisnya sering dipesan oleh beberapa majelis Talim mingguan seperti Majelis Talim Masjid Al Hikmah Duren Jaya.

“Alhamdulillah, Sekarang semuanya kondusif dan menjadi berkah. Hatipun menjadi tenang. Sekarang catering dipesan setiap mingguan oleh ibu-ibu majelis talim di Duren Jaya. Kalau ada event dari ibu-ibu itu, Insya Allah menggunakan Catering saya,” ujar Iwan Daqi.

Catering Iwan Daqi menyiapkan berbagai macam jenis, seperti:

  1. Ayam Bakar Bang Da’i
  2. Ayam Mangap Bang Da’i
  3. Sate Usus Cengar Bang Da’i

Selain itu, Iwan Daqi juga berbisnis Frozen Food homemade, seperti Kebab dan Risoles. Bahkan, bisnis frozen food Iwan Daqi diminati oleh para Riseller seperti, Kedai Hijrah Amis Tiis Juice yang berada di Komplek Villa Indah Permai Bekasi Utara.

Iwan Daqi bersama Riseller Miki Kosasi dengan Frozzen Food

“Alhamdulillah, kuliner homemade saya dan istri saya berupa frozen food, diminati para reseller. Insya Allah semua menu masakan ini Hallalan Tayyiban,” pungkas Iwan Daqi.

Manusia memiliki masa lalu bahkan hingga yang paling terpuruk. Akan tetapi Manusia juga bisa berubah dan memperbaiki dirinya dengan Taubatan Nasuha. Setiap Manusia memiliki kesempatan yang sama dalam memperbaiki diri. ALLAH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (hmz/gomuslim)

 

Wallahu A'lam Bishowab

Note: Bagi Sahabat gomuslim yang ingin berpartisipasi dalam Dakwah Punkajian Bekasi melalui Infaq dan Sodaqoh, dapat mentransfer ke Nomer Rekening Bank BNI Syariah 0249660260, atas nama Rachmat Firdaus, kemudian dapat mengkonfirmasi ke nomer telepon 085219301806 atas nama Akhi Inal Punkajian Bekasi. 

 

 

Baca juga:

Belajar Hijrah dari Komunitas Punkajian Bekasi: 'Menjadi Baik Adalah Proses'


Back to Top