#AlqurandanSains (4)

Alquran Sebutkan Fakta Ilmiah Garis Edar Tata Surya 

gomuslim.co.id- Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang isi kandungannya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan (sains). Banyak penemuan penting dari para ilmuwan pada abad terakhir ini justru telah disebutkan dalam Alquran. Salah satunya adalah tentang garis edar tata surya.

Tata surya merupakan bagian di alam semesta yang sangat luas. Tata surya terletak di dalam satu galaksi dan galaksi yang kita tempati adalah galaksi Bimasakti. Galaksi Bimasakti disebut juga Milky Way. Bumi tempat kita berpijak adalah salah satu dari delapan planet yang ada dalam tata surya.

Tata surya terdiri dari delapan planet yang mengelilingi Matahari. Matahari merupakan pusat tata surya. Benda-benda langit lain seperti Bulan, Asteroid, dan Komet. Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua obyek yang yang mengelilinginya. Selain 8 planet tersebut juga terdapat anggota tata surya yang lain yaitu satelit, komet asteroid, dan meteorid.

Fakta Sains Garis Edar

Sebelum ilmu astronomi berkembang, sebagian orang percaya matahari bergerak mengitari bumi, bukan sebaliknya. Barulah di saat astronom Nicholas Copernicus pada 1512 masehi mengungkapkan bahwa matahari menjadi pusat tata surya, ilmu astronomi sedikit mengalami pencerahan.

Kemudian pada 1609, seorang ilmuwan Jerman bernama Johannes Kepler juga mengungkapnya teorinya yang disebut Astronomia Nova. Dalam teorinya, planet-planet di tata surya tidak hanya berputar di garis edarnya, namun juga berputar pada porosnya. Dengan adanya teori tersebut memungkinkan banyak orang untuk mempelajari mekanisme tata surya yang sebenarnya.

Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut Ilmu Astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Artinya, matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari.

Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.

Sejumlah ilmuwan menyebut ada sekitar 200 miliar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan.

Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing bergerak sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

Aapun, semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Garis Edar Tata Surya dalam Alquran

Fakta sains diatas sejatinya telah ada dalam Alquran yang hadir sejak abad ke-7 M. Padahal, pada zaman itu manusia tidak memiliki teleskop ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anbiya [21] ayat 33: “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

Kata 'yasbahun' yang berasal kata 'sabaha' memiliki makna bergerak (rotasi) yang berasal dari tubuh yang bergerak. Kata 'yasbah' diterapkan pada benda-benda ruang angkasa seperti matahari, namun bukan berarti hanya terbang di ruang angkasa. Hal itu dapat diartikan bahwa matahari tersebut berputar atau berotasi saat berjalan melalui ruang angkasa.

Selanjutnya, dalam surah Yasin [36] ayat 38: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” Lalu dalam Surah Az-Zariyat [51] ayat 7 disebutkan bahwa keseluruhan alam semesta dipenuhi oleh lintasan dan garis edar: "Demi langit yang mempunyai jalan-jalan."

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yasin: 39)

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yasin: 40)

Penjelasan Alquran terkait garis edar tata surya, jauh sebelum sains modern mengungkapnya ini membuktikan bahwa Alquran bukan buatan manusia. Tetapi datang langsung dari Allah SWT untuk menjadi pedoman kehidupan umat manusia. Semoga dapat menambah keimanan kita dan mendorong untuk terus mempelajari isi kandungan Alquran.

Wallahu a’lam bishawab

Sumber: Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik (Ramadhani), Islamsainspedia, Bacaanmadani, harun yahya.

 

