Tokoh Ilmuwan-Ilmuwan Muslim (12)

Tsabit bin Qurrah, Astronom dan Ahi Geometri Asal Turki

gomuslim.co.id- Ilmuwan Muslim yang satu ini adalah seorang yang ahli matematika, astronomi, dan kedokteran. Bahkan ia disebut-sebut mengungguli semua dokter pada masanya. Dia juga termasuk salah satu dari penerjemah terkemuka yang memikul tanggung jawab mengalihkan berbagai macam ilmu dari bahasa latin ke dalam bahasa Arab pada masa kejayaan terjemah. Namanya Abu Al-Hasan bin Marwan Tsabit bin Qurrah Al-Harrani atau lebih dikenal sebagai Tsabit bin Qurrah.

Dia dilahirkan di Harran, suatu tempat yang terletak di antara sungai Dajlah dan Furat di Turki pada tahun 221 H (836 M), dari keluarga Ash-Shaibah. Tsabit telah menampakkan kecerdasannya sejak usia dini ketika dia masih belajar ilmu.

Pada suatu hari, dia berbeda pendapat dengan kelompoknya tentang beberapa hal yang membuat mereka menganggapnya telah keluar dari kelompoknya sehingga mereka melaranggnya untuk masuk ke tempat peribadatan mereka. Dia lalu hijrah ke suatu daerah yang disebut Kafrutuma.

Di tempat tersebut, dia bertemu dengan seorang ilmuwan besar dalam bidang matematika, Muhammad bin Musa al-Khawarizmi yang merasa kagum dengan kecerdasan Tsabit. Dia memang memiliki kesiapan mental dan akal untuk belajarm hingga akhirnya al-Khawarizmi mengajaknya ke Baghdad.

Pendidikan dan Kedudukannya

Di Badhdad, kiblat ilmu pada saat itu. Tsabit bin Qurrah mengajarkan ilmu matematika, astronomi, kedokteran dan filsafat. Dia kemudian bergabung di sekolah Musa bin Syakir untuk mengajarkan ilmu yang dikuasainya. Dia selalu mendapatkan pujian atas apa yang diajarkannya. Tsabit lalu dikenal dengan sebutan khusus sebagai dokter. Akan tetapi sebagian besar karya dan penemuannnya terdapat dalam ilmu matematika dan astronomi.

Kemampuannya sebagai seorang dokter, atronom, ahli matematika dan filsuf terdengar ke telinga Khalifah Dinasti Abbasiyah bernama Al-Mu’tadh. Khalifah lalu memanggilnya ke Istana dan mengumpulkannya bersama para astronom lainnya. Akan tetapi dia mengungguli mereka semua.

Dia telah menunjukan kemampuannya dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, sehingga menambah kecintaan Al-Mu’tadh kepadanya dan memberinya jabatan yang tinggi. Bahkan dia didudukan di samping khalifah sambil bersenda gurau dengannya, tanpa keikutsertaan para menteri dan orang-orang dekatnya.

Tsabit termasuk di antara salah seorang yang bekerja di teropong milik Khalifah Al-Ma’mudn di Baghdad. Di sini dia mmbuat teori kecenderungan persamaan siang dan malam pada musim semi dan musim gugur. Kedudukan Tsabit yang tinggi di Istana sangat berpengaruh dalam mengangkat derajat Ash-Shaibah, dengan munculnya seorang ilmuwan dari kalangan mereka.

Tsabit merupakan ilmuwan yang menjadi pelanjut dan penyempurna atas karya-karya al-Khawarizmi. Ia mengikuti metode-metode dan dasar-dasar yang telah dirintis oleh al-Khawarizmi tentang Mu’dalah pangkat dua, sehingga memungkinkan baginya memakai geometri dari uraian pangkat tiga. Pada abad XVI metode Tasbit ini dilanjutkan oleh seorang sarjana Italia bernama Geerowlamo Cardan dalam menguraikan persamaan pangkat tiga. Dengan tegas ia mengakui Tsabit bin Qurrah adalah orang pertama yang menciptakan integral Calculus dan Differential Calculus.

Karya Tsabit Bin Qurrah

Tsabit Bin Qurrah banyak melakukan penerjemahan karya-karya ilmuwan Barat seperti Apollonius, Archimedes, Euclid, dan Ptolemy. Meski bertugas untuk menerjemahkan karya-karya besar Thabit bin Qurrah memainkan peran penting dalam penemuan hitungan integral, geometri analitik, kalkulus, dalil trigonometri lingkaran, konsep angka-angka riil dan mengusulkan beberapa teori yang mengarah ke pembangunan non-Euclidean geometri.

Dalam bidang matematika, Tsabit bin Qurrah menerjemahkan banyak karya ahli matematika Yunani, seperti Appollunius, Euclid, Archimedes, dan Ptolemaios. Ia juga mengomentari buku Elements dari Euclid dan buku Ptolemy yang berjudul Geograpia.

