Istiqomah Berhijrah, Begini Cerita Mario Irwinsyah Jalani Rumah Tangga Bersama Sang Istri

gomuslim.co.id – Urusan jodoh memang menjadi salah satu dari hal yang sukar diprediksi. Ada yang menikah dengan sahabat sendiri, orang yang baru dikenal, atau bahkan dengan seseorang yang bertahun lamanya menjalin kasih. Namun, pernahkah terbayang akan menikah dengan orang yang jadi musuh bebuyutan selama bertahun-tahun?

Itulah yang dirasakan Mario Irwinsyah dan Ratu Anandita, yang menikah sejak Oktober 2015 silam. Hingga saat ini keduanya kerap merasa tak menyangka dapat menjalani rumah tangga dengan orang yang dulunya sangat tak diinginkan.

Mario Irwinsyah mengakui perseteruan keduanya pun masih sering terbawa hingga ke jenjang pernikahan. “Gimana rasanya menikah dengan orang yang ngga suka. Musuh selama belasan tahun. 16 tahun kita musuhan, jadi bayangkan di rumah itu bisa ya dua hari sekali itu kita berantem, paling lama ya tiga hari sekali,” katanya saat ditemui gomuslim, setelah acara Hijab Motion beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.

 

Perbedaan Setelah Hijrah

Pertengkaran antara Mario dan Dita, justru menemukan titik beda saat keduanya mulai belajar berhijrah. “Kita merasakan sekali perbedaan saat sudah hijrah. Kita jadi tau kalau di dunia ini ga melulu soal benar dan salah. Karena ternyata benar menurut kita itu belum tentu menurut Allah. Akhirnya kita mencoba belajar memahami, supaya kita ngga berantem-berantem lagi,” jelasnya.

Mario menjadi lebih memahami, bagaimana sebaiknya sikap suami menurut Islam. Keributan keduanya malah jauh lebih ‘teratur’ karena keduanya mengikuti aturan Allah dalam Islam.

“Jadi ngerti istri harus gimana suami juga harus gimana, ya sampai sekarang masih sering berantem sih, tapi gimana ya jadi lebih enak aja. Karena tau siapa yang sebaiknya gimana dan sebaliknya. Itu manis banget,” tutur ayah tiga anak ini.

 

 

"Sekarang jadi ngerti aja, misal berantem, itu kalau lewat dari tiga hari, ngga boleh. Atau gini, sering mikir untuk minta maaf duluan karena pahalanya lebih gede, gitu," sambungnya.

Hal tersebut turut diamini istrinya, Dita, kini ia lebih memilih untuk berdamai saat sebelum tidur karena takut dilaknat malaikat. “Misal mau tidur masih berantem, takut dilaknat malaikat.  Kalau dulu sama sekali ngga mikirin itu dan panas terus tiap hari. Itu ngga kebayang buat kami, awalnya," ujarnya.

 

Kisah Awal Hijrah

Mario menuturkan bahwa Dita yang lebih dulu semangat mendalami agama. Awalnya, Mario merasa tambah terganggu karena Dita kerap memintanya shalat jamaah di masjid, berangkat kajian dsb.

“Jadi nambah aja bahan berantem diantara kita,” kata lelaki kelahiran 30 Oktober 1982 ini.

Hingga suatu ketika, Mario ingat salah satu sahabatnya yang mengalami hal serupa yakni retaknya rumah tangga dikarenakan pasangannya mulai berhijrah. “Sahabat saya ini makin ngga bener aja, dan suaminya makin sholeh aja,” jelasnya.

“Disitu saya mulai mikir, wah nggak mau dong aku bagian yang makin nggak benernya, aku pengennya ya kalo jadi bener ya bareng-bareng, tapi memang gengsi sih awalnya,” tambahnya.

 

 

Saat mulai belajar Hijrah, Mario berada di masa kebimbangan karena saat itu masih menjalani syuting sinetron. Hingga akhirnya ia berkesempatan menjadi LO untuk dr. Zakir Naik saat datang ke Indonesia.

“Dari situ saya belajar banyak. Ada orang kaya yang mau sumbangin pesawat untuk Zakir naik, yang kalo sekali beroperasi aja 500 juta, luar biasa pokoknya banyak banget yang sedekah gede-gede,” ujarnya.

“Nah pas pulang ke rumah, kok Dita bilang , ‘wah papa pulang jihad, papa menjaga ulama,’" sambungnya.

Mario mengaku merasa sedikit terketuk dengan ucapan Dita dan merasa semangat untuk menjadi lebih baik lagi.

 

Berusaha Istiqomah

“Kan sering yaa kalau kita baru belajar agama itu ada temen yang ‘cie cie alim’ dan itu bikin nggak PD terus pengen yaudahlah nggak usah gitu,” kata Mario.

Dari hal tersebut, Mario menyadari bahwa poin penting dari istiqomah adalah lingkungan.

“Waktu itu juga kan lagi syuting sinetron, taulah kehidupan syuting tuh gimana masih ketemu si fulanah dan lainnya ngerasa sulit banget menjaga pandangan memang,” paparnya.

Hingga suatu ketika, kontrak di stasiun TV yang dijalaninya tidak diperpanjang. “Dan itu pertama kali saya. Kontrak ngga diperpanjang kok Alhamdulillah,” ujar suami mantan presenter olahraga ini.

Mario juga menceritakan cerita istiqomahnya saat di Jepang bersama teman-temannya. “yang pasti sih pengennya berusaha istiqomah dan kita mohon doanya supaya selalu istiqomah,” tutupnya. (nov/gomuslim)

 


Back to Top