Masjid-Masjid Dunia (7)

Masjid Shah Faisal Islamabad: Masjid Tanpa Kubah Laksana di Bawah Bukit Margala Pakistan

gomuslim.co.id- Umumnya sebuah Masjid memiliki kubah sebagai ciri khasnya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Masjid terbesar di Asia Selatan ini. Ya, inilah Masjid Shah Faisal. Masjid Nasional Pakistan yang berdiri megah di bawah Bukit Margala, kaki bukit yang paling barat dari Pegunungan Himalaya. Bukit ini terletak di bagian utara kota Islamabad, ibukota Pakistan yang menggantikan kota Karachi.

Bentuknya seperti tenda raksasa yang terinspirasi dari tenda suku Beduin Arab. Kemegahanya tampak agung dengan pilar-pilar beton raksasa dan menara-menaranya yang menjulang tinggi mencakar langit. Masjid dengan arsitektur modern dan unik tanpa kubah tradisional ini merupakan buah karya dari seorang arsitek ternama Turki, Vedat Dalokay. Ia adalah pemenang anugerah The Aga Khan Architectural Award.

Sejarah

Masjid ini tidak lepas dari Raja Faisal Bin Abdul Aziz Arab Saudi. Pemberian nama Masjid kepadanya dilakukan karena telah mendukung rencana pembangunan tempat ibadah Nasional oleh pemerintah Pakistan pada tahun 1966. Saat itu sang raja tengah melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke Pakistan.

Tiga tahun setelah itu, tepatnya di tahun 1969 diselenggarakan sayembara internasional yang diikuti oleh arsitek internasional dari 17 negara. Mereka kemudian menyerahkan 43 proposal rancangan. Setelah empat hari penjurian, terpilih karya arsitek Turki Vedar Dalokays sebagai pemenang sayembara.

Pembangunan Raja Faisal masjid dimulai pada tahun 1976 oleh National Construction of Pakistan dipimpin oleh Azim Khan, menghabiskan dana lebih dari 130 juta Riyal Saudi Arabia atau sekitar 120 juta Dolar Amerika. Keseluruhan dana pembangunan masjid tersebut ditanggung oleh pemerintah Saudi Arabia.

Keseluruhan proses pembangunan masjid ini selesai dilaksanakan pada tahun 1986 dan menjadi markas bagi International Islamic University. Begitu banyak kritikan terhadap masjid ini dari kalangan muslim yang berpandangan konservatif, terutama karena bentuknya yang tidak lazim dengan ketiadaan kubah besar layaknya sebuah masjid yang dikenal secara universal.

Namun semua kritikan tersebut kemudian lenyap ketika masjid ini selesai dibangun dan menghasilkan sebuah bangunan masjid yang begitu besar, megah dan ditambah lagi dengan pemilihan lokasi yang begitu menarik dengan menjadikan bukit Margalla di latar belakangnya.

Arsitektur

Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi ini, secara arsitektural, memasukkan gaya Asia Selatan, Arab, dan Turki. Dengan perpaduan ini, bisa dikatakan bahwa Masjid Shah Faisal merupakan salah satu contoh arsitektur Islam modern di dunia.

Masjid ini mampu menampung 10 ribu jemaah di ruang sholat utama, 24 ribu jemaah di di area portico, 40 ribu jemaah di halaman tengah dan 200 ribu di area penghubung. Meskipun daya tampung ruang utama masjid ini lebih kecil dibandingkan dengan masjid Hassan II di Casablanca (Maroko), namun masjid Raja Faisal ini memiliki daya tampung terbesar di area penghubung nya setelah Masjidil Harram dan Masjid Nabawi.

Hadir tanpa bangunan kubah atau dome seperti lazimnya masjid tradisional, masjid ini memilih hadir garis-garis modern kontemporer bercampur dengan tenda tradisional khas Beduin.  Semua dituangkan dalam ruang shalat yang luas berbentuk segitiga dengan empat menara.

Minaret meminjam desain bentuk mereka dari tradisi Turki. Minaret yang kurus dan mirip pensil. Masing-masing empat minaret tingginya 80 meter, menara tertinggi di Asia Selatan dan berukuran 10 x 10 m.

Dalokay mengajak untuk membayangkan puncak masing-masing empat minaret sebagai sudut tertinggi Kakbah. Maka akan terbentuk Kakbah imajiner ditampilkan oleh empat minaret pada empat sudut dari ketinggian hingga dasarnya. Masjid Faisal menyesuaikan diri dengan bentuk Kakbah secara proporsional.

Interior ruang utama ditutupi dengan lantai marmer putih dan dihiasi dengan mosaik dan kaligrafi oleh seniman Pakistan, Sadeqain, dan lampu gantung khas Turki. Pola mosaik memperindah dinding barat. Kaligrafi ayat ditulis lebih dulu di dinding barat dan ayat lain tertulis dalam tulisan kufi awal diulang dalam pola gambar cermin. Keindahan dari rancangan sederhana yang terpilih.

Sarana dan Fasilitas

Masjid Raja Faisal dilengkapi dengan beragam fasilitas termasuk perpustakaan, museum, ruang kuliah, kafetaria dan Universitas Islam Internasional yang mampu menampung 700 mahasiswa. Di bawah tanah tembok masjid ini dilengkapi dengan kolam kolam refleksi yang berfungsi sebagai pengatur suhu udara di dalam masjid dengan mengatur ketinggian permukaan air di masing masing kolam. Sedangkan di ruang utama masjid di hias dengan lampu gantung ukuran besar seberat 7,5 ton dan dihias dengan 1000 bola lampu listrik.

Satu hal yang lain dari masjid ini adalah disediakannya ruang shlat khusu untuk wanita, sesuatu yang sangat jarang terjadi di Pakistan dimana wanita lebih di anjurkan untuk melakukan sholat di rumah. Ruang sholat wanita ini di hias dengan pualam putih dan hitam yang sengaja didatangkan dari Yunani. Sedangkan halaman tengah masjid di tutup dengan granit Italia. (njs/dbs)

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top