Ini Keunggulan dan Kelemahan Investasi Syariah

gomuslim.co.id – Aktivitas ekonomi dan keuangan syariah kini mulai banyak dilakukan masyarakat Muslim Indonesia. Hal demikian seiring bertambahnya pilihan produk yang ditawarkan perbankan syariah maupun lembaga keuangan syariah. Misalnya, saham syariah, reksadana syariah, obligasi syariah, atau jenis investasi syariah lainnya.

Sebagai seorang muslim yang akan melakukan investasi syariah, tentu harus mengedepankan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariat Islam. Sama seperti bisnis, investasi juga memiliki beberapa resiko yang harus ditanggung oleh investor. Karena itu, penting untuk mencari investasi dengan resiko minim sehingga aman serta halal.

Dalam praktiknya, investasi syariah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan investasi yang dilakukan oleh bank konvensional. Namun investasi jenis ini memiliki landasan prinsip syariah yaitu hukum Islam, yang lebih mengutamakan transaksi halal dan tanpa riba. Nah, pada tulisan kali ini, gomuslim akan membahas mengenai keunggulan dan kelemahan investasi syariah. Berikut rangkumannya:

 

Keunggulan Investasi Syariah


1. Terhindar dari Riba

Praktik riba dalam syariat Islam jelas sangat dilarang atau haram. Maka dari itu, investasi syariah tentu jauh dari praktik riba dan mensyaratkan tidak ada unsur riba di dalamnya. Investor akan mendapatkan hasil yang halal dan asli dari jerih payah investasinya. Biasanya keuntungan dari investasi syariah adalah dari praktik bagi hasil.

Jadi keunggulan pertama dari investasi syariah adalah tidak adanya praktik riba, karena prinsip Islam yang dimilikinya. Riba sangat erat kaitannya dengan bunga yang diberikan kepada nasabah oleh pihak bank. Hal ini justru bertentangan dengan prinsip investasi syariah. Keunggulan inilah yang menjadi alasan mengapa banyak orang melirik investasi syariah.

 

2. Mengedepankan Prinsip Halal

Keunggulan kedua dari investasi syariah adalah pengelolaan investasinya yang halal. Tidak heran jika investasi syariah disebut juga investasi halal, karena karena pengelolaan investasinya menjamin halal seutuhnya dari hasil yang diperoleh.

Prinsip syariah yang dijalani investasi ini mampu membawa manfaat untuk dunia dan dapat dipertanggungjawabkan dalam agama Islam. Karena itu, investasi syariah sangat cocok bagi setiap Muslim karena menjamin harta yang diperolehnya. Tidak sekadar memikirkan keuntungan, namun pada dampaknya pula.

Jika berinvestasi menggunakan tata cara investasi syariah, investor dan penanam modal akan terjamin dengan perputaran uang yang halal. Perputaran uang halal ini dijamin, sebab investasi syariah berpedoman dengan cara-cara dan syarat yang mengikuti hukum serta ketentuan dari Islam.

Investasi syariah didahului dengan akad alias perjanjian dari kedua pihak, serta dibahas terlebih dahulu dan diusahakan agar terhindar dari hal-hal yang diharamkan oleh syariat Islam, sehingga, antara pihak-pihak yang berinvestasi maupun yang menanamkan modal dapat merasa aman dan terjamin dalam menanamkan perputaran uang mereka.

 

3. Minim Risiko dan Bebas Penipuan

Setiap kegiatan investasi dan bisnis selalu memiliki risiko yang berbeda-beda. Namun, investasi syariah menggunakan perhitungan berdasarkan unsur kekeluargaan, sehingga bisa meminimalisir resiko yang kemungkinan terjadi.

Investasi yang diandalkan berdasarkan prinsip syariah bisa dijamain bebas dari penipuan karena pelaksanaannya dilakukan secara transparan sehingga semua nasabah mengetahui prosedurnya, sehingga seiapapun yang memanfaatkan investasi ini tidak perlu khawatir dengan penipuan, riba dan sejenisnya. Maka tidak heran, banyak umat Islam yang memanfaatkan investasi ini.

Kepercayaan dari masing-masing pihak adalah tonggak utama. Kepercayaan ini dibantu dengan penegakan syariat dan tata cara Islam sebagai prinsip utama dalam menjalankan investasi syariah. Investasi syariah jelas memperkecil resiko yang didapat oleh masing-masing pihak.

Hal ini karena investasi syariah berusaha menghindarkan pihak-pihak yang berinvestasi dari hal-hal yang sangat rawan dan mendekati hal yang dilarang. Ketika investasi berjalan, kedua pihak akan sama-sama merasa diuntungkan dengan investasi tersebut karena investasi syariah berusaha menjauhkan pihak-pihak tersebut dari hal yang haram dalam mengelola bisnis dan keuangan.

 

4. Mengedepankan Kegiatan Sosial

Keunggulan keempat dari investasi syariah ini adalah bisa digunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan sosial. Investasi syariah tidak hanya memberikan manfaat bagi para nasabahnya saja melainkan juga untuk orang lain.

Investasi ini bisa menjadi penggerak untuk meningkatkan kualitas ekonomi dengan jalan mengurangi pengangguran di Indonesia. Itulah mengapa investasi syariah sangat penting untuk dilakukan oleh umat muslim, karena nilai ibadahnya sangatlah tinggi. Sehingga dunia dan akhirat anda akan berjalan secara seimbang.

 

Baca juga:

Hukum Investasi Properti dalam Islam

 

5. Ada Kejelasan

Investasi syariah berprinsip pada tata cara dan hukum yang disyariatkan oleh Islam. Dengan demikian, investasi syariah berpedoman pada kejelasan setiap ketentuan yang tertera. Kejelasan ini dimaksudkan agar setiap pihak yang berinvestasi mendapatkan kepastian serta keterangan yang jelas sebelum memulai atau menjalankan investasi.

