#AlqurandanSains (8)

Sejalan dengan Sains, Alquran Sudah Sebutkan Relativitas Waktu Jauh Sebelum Einstein

gomuslim.co.id- Alquran dan Sains selalu memiliki titik temu dalam berbagai bidang. Banyak penemuan dan teori yang populer yang berasal dari kaum terpelajar telah terlibat dalam kitab suci umat Islam ini. Salah satunya tentang teori relativitas yang akan gomuslim bahas.

Jika kita pernah belajar matematika dan matematika di sekolah, mungkin tidak akan jika Anda menyebut nama Albert Einstein. Ya, ilmuwan jenius yang tersohor itu adalah penemu teori relativitas pada tahun-tahun awal abad ke-20.

Pada tahun 1905, fisikawan berkebangsaan Jerman itu memublikasikan teori relativitas khusus (teori relativitas khusus). Satu dasawarsa kemudian, Einstein yang didaulat Majalah Time sebagai tokoh abad XX yang mencetuskan teori relativitas umum (teori relativitas umum).

Teori relativitas itu dirumuskannya   sebagai E = mc2. Energi dan massa ekivalen dan dapat mengubah satu sama lain. Rumus teori relativitas yang sangat populer itu menyatakan kecepatan cahaya adalah konstan. Teori relativitas khusus yang dilontarkan Einstein dengan materi dan cahaya yang bergerak dengan sangat kecepatan tinggi.

Sedangkan, teori relativitas umum menyatakan, setiap benda bermassa menyebabkan ruang-waktu di sekitarnya melengkung (efek geodetic wrap). Melalui kedua teori relativitas itu Einstein menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetis tidak sesuai dengan teori gerakan Newton. Gelombang elektromagnetis dibuktikan bergerak pada kecepatan yang   konstan, tanpa citra gerakan sang pengamat.

Inti pemikiran kedua teori tersebut yaitu dua giliran yang bergerak secara relatif terhadap masing-masing akan mendapatkan waktu dan interval ruang yang   berbeda untuk kejadian yang sama. Meski demikian, isi hukum fisik akan terlihat sama oleh keduanya. Dengan ditemukannya teori relativitas, manusia dapat menjelaskan sifat-sifat materi dan struktur alam semesta.

Pada masa itu, tidak ada manusia yang mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif dan dapat berubah menyesuaikan keadaannya. Kini, teori relativitas menjadi fakta yang terbukti secara ilmiah.

Einstein mengajukan teori bahwa waktu adalah sesuatu yang relatif, yaitu ukuran waktu berubah-ubah menurut ruang, kecepatan orang bepergian, dan gaya pada saat itu.

Paparan Al Kindi tentang Relativitas

Sebelum Einstein, dasar-dasar teori relativitas ini juga telah dikemukakan ilmuwan muslim,  Yusuf Ibnu Ishaq Al-Kindi. Dalam bukunya berjudul Al-Falsafa al-Ula, Al Kindi mengatakan bahwa fisik bumi dan alam semesta adalah relatif.

Menurut Al Kindi, relativitas adalah esensi dari hukum eksistensi. “Waktu, ruang, gerakan, benda semuanya relatif dan tak mutlak. Waktu hanya eksis dengan gerakan; benda, dengan gerakan; gerakan, dengan benda, ”paparnya.

Al-Kindi berkata, ”... jika ada gerakan, di sana perlu benda; Jika ada sebuah benda, di sana perlu gerakan. ”Pernyataan Al-Kindi itu menyebutkan bahwa seluruh alam semesta adalah relatif satu sama lain. Mereka tak independen dan tak juga absolut.

Al-Kindi menyebut, benda, waktu, gerakan dan ruang tidak hanya relatif terhadap satu sama lain, namun juga   ke objek dan pengamat yang memantau mereka. Pendapat Al-Kindi itu sama dengan apa yang sempurna Einstein.

Ilmuwan muslim ini pun mencontohkan seseorang yang melihat sebuah objek yang lebih kecil atau lebih besar menurut pergerakan vertikal antara bumi dan langit. Jika orang itu naik ke atas langit, dia   melihat pohon-pohon lebih kecil, jika dia bergerak ke bumi, dia melihat pohon-pohon itu jadi lebih besar.

“Kita tidak bisa mengatakan bahwa itu kecil atau besar secara absolut. Kita bisa mengatakan itu lebih kecil atau lebih besar dalam hubungan dengan obyek yang lain, ”   tutur Al-Kindi.   Referensi yang sama persis Einsten sekitar 11 abad setelah Al-Kindi wafat.

Al-Kindi tak hanya mencoba menjelaskan seluruh fenomena fisik. Namun, juga dia membuktikan eksistensi Tuhan, karena itu adalah konsekuensi logis dari teorinya. Di akhir hayatnya, Einsten pun mengakui eksistensi Tuhan.

Teori relativitas yang berbeda kedua karya itu berbeda pada dasarnya sama. Hanya saja, penjelasan Einstein telah dibuktikan dengan sangat teliti.

Teori Relativitas dalam Alquran

Informasi tentang waktu yang sangat penting dalam Alquran yang turun seribu tahun sebelum Einstein. Ada beberapa ayat yang menyinggung tentang teori relativitas.

" Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari-hari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu ," (QS. Al-Hajj: 47).

" Dia mengatur kondisi dari langit ke bumi, kemudian (urusan) yang naik ke-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu ," (QS As-Sajdah: 5).

" Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50 ribu tahun ," (QS. Al-Ma'arij: 4).

" Allah bertanya: Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: Kami tinggal (di bumi) setiap hari atau setengah hari, kemudian tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman: Kamu tidak tinggal di sana. kamu tahu tahu , "(QS. Al-Mu'minun: 112-114).

Dan kamu melihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya. Kesatuan saya berjalanATA jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh setiap-bagian sesuatu; Maha Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ”(QS. An-Naml: 88).

Mengingat angka-angka besar, periode alam semesta yang dinyatakan dalam tujuh ayat Alquran sangat cocok dengan perkiraan ilmuwan. Sebagai contoh, periode enam hari menurut Alquran dapat dianggap sebagai enam periode.

Relativitas waktu, satu "hari" hanya pada periode 24 jam yang terjadi di Bumi di bawah kondisi yang berlaku lokal. Namun, di alam semesta, pada waktu yang lain dan pada kondisi yang lain, satu "hari" dapat diluncurkan pada periode waktu yang jauh lebih panjang.

Maka jelaslah bahwa waktu memang memang sangat relatif. Waktu menurut ukuran manusia berbeda dengan waktu menurut Allah swt. waktu untuk ukuran manusia tidak ada istilah lain di antara manusia dengan perhitungan yang dilakukan pada peredaran bulan dan matahari.

Relativitas waktu ini sangat tepat memberikan perspektif tentang alam semesta yang berlangsung 15-20 miliar tahun silam. Dengan demikian, semua penjelasan itu menunjukkan sebelum Einstein dihadapi, teori relativitas sudah dihadirkan kepada manusia oleh Alquran. Hanya saja, semua manusia pada zaman dulu belum bisa menjabarkan hal tersebut.

Wallahua'lam bishawab

Sumber: 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk, Keajaiban Alquran, Bukti Ilmiah Alquran, Edunews

 


Back to Top