#IndahnyaIslam (15)

Jamin Kebebasan Beragama, Begini Perkembangan Islam di Austria

gomuslim.co.id- Membahas perkembangan Islam di Benua Biru memang tidak akan ada habisnya. Meski di sejumlah negara benua biru,  Islam merupakan agama minoritas, tetapi sejatinya catatan sejarah menunjukan hal menakjubkan. Pertumbuhan populasi muslim terus meningkat setiap tahunnya. Salah satunya adalah di negara Austria.

Geliat dakwah di negara yang terkurung daratan di tengah-tengah Eropa Tengah ini pun cukup baik. Hal demikian terlihat dari semakin banyaknya Masjid dan sekolah-sekolah Islam yang tersebar di sejumlah kota di Austria.

Kebebasan beragama di Austria sendiri cukup terjamin. Persoalan keagamaan mendapat perhatian serius, sebagai contoh bahwa pelajaran keagamaan diajarkan di sekolah pemerintah, termasuk pelajaran agama Islam yang diajarkan oleh guru keturunan Turki.

Sejarah Islam di Austria

Sejarah Islam di Austria terbilang cukup panjang, sejak tahun 1525 ketika sultan Ottoman mencoba menyerang kekaisaran Austria. Meskipun usaha ini gagal, Islam mempengaruhi budaya Austria secara signifikan, dan banyak orang Austria masuk Islam.

Dalam sejarah modern, imigrasi ke Austria, terutama dari Turki dan negara-negara Eropa Timur, meningkat setelah konferensi Berlin 1878, yang mengasimilasi populasi Islam ke Kekaisaran Austria-Hungaria, dan pendatang baru disambut oleh pihak berwenang, yang memberi mereka jumlah maksimum kebebasan beragama. Setelah Perang Dunia Kedua, gelombang baru imigran Muslim tiba di Austria untuk menjadi buruh yang membantu merekonstruksi negara.

Setelah 1964, "pekerja tamu" datang, khususnya dari Turki, Bosnia dan Herzegovina, dan Serbia, serta dari negara-negara Arab dan Pakistan, yang berjumlah sedikit. Juga matrikulasi siswa dari negara-negara Muslim meningkat di universitas-universitas di Austria.

Selama tahun 1970an, imigrasi meningkat sebagai akibat dari ledakan ekonomi. Tercatat pada tahun 1971, sebanyak 0,3 persen warga tercatat resmi sebagai muslim. Gelombang terakhir imigran Muslim tiba di awal 1990an dari Yugoslavia. Pada tahun 1991, populasi muslim meningkat menjadi 2 persen.

Populasi Muslim di Austria

Austria mempunyai populasi penduduk sekitar delapan juta orang. Dari total populasi itu, 4,22 persen diantaranya memeluk agama Islam. Islam memang agama minoritas di Austria. Sensus tahun 2001, Islam berada di posisi keempat setelah umat Katolik (73,6 persen), tidak beragama (12 persen), dan Protestan (4,7 persen).

Dari angka 4,22 persen tersebut, kelompok terbesar adalah keturunan Turki (134.210 orang Turki), diikuti oleh orang Bosnia (96.210 orang). Kebanyakan Muslim datang ke Austria setelah tahun 1960 sebagai "pekerja tamu" dari Turki, Bosnia dan Herzegovina dan Serbia. Ada juga orang yang berasal dari keturunan Arab dan Pakistan.

Daerah paling barat Bundesland Vorarlberg yang dipenuhi dengan pekan-pekan industri serta desa-desa kecil telah memiliki kepemilikan saham Muslim yang tertinggi di negara ini dengan jumlah 8.36 persen. Hal ini diikuti oleh ibu kota Wina dengan 7,82 persen.

The Bundesländer pusat Salzburg, Upper Austria, Tyrol dan Lower Austria juga memiliki tingkat kepemilikan Muslim yang tinggi. Sementara negara-negara bagian tenggara seperti Stiria, Carinthia dan Burgenland di timur juga memiliki sedikit pemilikan saham Muslim yang terlihat meningkat.

Masjid di Austria

Seiring populasi yang terus meningkat, jumlah masjid pun semakin bertambah di Austria, khususnya di Kota Wina. Membangun masjid pun bukan persoalan di negeri anggur ini. Paling tidak terdapat 8-9 masjid menghiasi kota Wina. Salah satu masjid yang paling tersohor adalah Masjid Islamic Centre Wina, Austria.

Masjid inilah yang telah lebih dari 30 tahun menjadi pusat studi, kajian, serta perkembangan Islam di Austria. Masjid ini merupakan masjid yang paling representatif karena bentuk tampilan bangunannya adalah masjid, tidak seperti masjid-masjid yang lain yang tampak dari luar hanya berupa bangunan apartemen yang didesain untuk kegiatan beribadah.