Kejelasan ini juga berguna untuk menghindarkan fitnah kepada masing-masing pihak selama investasi berlangsung. Kedua pihak juga berhak untuk mendiskusikan hal-hal yang sangat kritis dan rawan di dalam proses persetujuan investasi. Jadi, masing-masing pihak mendapat kepastian serta kejelasan mengenai kesepakatan-kesepakatan yang berhubungan dengan investasi di antara keduanya.

 

6. Tidak Ada Praktek Gharar dan Maisyir

Selain riba, praktik gharar dan maisyir merupakan hal yang paling dihindari oleh investasi syariah. Ketiga praktik ini sangat rawan ditemui di dunia investasi konvensional. Pihak penanam modal tidak akan mendapat kejelasan mengenai keuntungan, kerugian maupun kesepakatan-kesepakatan yang berada pada kedua belah pihak.

Dikhawatirkan, ketika investasi sudah diselesaikan, maka tertinggal masalah di antar kedua pihak yang terjadi di kemudian hari. Masalah-masalah tersebut hendaknya diselesaikan saat investasi sedang berjalan.

Namun karena tidak ada kepastian dan ada tiga praktik yang terselubung, kesepakatan tersebut menjadi tertinggal dan tidak mempunyai kejelasan. Kelak, praktik-praktik tersebut malah akan mendatangkan kerugian yang amat sangat. Karena itu, praktik semacam ini sangat dihindari oleh investasi syariah.

 

7. Manajemen Islami

Keunggulan investasi syariah selanjutnya adalah semua proses dan pengelolaan pada bank syariah haruslah didasarkan atas syariat Islam. Nasabah tentu akan merasa lebih aman dan nyaman saat memilih investasi syariah.

 

8. Ada Aturan Perundang-Undangan

Adanya dasar hukum yang jelas, tercantum dalam UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dalam praktiknya, penyelenggaran investasi mendapatkan pengawasan secara langsung dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

 

Kelemahan Investasi Syariah

Selain dari sisi keunggulan, investasi syariah juga memiliki kelemahan. Namun, hal ini tidak lantas membuat investasi konvensional lebih baik daripada investasi syariah. Keduanya memiliki risiko berbeda. Berikut kelemahan dan risiko dari investasi syariah:

 

1. Resiko Kehilangan Modal

Ketidakpastian di masa depan membuat pendapatan investasi bisa untung juga bisa rugi. Jika menguntungkan, maka harta yang diinvestasikan otomatis akan bertambah, namun jika sebaliknya yang terjadi, maka nilai harta yang diinvestasikan akan menurun. Begitu pun dalam investasi syariah, bisa saja investor mengalami kerugian jika nilai turun.

 

2. Return Tidak Pasti

Berbeda dengan investasi konvensional yang menjanjikan imbal balik atau return yang tetap setiap bulan atau jangka waktu tahunan, investasi syariah justru sebaliknya. Sifat returnya tidak pasti mengikuti tren pasar yang naik turun.

Resiko investasi syariah selanjutnya adalah adanya ketidakpastian pada keuntungan dari berbagai sarana investasi yang ada. Resiko ini masih menyangkut pada resiko diatas, namun lebih terfokus pada keuntungan yang akan diperoleh dari investasi berbeda-beda.

 

3. Sulit Menjual Produk Investasi

Yang paling ditakuti saat orang berinvestasi yaitu ketika produk investasi yang dibeli sulit untuk dijual atau diuangkan kembali. Karena itu, banyak beberapa orang yang lebih memilih emas sebagai produk investasi karena dianggap lebih mudah dijual kembali.

Itulah beberapa penjelasan mengenai bentuk-bentuk investasi syariah serta keunggulan dan resiko yang dimilikinya, semoga investasi syariah bisa menjadi pilihan terbaik untuk Anda yang akan memilih investasi jenis ini.

 

4. Berkurangnya Nilai Riil Suatu Modal Investasi

Karena investasi syariah menggunakan sistem bagi hasil dan tidak memberlakukan adanya riba, maka nilai riil modal waktu yang anda tanam dulu akan kembali kepada nilai yang sama. Namun untuk jaman sekarang tentu akan berubah nilainya mengikuti perkembangan nilai pasar sekarang.

 

Sumber:

Elif Pardiansyah. UIJ. Investasi dalam Perspektif Ekonomi Islam. Economica: Jurnal Ekonomi Islam – Volume 8, Nomor 2 (2017)

Syafi'i Antonio. 2001. Bank Islam Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.

Hidayat, Taufik. 2011. Buku Pintar Investasi Syariah. Jakarta: Mediakita.

Yuliana, Indah. 2010. Investasi Produk Keuangan Syariah. Malang: UIN Maliki Press.

Dasar Investasi, Tokopedia, Centra Usaha.

 

 

Baca juga:

Catat, Begini Anjuran Investasi dalam Islam

Komentar

  • Nindhita Yusvantika

    7 April 2020

    Investasi Syariah

    Artikel yang menarik dan bermanfaat. Salah satu dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Indonesia menjelaskan beberapa produk investasi syariah yang dapat kita pilih apabila ingin berinvestasi tanpa takut khawatir. Untuk artikel lebih lengkapnya akan saya bagikan link artikel di bawah ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. http://news.unair.ac.id/2020/02/20/ingin-investasi-tapi-takut-riba-produk-investasi-syariah-mungkin-bisa-jadi-pertimbangan/ Sekian dan Terima Kasih


    Reply


Tulis Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top