Hidayah Datang dari Teman-teman Klub Motor, Begini Cerita Hijrah Soewieryo Adiwidjoyo

gomuslim.co.id – Istilah “Hijrah” menjadi popular di zaman ini. Hijrah yang dimaksudkan yatu memulainya kembali kepada kehidupan yang lebih religious, berusaha mematuhi perintah Allah ta’ala, menjauhi larangan-Nya dan berusaha menjadi lebih baik, karena jika dilihat pada masa terdahulu, si penerima hijrah sangat tidak peduli dengan aturan agama yang berlaku.

Berbicara hijrah juga berbicara tentang  Istiqomah. Nah, pada bagian ini, banyak para penerima Hidayah ungkapkan beratnya bertahan pada jalan yang dipilih dalam berhijrah, dan tidak sedikit dari penerima hidayah ini kembali terjerumus kepada kehidupan kelamnya yang dahulu selalu melanggar perintah Allah. Naudzubilla summa Naudzubillah.

Muhammad Soewieryo Adiwidjoyo Pemilik Bengkel Custom Otomotif dan Salah Satu Pendiri Biker Subuhan Wilayah Jakarta

 

Begitu yang disampaikan oleh Muhammad Soewieryo Adiwidjoyo bapak satu orang anak kelahiran 1980 ini adalah anak club motor yang pernah berada di masa kelam. Kehidupan malam, alkohol, drugs, premanisme pernah ia nikmati di masa dirinya belum menerima hidayah. Wieryo sapaan akrabnya, menceritakan awal mula dirinya menerima hidayah.

“Berawal pada acara ulang tahun club motor. Pada saat itu ada yang berbeda pada istri saya. Istri saya ingin ikut acara, tapi saya wanti-wanti kalau ingin ikut acara, saya minta istri tidak komplain apapun. Singkat cerita, pada malam hari puncak acara ulang tahun club motor, minuman keras, ganja tersedia bebas di sana. Dan saya larut di dalamnya. Akan tetapi keanehan saya lihat pada istri saya, saat saya melakukan itu semua, istri saya biasa saja, tidak ada muka marah, atau mengeluarkan mimik wajah yang cemberut. Seperti orang biasa saja,” cerita Wieryo kepada gomuslim.

“Aneh menurut saya disitu, karena sebelumnya untuk saya pergi keluar saja pasti marah, tapi pada malam itu, istri saya biasa saja. Sampai akhirnya acara itu selesai, saya dibawa ke mobil dalam kondisi mabuk. Di dalam mobil saya diurus oleh istri saya, di lp badan saya dengan menggunakan handuk, dicuci muka saya, tanpa adanya marah sama sekali. Bahkan pada keesokan harinya, istri saya masak dan menyediakan makanan untuk saya dan tanpa amarah sedikitpun,” sambungnya.

Kondisi istri Wieryo yang demikian, membuat ia berfikir bahwa dirinya harus menghentikan meminum-minuman keras. Katanya, seperti ada teguran yang ia terima, bahkan rasa malu ia rasakan atas tindakannya yang demikian, akan tetapi istrinya tetap berlaku sebagai istri yang sangat baik.

 

Membentuk Komunitas Bikers Subuhan

Wieryo mengungkapkan, sejak dirinya melepaskan alkohol dan drugs, ia merasakan banyak perubahan dalam kehidupannya yang jauh lebih baik. Menurutnya, banyak jalan hidayah yang ia terima, salah satunya adalah bertemu dan membentuk komunitas Biker Subuhan wilayah Jakarta.

Komunitas Biker Subuhan

Biker Subuhan ini adalah tempat dirinya berubah. Tempat dirinya melaksanakan shalat, tempat dirinya Ngopi (ngobrol perkara iman). Dari biker subuhan ini, ia mempertahankan ke-istiqomahannya. Ia merubah penampilannya yang awalnya semrawut, dan kini menggunakan celana cingkrang. Tujuannya adalah kembali mempertahankan hidayah yang ia telah terima.

Dari kegiatan Biker Subuhan baik shalat subuh berjamaah dari masjid ke masjid, kemudian mengikuti agenda kajian ilmu yang di isioleh beberapa ustad, membuat ia mencanangkan program pembangunan musholah pada setiap event otomotif.

“Insya Allah setiap ada momen otomotif pada agenda Parjo (Pasar Jongkok), kita dari biker subuhan, meminta penyelenggara untuk membangun musholah. Iini adalah bentuk dakwah kami untuk diri sendiri juga untuk teman-teman biker lain yang mungkin belum berhijrah,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, Wieryo harus meninggalkan pekerjaannya yang sebagai pemilik bengkel Costum di daerah Cipinang dalam beberapa hari. Pada event otomotif itu, istri Wieryo sempat melarang dirinya untuk ikut karena pada saat itu, kata Wieryo keuangan keluarga sedang carut marut.

