Begini Cerita Hijrah Terry Putri, Banting Setir Jadi Desainer Hingga Aktivis Kemanusiaan

gomuslim.co.id – Terry Putri merupakan salah satu presenter Indonesia yang telah memiliki banyak karya. Ia wara-wiri memandu berbagai acara seperti berita olahraga hingga acara gosip. Selain itu, ia juga populer menjajal beberapa judul film dan sinetron. Multitalenta, nilai yang ada pada dirinya.

Kini, Terry Putri, presenter cantik asal Banjarmasin itu memutuskan untuk berhijrah setelah dinobatkan sebagai artis dan presenter seksi. Dalam masa hijrahnya, Terry sudah menggunakan hijab sebagai langkah tobat dan bukti taatnya kepada Allah SWT serta mengikuti sunnah Rasullullah SAW, seperti isi dalam Alquran surat Al Ahzab (33) ayat 59. Semakin hari, penampilannya semakin tertutup dengan busana muslim syar’i.

Terry Putri memutuskan berhijrah pada 2016 silam karena merasa hatinya tidak tenang dan galau. Dalam kondisi yang tidak kunjung usai itu, ia merasa ada yang salah pada dirinya sehingga hidupnya seperti tidak pernah tenang.

Sebelum menutup aurat, ia menggunakan pakaian minim sesuai instruksi untuk mengisi salah satu acara di televisi. Saat itu, ia kerap kali menerima pelecehan. Kondisi itu yang membuat dirinya risih dan mulai merasa tidak nyaman.

“Sebenernya sih yang salah bukan mereka, tapi saya. Saya mulai merasa saya yang memancing mereka untuk menggoda karena pakaian yang saya gunakan terlalu minim,” kata Terry kepada gomuslim dalam acara Humanity Talkshow baru-baru ini.

 

Terry Putri saat di temui di agenda Humanity Talkshow ACT bersama Aktor Fauzi Badillah

Terry akhirnya menemukan jawaban atas keraguan dan kegalauannya itu dari kitab suci. Ia mengaku menemukan ketenangan setelah membaca Alquran dan memahami artinya. Dari sanalah ia memahami tentang makna kedamaian yang sebenarnya. Ia sadar bahwa ada perintah yang harus dijalani demi menunjukan ketaatan kepada Allah SWT.

“Saya diciptakan Allah. Sudah banyak yang Allah berikan kepada saya. Jadi sudah seharusnya saya taat atas perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,” ungkap Terry.

Ketika memutuskan untuk hijrah tidak lantas masalahnya selesai. Setelah berhijab, kontrak kerja di dunia hiburan terputus. Bayaran selangit pun dia tolak karena syaratnya sangat berat, yaitu harus menanggalkan hijab yang baru dia kenakan.

Tidak hanya itu, pakaian hijab dan menutup rapat aurat itu juga disoal. Cibiran datang silih berganti. Terry dikait-kaitkan dengan statusnya yang masih sendiri. Sampai-sampai ada orang yang berkata 'baju terbuka saja susah cari pasangan, apalagi ditutup'.

Tapi hati Terry tidak goyah. Wajahnya semakin jarang muncul di layar kaca, acara-acara olahraga tak lagi memakai jasanya. Dia hanya sesekali muncul di acara religi, program yang sejalan prinsip hidupnya.

Selain itu, ia berkeyakinan bahwa rezeki yang sudah Allah tetapkan tidak hanya datang dari satu tempat. Ia pun banting setir menjadi seorang desainer hijab. Terry mulai merancang lagi busana yang sudah digelutinya sejak masih kecil.

Benar saja, bakat itu bermanfaat. Dengan ketekunan, dia mendirikan label busana Muslim bernama Territory. Meski baru satu setengah tahun berjalan, dia sudah melenggang ke Amsterdam. Melalui Indonesia Cultural Fashion (ICF), dia pamerkan karya busananya ke mata dunia.

Bukan sekali. Terry juga terbang ke Italia. Dia bawa kain nusantara di dalam busana Muslim. Kariernya di dunia fashion mulai dikenal. Bisnisnya berkembang. Jalan hidupnya semakin lapang.

Kemudian, hal lain yang dilakukannya sekarang adalah menjadi seorang aktivis kemanusiaan di Lembaga Filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Bagi Terry, menjadi aktivis kemanusiaan adalah panggilan hati. Hal ini tentu mengharuskannya terjun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami krisis kemanusiaan di sejumlah wilayah.

“Bersama ACT, ini menjadi jalan ibadah juga. Menjadi aktivis kemanusiaan ini panggilan yang mengharuskan saya bisa bersama mereka saling membantu sesama,” jelasnya.

Bersama ACT, ia berharap dapat mendistribusikan bantuan untuk mengingankan beban mereka yang dilanda krisis kemanusiaan di sejumlah Negara. Saat ini, Terry hanya ingin hidup sebagai muslimah yang berguna bagi agama dan sesama manusia. Harapan mulia agar kehidupannya senantiasa mendapat keberkahan di dunia dan akhirat. (hmz)


Back to Top