Dhini Aminarti: Aku Fokus Lakukan Kebaikan Demi Hapus Dosa Jariyah yang Dulu

gomuslim.co.id – Bagi seseorang yang sudah memutuskan untuk berhijab, tentu sedih rasanya jika masih saja melihat gambar diri sebelum berhijab masih berseliweran di dunia maya. Hal itulah yang kerap dirasakan oleh pesinetron yang hits di tahun 2000an Dhini Aminarti.

Istri dari Dimas Seto yang memutuskan untuk berhijab sejak Januari 2016 lalu ini mengaku sedih tiap kali melihat tayangan dirinya saat belum berhijab masih saja dipertontonkan baik di media elektronik, youtube dan lainnya.

“Aku sekarang berpikir untuk perbanyak melakukan kebaikan demi menutupi dosa jaman dulu. Jaman dulu, Astaghfirullahaladzim, masih sering lihat tayangan sinetron jaman dulu suka sedih sampai nangis, aku pake baju kaya gitu. Banyak yang nonton dan jadi dosa jariyah aku,” tuturnya di Masjid Istiqlal baru-baru ini.

 

Fokus Melakukan Kebaikan

Meski begitu, wanita kelahiran Jakarta 29 Mei 1983 ini lebih baik memilih untuk melakukan kebaikan demi menghapus dosa-dosa jariyahnya.

“Sekarang aku berusaha melakukan kebaikan, karena InsyaAllah teman-teman dan followers ikut melakukan apa yang kita lakukan dan InsyaAllah akan menjadi amal Jariyah bagi kita,” katanya.

Hijrah, baginya adalah proses meninggalkan sesuatu menuju sesuatu yang lebih baik. Perjalanan panjangnya dalam menemukan hidayah memang tak lepas dari peran sang suami, Dimas Seto. Menurut Dhini, Dimas lah yang menasehatinya untuk memilih ikhlas dan bersabar.

Dhini mengaku, saat ini turut membantu komunitas kajian yakni Kajian Musawarah yang didirikan Dimas Seto bersama beberapa rekan artis sejak tahun 2011.

“Aku nggak banyak melakukan apapun kok. Hanya memang dari dulu aku selalu ajak teman-teman artis untuk ikut kajian. Tapi ngajak temen-temen itu susah banget. Pasti orangnya (yang dateng, red) dia lagi, dia lagi. Lagi-lagi ya Dimas yang ajarin untuk ikhlas dan fokus aja untuk terus mengajak. Alhamdulillah sekarang makin rame, MasyaAllah,” paparnya.

 

 

Pernikahan Titik Balik Gaya Hidup Dhini

Awal perjalanan Dhini memang tak serta merta begitu saja. Di lingkungan selebritis, Dhini mengaku dirinya bukan artis yang sering hang out bersama rekanan artis. Apalagi saat itu sedang sibuk menyelesaikan kuliahnya.

“Pokoknya dulu, kalau habis syuting ya pulang atau ke kampus. Apalagi mama juga sering nemenin syuting,” ujarnya. Namun, meski begitu ia sering lalai dan meremehkan waktu shalat.

“Kalau di rumah aku shalat, tapi kalau lagi di lokasi syuting dan gak ditemenin mama yaudah deh lepas solatnya. Kadang juga, dhuhur shalatnya jam 2 Ashar shalatnya jam 5,” kenangnya.

Namun, takdir memang Allah yang menentukan. Dhini dipertemukan pada Dimas Seto yang saat itu sedang menjalani proses hijrah. Dhini mengaku, sosok Dimas yang rajin shalat tepat waktu menjadi pertimbangan utama ketika memilih Dimas sebagai suami.

“Lihat Dimas yang rajin Shalat, padahal masih muda kan jarang ya apalagi di lokasi syuting,” tuturnya.

Setelah menikah, menurut Dhini saat itulah titik balik hidupnya bermula. Banyak sekali kebiasaan yang baik ia jalani. “Kalau dulu, misalnya lagi ke Mall. Malas shalat karena alasan nggak bawa mukena, dan gakmau pakai mukena umum karena kotor. Lalu lama-lama mulai malu sama Dimas karena dia sering suruh, akhirnya aku biasain selalu bawa mukena kemana-mana,” tambahnya.

Perjalanan menjemput hidayah yang menurutnya panjang berpuncak saat dirinya membaca sebuah artikel yang mengetuk hatinya.

“Ada cerita tentang ‘Wanita ini taat beribadah tapi tak bisa masuk surga karena belum berhijab’ dan fotonya ada perempuan pakai kain kafan, gitu. Dan kisahnya sangat relate sama aku yang kalau disuruh pakai hijab, selalu jawab ‘Hijabnya dulu dihijabin’” kenangnya.

Lebih lanjut, Dhini bercerita dalam artikel tersebut orang yang tak memakai hijab karena ingin menghijabi hati tak bisa memasuki surga karena hanya bisa merasai surga hanya melalui hati dan tak bisa dirasakan langsung sebagaimana dalihnya yang hanya ingin menghijabi hati.

“Dari situ aku berpikir, hidayah itu kita yang cari, nggak melulu nunggu tapi kita harus jemput,” katanya.

Masya Allah, semoga sahabat gomuslim dapat memetik hikmah dari kisah inspiratif ini, sehingga semangat terus untuk berbuat dan berbagi kebaikan di bumi Allah. (nov/gomuslim)


Back to Top