Ingin Berkah Rezeki untuk Keluarga, Mantan Manager Resto Fastfood Ini Putuskan Resign dan Pilih Berbisnis Kopi

gomuslim.co.id – Jabatan tinggi dalam suatu perusahaan adalah keinginan semua orang. Akan tetapi apabila memimpin perusahaan membuat jauh dari agama dan keluarga, sehingga tidak menemukan keberkahan didalamnya, justru membuat ketenangan hati menjadi hilang.

Hal itu yang di rasakan oleh Alex Febriant Harvenda (39). Bapak dua anak ini memilih meninggalkan jabatannya sebagai Manager disalah satu restoran fastfood ternama di dunia, demi menjaga akidahnya. Alex memutuskan hijrah pekerjaannya yang bersamaan dengan hijrah hidupnya karena ia melihat dalam pekerjaannya banyak menyita waktu untuk beribadah kepada Allah SWT.

Alex Febriant Harvenda, Owner Kedai Kopi Koplak (Kopi Laku)


“Saat itu saya berfikir, apa lagi yang saya cari di dunia. Kalau berfikir tentang ambisi, ga ada puasnya. Justru banyak menyita waktu saya saat mengejar ambisi itu. Yang kasian siapa? Diri saya sendiri yang justru jauh dari agama, dan keluarga yang selalu ditinggal karena mengejar ambisi itu,” cerita Alex kepada gomuslim di Kedai Kopi Koplak (Kopi Laku) milikinya, di Jakarta Timur, pada Kamis (17/10/2019).

Ia mengatakan, saat dirinya bekerja, secara otomatis adanya perjanjian akad antara perusahaan dengan karyawan, sehingga peraturan yang diterapkan perusahaan harus ia jalani dengan sebaik mungkin.

“Jatuhnya kan saya tetap karyawan perusahaan saat itu. Karena saya bekerja dengan perusahaan, dan adanya akad pekerjaan (perjanjian), maka saya harus ikuti peraturannya. Nah disitulah yang menurut saya ada hambatan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

“Nah kalau di restoran fastfood itu tidak boleh panjangkan jenggot, tidak boleh celana isbal (ngatung/cingkrang), saya harus ikuti, sedangkan dalam hadist Rasulullah jelas dikatakan bahwa celana dibawah mata kaki itu, akan mencium neraka, Naduzubillah, saya gam au itu. Nah selain itu, saat sudah masuk waktu shalat, sedangkan ada pekerjaan yang harus banget diselesaikan segera, maka shalat itu suka di entar-entar, akibatnya shalat di akhir waktu,” tambahnya.

“Bahkan sebagai pemimpin perusahaan, saya harus tetap menjaga nama baik perusahaan tempat saya pimpin. Nah terkadang, saya suka manipulasi data pemasukan restoran agar terlihat baik pada restoran itu. Dan pada saat restoran itu terlihat baik, ada reward yang saya terima berupa tambahan pada gaji saya. Yang menjadi pertanyaan besar saya saat itu adalah, apakah tambahan itu halal?. Sedangkan apabila saya tidak memanipulasi data itu, saat itu saya takut akan penilaian kinerja saya yang terbilang tidak baik karena tidak ada prestasi yang diraih pada restoran tempat saya kerja,” sambungnya.

Hal tersebutlah yang memutuskan Alex harus hijrah dari pekerjaannya. Dirinya hanya menginginkan suatu keberkahan dalam rezeki. Katanya, ia hanya ingin memberikan nafkah untuk keluarga dari rezeki yang berkah.

“Saya dengar ceramah. Kata ustad, ketika kita ingin anak jadi pintar, nurut, hafidz quran, maka berikanlah makan yang berasal dari rezeki yang halal. Saya juga dengar dari Ustad, apabila inginkan keluarga yang Sakinah Mawadah Warahmah, maka berikanlah keluarga makanan yang Halal dari rezeki yang halal,” papar Alex.

Alex mengungkapkan, kepercayaan dirinya tentang rezeki yang tidak pernah tertukar, memutuskan dirinya untuk berbisnis. Katanya, dalam kajian yang pernah ia ikuti, Ustadnya berkata bahwa pekerjaan Rasulullah dahulu adalah berniaga.

“Saya pegang hadist ini ‘Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan’. Rezeki itu ga pernah tertukar. Saya pegang teguh kalimat ini. Sekarang saya membuka usaha Kedai Kopi. Alhamdulillah, hasil bersih yang saya dapatkan sama seperti saat saya bekerja dulu. Plusnya adalah, selain saya mendapatkan keberkahan rezeki, saya juga bisa shalat tepat waktu, bahkan saya bisa membagikan sebagian rezeki dengan mempekerjakan seorang Barista. Selain itu, anak saya yang saat ini masih bersekolah di Sekolah Dasar bisa membaca Quran, menjadi anak-anak yang penurut. Keharmonisan dalam keluargapun sebagai bertambah,” cerita Alex.

Kini, Alex memiliki Keda Kopi yang dinamakan Kedai Koplak (Kopi Laku). Nama itu adalah doa darinya yang berharap kepada Allah atas bisnisnya yang laku, yang di cari banyak orang. Kedai Kopi Koplak berada di Jalan Manunggal XVII No.04E, RT.4 Rw.11, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. (hmz/gomuslim)


Back to Top