#AlqurandanSains (10)

Sebelum Lahir Ilmu Genetika, Alquran Sudah Sebutkan Penentuan Jenis Kelamin Bayi

gomuslim.co.id- Sebelum abad ke-20, sebagian manusia meyakini bahwa jenis kelamin bayi tergantung oleh sel-sel dari ibunya. Namun, hal ini secara jelas terbantahkan dengan berkembangnya ilmu genetika dan biologi molekuler. Fakta ilmiah terbaru menyatakan bahwa bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria.

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan modern semakin memperjelas tentang fakta ini. Sekarang, jenis kelamin bayi dapat dilihat dan diketahui sejak masih dalam kandungan. Program kehamilan pun dapat ditambah dengan perencanaan untuk memilih jenis kelamin bayi.

Fakta Ilmiah Penentuan Jenis Kelamin Bayi

Kembali ke pembahasan tentang jenis kelamin bayi, sel-sel sperma dari tubuh pria lah yang memberikan pengaruh paling dominan. Wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini pada jenis kelamin bayi yang dilahirkan.

Keajaiban penciptaan manusia berawal dari bersatunya sel telur ibu dan sel sperma ayah. Penggabungan kedua sel ini disebut pembuahan dan akan membentuk janin atau embrio yang berisi jenis kelamin, sifat, dan ciri fisik yang diturunkan oleh kedua orang tua. Sel telur ibu hanya mengandung kromosom tunggal yaitu X (sel perempuan) dan sperma ayah mengandung dua kromosom yaitu X (sel perempuan) dan Y (sel laki-laki).

Secara lebih jelas, kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita.

Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X yang ada dalam sel telur ibu membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y.

Apabila saat proses pembuahan terjadi, sel sperma ayah yang mengandung kromosom X bersatu dengan sel telur ibu yang juga mengandung kromosom X, maka anak yang dihasilkan akan berjenis kelamin perempuan (X+X = XX).

Namun, jika sel sperma ayah yang mengandung kromosom Y yang membuahi sel telur ibu, maka anak yang dilahirkan akan berjenis kelamin laki-laki (X+Y = XY).

Dalam buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' dijelaskan, penentuan jenis kelamin terjadi pada pembuahan dan tergantung pada jenis sel kromosom dalam sperma yang membuahi sel telur. Jika sperma yang membuahi sel telur berkromosom X, maka janin akan perempuan. Jika sperma membuahi sel telur berkromosom Y, maka janin akan berjenis kelamin laki-laki.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita. Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20.

Jenis Kelamin Bayi dalam Alquran

Tahukah anda, jauh sebelum fakta ilmiah ini ditemukan, Alquran sudah menyebutkan tentang penentuan jenis kelamin pada bayi. Padahal, Alquran turun 14 abad sebelumnya. Dalam surat An-Najm [53] ayat 45-46, Allah SWT berfirman:

Artinya: "Dialah (Allah) yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan."

Kata ‘nutfah’ dalam bahasa Arab berarti sejumlah cairan, dan ‘tumna’ berarti ejakulasi atau ditanam. Karena nutfah secara khusus mengacu pada sperma, maka disebut ejakulasi.

"Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan," QS Al-Qiyamah Ayat 37-39.

Di sini disebutkan bahwa sejumlah kecil sperma (ditunjukkan pada kata nutfatan min maniyyin) berasal dari laki-laki yang paling berpengaruh pada penentuan jenis kelamin.

“Dan Dia (Allah) lah yang mengetahui apa-apa yang berada di dalam rahim”. QS. Luqman Ayat  34

Ayat-ayat diatas semakin menegaskan informasi fakta ilmiah bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria. Hal ini sekaligus menghapuskan keyakinan atau mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat awam bahwa perempuanlah yang bertanggung jawab atas jenis kelamin bayi yang dilahirkan.

Pada budaya-budaya tertentu, melahirkan bayi perempuan merupakan aib memalukan bagi keluarga dan si ibulah yang dipersalahkan. Sebaliknya melahirkan anak laki-laki dianggap kehormatan dan kebanggaan dan si ibu dianggap telah menunaikan tugas dengan baik untuk melestarikan garis keturunan. Padahal kenyataannya, fakta medis bicara sebaliknya. Pihak ayahlah yang bertanggung jawab atas penentuan jenis kelamin bayi.

Terlepas dari itu semua, pada dasarnya setiap manusia dilahirkan istimewa dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jenis kelamin bayi baik laki-laki atau perempuan merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan diterima sebagai amanah yang kelak akan diminta pertanggungjawaban.

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. QS. Al Furqaan Ayat 74.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber: Harun Yahya, Kejaiban Alquran, 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' (Zakir Naik)

 


Back to Top