Komentar

  • Edi B

    16 April 2020

    Garis Edar Matahari

    Keyakinan Solar System adalah keyakinan bathil menurut Al-Quran. Anehnya umat islam justru mendukung teori aau hipotesa tersebut. Sebenarnya banyak kejanggalan kita dapati dalam konsep tata surya dan alam raya (jagad raya) atau universe versi orang-orang barat yg kebanyakan menentang Tuhan. Allah jelas-jelas hanya menciptakan ruang (space) antara langit dan bumi yang berisi Bulan, Matahari dan bintang, dimana penciptaan bulan dan matahari tepat setelah penyempurnaan bumi dan penciptaan bintang tepat setelah penyempurnaan langit dengan meletakan bintang-bintang dekat langit terdekat (Lapisan langit yang terdekat dengan bumi) Allah mengatakan bahwa Langit dan Bumi sebelumnya adalah suatu yang padu. Kemudian Allah memisahkan keduanya. Allah menciptakan (menyempurnakan) penciptaan Langit dan Bumi dalam Enam Hari (Masa). Empat Hari dalam penciptaan bumi dan segala urusanya dan dua hari menciptakan langit. Apa dampak Allah memisahkan langit dan bumi? Dampaknya adalah adanya ruang yang denganya ALlah menciptakan Matahari dan Bulan Juga Bintang. Matahari dan bulan diciptakan setelah penciptaan bumi dan urusanya selama empat hari selesai. Dan diciptakanya matahari dan bulan sebagai cahaya dan penerang adalah diluar dari empat masa penciptaan bumi. Ini meunjukan bahwa penciptaan matahari dan bulan tidak membutuhkan waktu yang significant ketimbang penciptaan langit dan bumi dalam enam masa. Setelah menyempurnakan penciptaan bumi dan segala urusanya termasuk menciptakan matahari dan bulan yang diletakan dekat bumi maka Allah menuju langit untuk menyempurnakan penciptaan langit. Allah menyempurnakan penciptaan langit dan menjadikan langit tujuh lapis dalam dua masa dan setelahnya menciptkan bintang-bintang sebagai penghias dan meletakanya dekat langit yang terdekat. Mengapa matahari dan bulan dikatakan dekat dengan bumi? Penciptaan bulan dan matahari dikerjakan tepat setelah ALlah menyempurnakan penciptaan bumi dalam empat masa sebagai cahaya dan penerang. Begitu juga penciptaan bintang2 yang diletakan dekat dengan langit tepat setelah Allah menyempurnakan penciptaan langit. Pembagian penciptaan bintang setelah penyempurnaan langit dan penciptaan bulan dan matahari setelah penyempurnaan bumi menunjukan bahwa benda-benda di ruang (antara bumi dan langit) ada yang didekatkan dengan bumi dan ada yang didekatkan dengan langit. Dalam banyak ayat, Allah berkali-kali mengtakan, bahwa Dia menciptakan langi dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya. Atau Allah lah pemilik langit dan bumi dan yang berada diantara keduanya. Apa yang ada diantara keduanya? Bulan, Matahari dan Bintang. Pertanyaan kita adalah, bagaimana Solar System (Teori tata Surya) berimajinasi bahwa bumi adalah benda ruang angkasa yang berputar-putar dan melayang mengelilingi matahari? Tentu saja ini bertentangan dengan kronologi penciptaan Alam berdasarkan AL-Quran. Dalam Solar System teori, pemahaman alam (universe) adalah jagad raya atau ruang yang sangat besar dan tanpa batas. Sementara Al-Quran menyatakan bahwa CIptaan Allah adalah Langit, Bumi dan apa saja yang ada diantara keduanya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Ini menunjukan bahwa Alam ini dibatasi dengan Langit dan Bumi termasuk semua mahluk di bumi dan dilangit serta benda apa saja yang ada diantara keduanya. Selain itu pertanyaan kita pada solar system adalah dImana langit? Pertanyaan ini penting karena Allah juga mengatakan bahwa Dia menciptakan langit sebagai atap sementara SOlar system hanya menggambarkan benda-benda diruang angkasa dimana ruang angkasa itu sesuatu yang teramat luas dan tanpa batas dan yang jelas-jelas sangat bertentangan adalah bumi dikatakan benda yang berada diruang angkasa (space). Bukankah ini tidak sejalan dan bahkan bertentangan dengan Al-Quran? Maka dalam hal bagaimana umat Islam ikut-ikut mendukung teori bathil tersebut berdasarkan Al-Quran? Jika Pondasi teorinya salah, maka otomatis semua salah. Ini sama saja dengan efek domino. Maka kita bisa katakan bahwa teori bathil itu pun hampir salah semua. Maka pernyataan bahwa bumi mengelilingi mataharipun adalah bathil. Yang benar adalah matahari bergerak pada garis edarnya memutari bumi agar penduduk bumi silih berganti mendapat sinar matahari. Begitu juga bulan. Tidak benar bumi mengelilingi matahari dan mengatakan bumi terletak di ruang angkasa (space). Ruang (space) dan apapun yang ada di dalamnya, tidak akan ada jika Allah Tidak memisahkan langit dan bumi. Ketergantungan yang benar adalah tidak ada bulan dan matahari jika tidak ada bumi. Dan ini sesuai dengan kronologi dan logika penciptaan yang Allah ceritakan. Kebathilan berikutnya adalah mengatakan bahwa Matahairi lebih besar dari bumi. Jelas ini sama saja memasukan Gajah ke dalam Kulkas. Apa yang patut kita masukan ke dalam kulkas adalah sesuatu yang ukuranya lebih kecil atau setidaknya sama dengan ruang yang ada di dalamnya. Dengan demikian jelas lah kebathilan teori tata surya, termasuk teori big bang yang jelas-jelas bertentangan dengan Al-Quran. Semoga kita semua sadar dan tidak pongah dengan mencari-cari pembenaran teori bathil dan jahil tersebut menggunakan Al-Quran.


    Reply


Tulis Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top