#IndahnyaIslam (5)

Dari Masjid Sampai Praktik Ekonomi Syariah, Begini Geliat Peradaban Islam di Negeri Ratu Ellizabeth

 

gomuslim.co.id- Islam merupakan agama terbesar kedua di negara Inggris. Pertumbuhan populasi muslim dalam satu dekade terakhir terlihat cukup signifikan. Hal ini tidak terlepas dari geliat dakwah yang terus dilakukan oleh komunitas muslim di Negeri Ratu Ellizabeth itu.    

Dalam 10 tahun terakhir, Islam telah tumbuh. Ada ribuan warga Inggris yang menjadi mualaf. Berdasarkan sensus pada tahun 2011 yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris, umat Islam di negara tersebut meningkat dari 3 persen menjadi 4,8 persen atau sekitar 2,7 juta orang. Bahkan, diperkirakan sudah menembus angka 3 juta jiwa pada tahun 2014.

Angka ini berbanding terbalik dengan jumlah pemeluk agama mayoritas di sana yang justru mengalami penurunan drastis. Daily Mail bahkan pernah menyebutkan kalau Islam kelak akan menjadi agama yang dominan di Inggris. Hal itu merujuk pada fakta bahwa banyaknya gereja di London yang kosong, sedangkan masjid di London justru selalu penuh sesak oleh jamaah.

Sejarah Masuknya Islam ke Inggris

Islam mulai masuk ke Inggris sekitar abad 16 yang berawal dari imigran dari Yaman, Gujarat, dan negara Timur Tengah. Setelah dibukanya Terusa Suez pada tahun 1869 dan ekspansi colonial yang dilakukan oleh pemerintah Inggris, pada pendatang muslim semakin lama semakin banyak dan mulai membentuk pemukiman baru di kota-kota pelabuhan, seperti Cardiff Shout Shields (dekat Newcastle), London, dan Liverpool.

Seiring berjalan waktu, umat muslim yang berada di Inggris membuat masjid, walaupun hanya beberapa masjid yang baru dibangun. Mereka juga banyak melakukan kegiatan sosial dan berpartisipasi di universitas yang ada di negara ini.

Imigrasi muslim ke Inggris mulai berlangsung pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 melalui pendaratan para pelaut yang direkrut oleh East India Company (Perusahaan India Timur) dari Yaman dan Gujarat.

Pendirian Masjid Pertama London

Menjelang berakhirnya Perang Dunia I, Lord Headley dan beberapa pemimpin muslim di Inggris mendiskusikan ide pendirian masjid terbesar di kota London. Untuk merealisasikan pendirian masjid dan penggalangan dana, mereka mendirikan lembaga London Nizamiah Trust pada tahun 1928.

Namun, upaya ini tidak berjalan lancar, sampai berakhirnya Perang Dunia II masjid belum didirikan. Tanah tempat masjid itu akan dibangun, disumbangkan oleh Raja Inggris George VI di kawasan Regent Park sebagai balas budi sang raja kepada penguasa Mesir yang juga menyumbangkan tanah untuk pendirian katedral Anglikan terbesar di Kairo.

Pada November 1944, George VI membuka Islamic Cultural Centre. Lalu, pada tahun 1947, sekitar 13 duta besar dari negara-negara muslim mendirikan lembaga Central London Mosque Trust untuk mencari dana dan mendirikan masjid itu. Akhirnya, peletakan batu pertama masjid bisa dimulai tahun 1954. Namun karena berbagai kendala keuangan dan teknis, masjid itu baru selesai pada tahun 1977. Setelah berhasil diselesaikan, masjid ini menjadi bangunan tempat ibadah kaum muslimin terbesar di Inggris.

Perkembangan Islam di Inggris dalam Bidang Sosial Budaya

Dalam sejarahnya, pesatnya perkembangan agama Islam di Inggris dikarenakan pemindahan Universitas Islam Toledo di Spanyol ke Inggris. Sejak itu, Inggris memiliki Universitas Cambridge dan Oxford.

Tokoh yang amat berjasa dan aktif dalam penyebaran ilmu pengetahuan agama Islam ialah Pekus al-Ponsim yang kemudian menjadi dokter istana Raja Henry I. saat itu, pengembangan ajaran Islam dilakukan setiap hari libur, seperti hari Sabtu dan Ahad, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Dalam kebijakannya, pemerintah inggris secara tegas membebaskan seluruh warganya untuk memeluk dan menjalankan ajaran agamanya. Artinya, setiap warga negara Inggris tidak dibatasi dan dilarang untuk memeluk agama apa pun.