Masjid Islamic Center Wina dibangun selama kurun waktu tahun 1975 hingga 1979 dengan dana sumbangan dari Raja Saudi Arabia waktu itu Faisal Bin Abdul Aziz. Masjid ini dibangun diatas lahan yang dibeli dari dana yang berasal dari 8 negara Islam di tahun 1968 dan mendapatkan dukungan dari pemerintah Austria.

Sebagaimana ditulis pada prasasti pembangunannya disebutkan : “Vienna Islamic Centre. Pembangunan atas inisiatif beberapa kedutaan besar negara-negara Islam, terutama Yang Mulia Raja Feisal bin Abdul Azia dari Saudi Arabia. Peletakan Batu Pertama pada 28 Februari 1968. Diresmikan pada 20 November 1979 bertepatan 1 Muharram 1400 H oleh Presiden Austria, DR. R..Kirschschlager.Tinggi Menara 32 meter. Kubah 16 meter. Arsitek Ing R. Lugner.”

Masjid-masjid di Wina umumnya dibangun oleh komunitas tertentu untuk sarana beribadah dan silaturahim diantara mereka, namun tetap terbuka untuk komunitas manapun yang akan menjalankan ibadah shalat. Sebagai contoh misalnya, Masjid Telfs, Masjid Rashid yang didirikan oleh komunitas Muslim Ghana dan Nigeria, Masjid Bad Voslau dan Masjid Ridvan yang dibangun oleh komunitas muslim Turki. Demikian juga Masjid Syura yang diimami langsung oleh imam dari Palestina yang bernama Syekh Ibrami Adnani, yang biasanya dilanjutkan dengan kajian tafsir berbahasa Arab. Peserta atau jama’ah kebanyakannya warga Arab atau jama’ah yang bisa berbahasa Arab.

Di kota Wina juga terdapat Masjid As-Salam Wapena yang didirikan oleh muslim Indonesia di kota Wina.

Organisasi Islam di Austria

Austria telah menyesuaikan kebebasan beragama dengan komunitas Muslim yang konon memperkenalkan Anerkennungsgesetz (Undang-Undang Pengakuan). Undang-undang ini diaktifkan pada tahun 1979. Pada tahun 1912, Komunitas Islam resmi di Austria yaitu Islamische Glaubensgemeinschaft in Österreich (IGGIO) resmi didirikan.

Organisasi ini mengelola hubungan umat Muslim dengan negara termasuk pengajaran Islam dan juga tenaga pendidiknya. IGGIO juga diberikan izin mengumpulkan pajak rumah ibadah, tapi mereka tidak melakukannya.

IGGIO pernah menghadiri Konferensi Imam Eropa Juni 2003 dan setelahnya di April 2005 mereka menyelenggarakan konferensi Imam Austria yang membahas Islam di Austria.

Meksipun IGGIO diakui secara nasional, muncul berbagai asosiasi yang mewakili tiap-tiap masjid. Pada 1990 sekitar 80 komunitas masjid atau asosiasi ada di Austria. Saat ini terhitung lebih dari 200 komunitas masjid tumbuh di Austria.

Untuk perkara keagamaan secara umum, ada Otoritas Agama Islam. Otoritas Agama Islam berdiri pada 1979 yang berfungsi sebagai perwakilan agama dan spiritual umat Islam.

Selain badan keagamaan Islam resmi, di Austria juga muncul ormas yang didirikan perorangan, seperti yang didirikan mualaf Austria, Muhammad Abu Bakr Muller dengan nama Muslimische Jugend Österreich atau Perkumpulan Pemuda Muslim Austria yang didirikan akhir 1990.

Organsasi ini berkembang di seluruh Austria dan dekat dengan IGGIO. Mereka mendeklarasikan sebagai kaum muda Muslim yang independen, multietnis, konstitusional, dan berbahasa Jerman.

Pendidikan Islam di Austria

Selain populasi dan rumah ibadah, kabar menggembirakan lainnya juga terkait pendidikan Islam di Austria. Asosiasi komunitas masjid berlomba-lomba membuat sekolah. Secara umum, pendidikan Islam di Austria dikelola oleh Islamic Center. Dimulai dengan didirikannya Akademi Islam di Wina pada 1998 dan Al Azhar tahun 2000.

Namun, beberapa dekade kemudian, sejumlah negara Islam menyokong pendanaan sekolah-sekolah Islam. Di Austria, hukum memperbolehkan sponsor negara lain sebatas kegiatan keagamaan dan pendidikan, mereka dilarang mendanai kegiatan politik.

Selain Mesir, negara yang sering mensponsori mereka adalah Turki. Berbagai organisasi kemanusiaan Turki mendanai pendidikan Islam di Austria. Selain sponsor negara lain, Pemerintah Austria menjamin siswa mendapatkan pendidikan sesuai agamanya masing-masing. Pemerintah juga menyediakan dana untuk pengajaran Islam di sekolah negeri sejak  1983. Siswa Muslim pun diberikan hak libur sekolah saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. (njs/dbs)

Sumber:

Euro Islam, Arrahmah, Dunia Islam.

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top