Selain menerjemahkan karya Yunani, Karya Tsabit bin Qurrah juga menghasilkan karya berjudul  Kitab al-Mafrudat (Kitab Data). Buku ini sangat populer di Abad Pertengahan yang berisi penjelasan seputar geometri dan aljabar geometri.

Dalam Kitab Fi Ta'lif an-Nisab (buku tentang susunan rasio) Tsabit menjelaskan tentang  teori senyawa rasio. Teori ini kemudian melahirkan gagasan bilangan real dan untuk penemuan kalkulus integral.

Salah satu karya Thabit yang fenomenal di bidang geometri adalah bukunya yang berjudul  The Composition of Ratios (Komposisi rasio). Dalam buku tersebut, Thabit mengaplikasikan antara aritmatika dengan rasio kuantitas geometri. Pemikiran ini, jauh melampaui penemuan ilmuwan Yunani kuno dalam bidang geometri.

Sebagai ahli astronomi, Tsabit mengatakan bahwa gerakan planet-planet itu memengaruhi gelombang bumi. Gelombang bumi terjadi 26 tahun sekali. Sejak 5.000 tahun yang lalu, para ahli perbintangan Mesir telah menemukan sebuah bintang yang mendekat ke kutub utara, yang disebut dengan Alfa Al-Tanim. 

Pada tahun 2.100 M nanti, bintang tersebut akan menjauhi kutub utara. Baru nanti pada 14.000 M, akan muncul bintang utara lagi yang bernama al-Nasr. Bintang ini merupakan bintang utara yang paling terang. Tsabit menentukan garis lintang dengan mengukur naiknya lintang kutub. Ia mendapatkan ukuran dua lintang utara dan selatan sepanjang 56 mil. Berkaitan dengan luas bumi, dia  menggunakan garis bujur dan lintang yang memberi inspirasi kepada para pelaut, seperti Colombus, untuk melakukan pelayaran keliling dunia.

Penemuannya yang tak kalah penting adalah adalah jam matahari (Mazawil al-Syamsiyah), karena menggunakan sinar matahari untuk menghitung perbedaan waktu, dan menentukan waktu salat. dengan cara menancapkan sepotong kayu atau seseorang berdiri di bawah terik matahari. Apabila bayangan kayu atau orang tersebut, condong kea rah barat sedikit, berarti sudah menunjukkan datangnya waktu zuhur. Bayangan kayu atau orang tersebut tidak akan nampak, saat matahari tepat berada di atasnya ketika berada di titik 33,5 derajat antara lintang utara dan selatan.

Tsabit juga dikenal sebagai pendiri ilmu keseimbangan. Hal ini karena kitabnya yang berjudul Kitab Fi' al-Qarastun (buku keseimbangan balok). Inilah karyanya yang monumental dalam bidang ilmu mekanik.

Karyanya ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gherard dari Cremona dan menjadi sangat populer di Dunia Barat. Ia juga dikenal sebagai penemu ilmu statistik.

Dalam astronomi, Tsabit menulis banyak risalah tentang pergerakan matahari dan bulan serta jam matahari. Ia juga mengukur luas bumi dengan menggunakan garis bujur dan garis lintang secara teliti.

Penemuan Tsabit tersebut memberikan inspirasi kepada para pelaut, seperti Colombus, untuk melakukan pelayaran keliling dunia yang dimulai dari Laut Atlantik. Berkat penemuan tersebut, para pelaut bisa memastikan jika mereka tidak akan tersesat dan kembali ke tempat semula.

Penemuan penting Tsabit yang lain adalah jam matahari. Jam ini menggunakan sinar matahari untuk mengetahui peredaran waktu dan menentukan waktu shalat. Tsabit juga membuat kalender tahunan berdasarkan sistem matahari. Karya Tsabit dalam astronomi yang terkenal berjudul: Concerning the Motion of the Eighth SphereIa.

Tsabit Bin Qurrah meninggal pada 18 Februari 901 di Baghdad. Meski begitu, jasa dan kontribusinya dalam beragam ilmu hingga kini masih dikenang. (njs/dbs)

Sumber:

-Rida, Muhyiddin Mas. 2012. 147 Ilmuwan Terkemuka Dalam Sejarah Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Cet. Kedua (Terjemahan dari Kitab Abaqirah Ulama’ Al-Hadharah wa Al-Islamiyah Karya Muhammad Gharib Gaudah, Maktabah Alquran)

-Basori, Khabib. 2009. Ilmuwan-Ilmuwan Muslim Pengubah Zaman. Klaten: Penerbit Cempaka Putih. Cet. Kedua.

-Hadi, Saiful. 2013. 125 Ilmuwan Muslim Pengukir Sejarah. Jakarta: Insan Cemerlang dan Intimedia Cipta Nusantara. Cet. Pertama  

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top