Ada beberapa organisasi-organisasi Islam yang banyak berperan menyosoalisasikan Islam melalui gerakan dakwah dan kampanye budaya. Hal ini menarik perhatian bagi rakyat Inggris sehingga banyak penduduk pribumi Inggris yang tertarik memeluk Islam. Organisasi tersebut diantaranya adalah:

  1. The Islamic Council Europe (Majelis Islam Eropa) yang bertugas sebagai pengawas Kebudayaan Eropa.
  2. The Union of Moslem Organization (Persatuan Organisasi Islam Inggris)
  3. The Association of British Moslems (Perhimpunan Muslim Inggris)
  4. Islamic Foundation dan Moslem Intitute

Perkembangan Islam di Inggris cukup mendapat banyak apresiasi dalam hal kehidupan sosial budaya di Inggris yang mayoritas non muslim, tidak terlepas oleh karakteristik ajaran Islam yang sangat toleran, inklusif, dan sangat menghargai hak-hak kemanusiaan. Maka wajar jika Pangeran Charles, putra mahkota Inggris, mengungkapkan apresiasinya bahwa prinsip-prinsip yang dianut dalam Islam akan mampu menyelamatkan dunia.

Bukti Perkembangan Islam di Inggris

Meskipun umat di Inggris sering mendapatkan perlakuan diskriminatif, namun fakta menunjukan bahwa agama ini berkembang pesat di sana. Berikut beberapa fakta perkembangannya:

1. Pengenalan Dunia Islam di London

Untuk menunjukan eksistensi umat Islam di Inggris, beberapa kegiatan dan promosi dilakukan, misalnya pernah diselenggarakan world of Islam festival di kota London dari bulan April hingga akhir Juni tahun 1976. Panitia penyelenggara berhasil mengumpulkan barang-barang kebudayaan Islam dari 30 negara Islam yang berasal dari 250 museum, perpustakaan, dan koleksi pribadi. Selain ditampilkan pula kekayaan literatur dan arsitektur dunia Islam dari abad ke abad.

Penggagas dari pengenalan budaya-budaya Islam tersebut adalah World of Islam Festival Trust, suatu badan pecinta kebudayaan, yang diketuai oleh seorang diplomat dan pakar bahasa Arab Sir Harold Beeley.

2. Jumlah Penduduk dan Masjid di Inggris

Pada tahun 1951, penduduk muslim di negara itu diperkirakan baru mencapai 23 ribu jiwa. Sepuluh tahun kemudian, populasi penduduk muslim menjadi 82 ribu dan pada tahun 1971 sudah mencapai 369 ribu jiwa. Pada tahun 2014, jumlah penduduk muslim di Inggris diperkirakan sudah mencapai angka 3 juta jiwa.

Di kota London, penduduk muslim merupakan komunitas cosmopolitan yang terdiri dari berbagai macam latar belakang kebudayaan. Hampir separuh dari jumlah keseluruhan kaum muslim di Inggris tinggal di London dan sekitarnya. Sekitar dua pertiga sisanya bermukim di West Midlans, Yorkshine, Glasgow, dan wilayah di sekitar Manchester.

Pembangunan tempat ibadah juga menunjukan angka yang signifikan. Pada akhir 1960, di Inggris hanya tercatat 9 masjid sebagai tempat ibadah, dan hanya bertambah 4 masjid lagi selama 5 tahun berikutnya. Tetapi pada 1966, terdapat loncatan sehingga jumlah masjid terus bertambah 8 buah tiap tahunnya. Secara kuantitatif, jumlah masjid di wilayah Inggris diidentifikasi oleh M Ali Kettani, ada sekitar 100 Masjid di daerah London Raya, 50 di Lanchashire, 40 di Yorkshire, dan 30 di Midlands, ada 3 Masjid di Skotlandia, dan 2 di Wales, serta satu di Belfast.

3. Perusahaan Asuransi Islam Pertama di Inggris

Pada April 2013, perusahaan asuransi Islam untuk pertama kalinya dibuka di Inggris. Hal ini seiring perkembangan Islam yang semakin pesat  dan berimbas pada penerimaan putra-putri minoritas muslim di negara-negara Barat.

Langkah tersebut diumumkan setelah Kementerian Keuangan Inggris bertekad untuk membuka kegiatan keuangan berbasiskan pada sistem Islam, dengan target bertumbuhnya investasi dan kemajuan ekonomi di Inggris. Sekaligus keinginannya agar Inggris menjadi negara Eropa pertama yang membuka aktivitas keuangan berupa asuransi sesuai dengan syariat Islam yang mengharamkan riba.

Selain praktik asuransi Islam, sebelumnya, telah didirikan bank-bank dan bentuk-bentuk transaksi keuangan berbasiskan syariat Islam. Semenjak didirikan, praktik bidang keuangan Islam telah membuktikan keberhasilannya dalam menjalankan usahanya, serta berhasil menyedot nasabah dan investor di seluruh dunia. (njs)

Sumber: Abdul Syukur Al-Azizi. 2017. Sejarah Terlengkap Peradaban Islam. Yogyakarta:Noktah

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top