Akan tetapi, pada saat itu, Wieryo tidak menghiraukan permintaan istri. Jalan Dakwah dengan membangun Musholah di vevent Parjo tetap ia jalani. Singkat cerita, saat setelah selesai event tersebut, istri Wieryo bercerita bahwa tidak ada lagi uang untuk kehidupan keluarga.

“Saat itu kita (keluarga) memang sedang tidak memiliki uang. Tapi saya Lillahi ta’ala dalam berdakwah. Saya serahkan semuanya ke Allah. Pada waktu itu saat istri saya bercerita, saya cuma bilang ke istri untuk sabar, dan saya jelaskan akan ada jalan dari Allah karena apa yang saya lakukan, insya Allah dinilai jalan dakwah,” kata Wieryo.

 

Hidayah lewat Teman Lama

Pada saat istrinya mendapatkan nasihat tersebut, tidak jelang lama, Wieryo dihubungi oleh kawan sejawatnya di dunia otomotif. Kata Wieryo, saat itulah Allah memberikan jalan kepada-Nya.

“Teman lama saya menghubungi. Saat itu ia menghubungi saya untuk mengembalikan hutangnya. Ya Allah, saya justru lupa akan hutang teman saya saat itu. Saya merasa Allah tolong saya. Teman saya membayarkan hutangnya saat itu senilai 9 Juta rupiah,” ungkapnya.

Kisah ceritanya tidak hanya itu, di mana pada musibah tsunami banten, Biker Subuhan memberikan bantuan untuk para korban. Saat itu, Wieryo sedang sakit Typus, akan tetapi ghirohnya untuk membantu sesama manusia lebih kuat dari sakit yang ia rasakan saat itu.

Sempat Istrinya melarang Wieryo untuk ikut dalam memberikan bantuan kepada korban tsunami banten, akan tetapi kembali nasihat istrinya tidak di gubris Wieryo. Ia tetap berangkat meninggalkan keluarga dan bengkelnya.

Pada pencarian korban, sakit Wieryo semakin menyerang, membuat dirinya merasa bahwa hidupnya akan berakhir disana, tapi ia sampaikan bahwa ia ikhlas dan lillahi ta’ala karena menurutnya apa yang ia lakukan berada dijalan yang Allah Ridhoi yaitu membantu sesame manusia pada musibah Tsunami yang terjadi.

“Semakin sakit badan saya di sana, tapi saya pasrah, saya kembalikan kepada Allah. Usaha sembuh dengan obat warung, sudah saya lakukan, tinggal Allah Maha Pemberi Keputusan. Tapi Alhamdulillah saya diberi bertahan hingga pencarian korban tsunami selesai,” terangnya.

Saat setelah memberikan bantuan kepada korban Tsunami Banten, Wieryo di rumah kembali ambruk. Tubuhnya semakin melemah karena penyakit Typus yang menyerang. Hingga akhirnya Istri Wieryo membawanya ke RS, saat itulah Wieryo harus istirahat selama tiga bulan lamanya.

Singkat cerita, selama tiga bulan dirinya tidak menerima pemasukan karena bengkelnya tutup dan Wieryo yang sedang sakit, Istri Wieryo kembali mengeluh atas keadaan perekonomian keluarga, dan Wieryo kembali menasihati istri dengan pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah ta’ala.

Saat dirinya telah sembuh total, Wieryo kembali membuka bengkel costum miliknya. Dan pada hari pertama Wieryo membuka bengkel, dan pada saat itu, kembali ada pertolongan dari Allah. Dalam satu hari ada beberapa customer bengkelnya datang, dan dalam satu hari itu, WIeryo menerima pemasukan pada bengkelnya senilai 18 juta rupiah.

“Alhamdulillah, Allah kembali tolong saya. Baru saya buka sehari bengkel itu, costumer pada datang untuk merubah motornya. Dan ada pemasukan 18 juta saat itu. Ya Allah, saya merasakan Allah dekat dengan saya. Awalnya saya juga bingung untuk pembayaran ini itu, dengan pertolongan Allah ini, dengan singkat saya bisa menyelesaikan pembayaran-pembayaran yang menjadi tanggungan kita,” cerita Wieryo.

Saat itulah Istri Wieryo kembali merasakan keajaiban dari Allah. Dan pasa saat itulah, apapun kegiatan Wieryo untuk berdakwah yang juga sebagai Istiqomahnya dalam mempertahankan hidayahnya, direstui oleh Istri tercintanya.

Sahabat gomuslim, kisah Wieryo ini menjadi inspiratif bagi kita, di mana apabila kita menerima jalan Hidayah, maka pengabdian kita kepada Allah juga harus sepenuhnya diberikan, harus total berada di jalan yang Allah Ridhoi. Istiqomah dan Dakwah menjadi pilihan Wieryo. Dan pertolongan Allah-pun untuk kehidupan dirinya dan keluarga, datang tanpa adanya kita sadari. Semoga kita semua menjadi orang pilihan yang selalu istiqomah di jalan yang Allah Ridhoi. Aamiin yaa Robbal’alamin. (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Motoran Sambil Berdakwah ala Komunitas Biker Subuhan


Back to Top