#AlqurandanSains (11)

Begini Penjelasan Alquran dan Sains Terkait Tujuh Lapis Atmosfer Bumi

gomuslim.co.id- Ada banyak fenomena alam yang terbukti secara ilmiah sudah tertulis dalam kitab suci Alquran. Meski turun belasan abad sebelum ilmu pengetahuan berkembang, Alquran secara tegas menyebutkan fakta-fakta tersembunyi yang baru ditemukan manusia belakangan. Salah satunya seperti fakta tujuh lapisan atmosfer bumi yang akan dibahas pada khazanah kali ini.

Tentang Atmosfer

Planet Bumi yang kita pijak saat ini memiliki lapisan gas yang disebut dengan atmosfer. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi.

Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap.

Pada awalnya, studi tentang atmosfer dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.

Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen 78,17 persen dan oksigen 20,97 persen, dengan sedikit argon 0,9 persen, karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357 persen), uap air, dan gas lainnya.

Lapisan Atmosfer

Fakta ilmiah menyebutkan bahwa atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan berbeda yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.

Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Dan keberadaan atmosfer  berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup.

Atmosfer bumi sendiri terdiri dari tujuh lapisan. Setiap lapisan berbeda-beda tersusun secara berlapis dan saling bertumpukan satu di atas yang lain. Hal demikian sebagaimana dikatakan oleh para ilmuwan pada abad-abad terakhir.

Lapisan-lapisan atmosfer berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi atau yang terendah disebut troposfer. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfer. Lapisan ini membentuk sekitar 90 persen dari keseluruhan massa atmosfer.

Lapisan di atas troposfer disebut stratosfer. Lapisan ozon adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut mesosfer.

Termosfer berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut Ionosfer. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan Eksosfer.

Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis. Dalam bahasa ilmiah terdapat 72 lapis atmosfer yaitu:

1. Troposfer, lapisan terdekat bumi yang membentuk sekitar 90% dari keseluruhan berat atmosphere.

2. Lapisan, lapisan diatas troposphere.

3. Ozonesfer, lapisan yang mengembalikan sebagian besar sinar Ultraviolet dan radiasi bahaya lainnya.

4. Mesosfer, lapisan diatas Ozonospher, kebanyakan meteor yang datang disini

5. Termosfer, lapisan diatas Mesosfer, terjadi peningkatan temperatur yang tinggi

6. Ionosfer, lapisan dimana gas-gas terionisasi membentuk lapisan ini, batu meteor akan terbakar dan terurai

7. Eksosfer, bagian paling luar Atmosfer yang membentang dari sekitar 480 Km sampai 960 Km.

Atmosfer dalam Alquran

Fakta alam semesta tentang tujuh lapis atmosfer ini sebagaimana disebutkan sebelumnya telah ada dalam Alquran. Seperti temuan para ilmuan, Alquran menyebutkan bahwa langit terdiri atas tujuh lapis. Bukan sebuah kebetulan, tetapi ini pastilah salah satu keajaiban Alquran.

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan- Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS Al-Baqarah [2]:29).

"Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." (QS Fush-Shilat [41]:11-12)

Dalam dua ayat tersebut, kata "langit", yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Alquran, digunakan untuk mengacu pada "langit" bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.

Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, "Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing.

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.”(Q.S. An Nahl: 79)

Ayat di atas merupakan ayat yang paling terkait dengan atmosfer. Dalam ayat tersebut, terdapat kata jawwis samaa’i dimana jawwi berarti melindungi dan samaa’i berarti langit. Jadi, kata jawwis samaa’i berarti langit yang melindungi, yang dalam ayat tersebut diartikan sebagai angkasa bebas.

Kata ”burung” yang digunakan dalam ayat di atas, menunjukkan bahwa angkasa tersebut adalah batas tertinggi adanya kehidupan. Sebab burung tidak dapat terbang lebih tinggi dari jawwis samaa’i. Kata ini juga diartikan sebagai ghilaful ardhil hawa’i atau penutup bumi yang masih terdapat hawa (udara yang digunakan untuk bernafas, oksigen). 

Jika dihubungkan dengan ilmu meteorologi, maka jawwis samaa’i dapat diartikan sebagai troposfer. Sebab troposfer merupakan lapisan atmosfer terendah yang masih mengandung oksigen dalam jumlah melimpah. Karena posisinya yang paling dekat dengan permukaan, maka densitas udara pada lapisan ini pun paling tinggi dibandingkan lapisan atmosfer lainnya. 

Lapisan troposfer atau jawwis samaa’i ini, juga merupakan tempat terjadinya fenomena cuaca seperti hujan dan angin. Dalam Alquran, fenomena cuaca dijelaskan dengan istilah yang berbeda-beda. Untuk angin kencang yang menyenangkan digunakan kata rih.

Lalu kata jawwi untuk udara, dan hawa untuk udara yang bergerak. Khusus untuk hujan, proses terbentuknya diuraikan secara detail dalam surat An-Nuur ayat 43. Hal ini adalah salah satu isyarat ilmiah dari Alquran karena di Jazirah Arab hujan hanya turun 3 kali dalam setahun.

Isyarat ilmiah lain yang berkaitan dengan cuaca, dapat ditemukan dalam surat Ath-Thariq ayat 11. Dalam ayat tersebut digunakan kata raj’i yang berarti kembali, untuk menyebut kata ”hujan”.

Ilmu meteorologi telah menjelaskan bahwa hujan berasal dari uap air yang naik dari Bumi ke udara, kemudian kembali turun ke Bumi, naik lagi ke atas dan kembali lagi ke Bumi, begitulah seterusnya.

Informasi mengenai lapisan atmosfer dan fenomena cuaca ternyata telah diberikan Alquran sejak 14 abad silam. Informasi ini baru dapat kita pahami setelah munculnya ilmu  meteorologi modern.

Wallahu a’lam bisshawab.

Sumber: Keajaiban Alquran, Alquran vs Sains Modern

Widayanti, E. Y., 2013. Jurnal Pendidikan Agama Islam. Analisis Materi Astronomi pada Pembelajaran Sains (Penyajian Sains Modern dan Al-Quran), Volume I, hal. 147.

 


Back to Top