#AlqurandanSains (12)

Termaktub dalam Alquran, Begini Fenomena Alam Tentang Kadar Air Hujan

gomuslim.co.id- Penjelasan sains modern mengenai fenomena alam yang terjadi hampir selalu terkait dengan Alquran. Padahal, Alquran turun jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang pesat seperti sekarang. Salah satunya tentang kadar hujan yang sudah disebutkan dalam kitab suci umat Islam ini.

Apa jadinya jika di bumi ini tidak ada hujan. Hujan merupakan anugerah besar untuk makhluk hidup dari Allah SWT. Setiap tetesan air yang turun dari langit menjadi sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup berkat kuasa-Nya. Setiap saat miliaran liter air berpindah dari lautan menuju atmosfer lalu kembali lagi menuju daratan. Inilah salah satu sumber kehidupan.

Kadar Hujan

Hasil penelitian modern menyebutkan tentang kadar dalam hujan ini. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilun ton air per tahun secara tetap. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Ini menunjukkan bahwa hujan bersirkulasi dalam kadar yang seimbang menurut ukurannya.

Hal tersebut mengartikan bahwa air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut “ukuran atau kadar” tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.

Satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Alquran.

Air hujan jatuh dalam kecepatan maupun ukuran tertentu. Seperti diketahui, ketinggian minimum awan ialah sekira 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558 kilometer per jam.

Objek yang jatuh dengan kecepatan itu akan mengakibatkan kerusakan. Apabila hujan turun dengan cara demikian, maka lahan akan hancur, termasuk pemukiman, kendaraan dan orang-orang tidak dapat pergi keluar rumah tanpa mengenakan alat pelindung.

Penghitungan ini dibuat untuk ketinggian 12.000 meter. Faktanya, ada awan yang memiliki ketinggian sekira 10.000 meter. Sebuah tetesan hujan yang jatuh pada ketinggian ini akan jatuh pada kecepatan yang lebih merusak.

Namun tidak demikian, dari ketinggian berapa pun hujan itu turun, kecepatan rata-ratanya hanya sekira 8-10 kilometer per jam ketika mencapai tanah. Adanya keistimewaan tetesan hujan, yakni efek gesekan atmosfer yang mempertahankan laju tetesan-tetesan hujan pada batas kecepatan tertentu.

Tidak hanya itu, hujan yang turun umumnya tidak dalam bentuk es. Padahal, dalam ketinggian lapisan atmosferis atau tempat terjadinya hujan, memungkinkan temperatur yang sangat rendah. Meskipun demikian, tetesan-tetesan hujan tidak berubah menjadi partikel es yang membahayakan makhluk hidup di Bumi.

Kadar Hujan dalam Alquran

Alquran secara tegas menyebutkan bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hijr ayat 21:

“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu,”

Dalam ayat yang lainnya disebutkan,

Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az Zukhruf: 11).

“Kadar” yang disebutkan dalam ayat ini merupakan salah satu karakteristik hujan. Hujan secara terus-menerus bersirkulasi dalam sebuah siklus seimbang menurut “ukuran” tertentu.

Tahapan Hujan Menurut Alquran

Alquran mengungkap, pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap; bahan baku hujan naik ke udara melalui angin, lalu awan itu terbentuk dan digerakkan angin, hingga akhirnya curahan hujan terlihat.

Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum: 48).

Berikut penjelasan lebih rincinya:

Tahap pertama, “Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir.

Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.

Tahap kedua, “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

Tahap ketiga, “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Alquran. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Alquran lah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Keberkahan dan Manfaat Hujan

Hujan adalah air yang diturunkan dari langit dan penuh keberkahan. Maksud keberkahan di sini adalah banyaknya kebaikan. Di antara keberkahan dan manfaat hujan adalah manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sangat membutuhkannya untuk keberlangsungan hidup. Allah SWT berfirman:

Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaaf [50] : 9).

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya’ [21] : 30).

Al Baghowi menafsirkan ayat ini, “Kami menghidupkan segala sesuatu menjadi hidup dengan air yang turun dari langit yaitu menghidupkan hewan, tanaman dan pepohonan. Air hujan inilah sebab hidupnya segala sesuatu”.

Wallahu’alam Bishawab

Sumber : Harun Yahya ‘The Signs in The Heavens and the Earth for Men of Understanding’, Islamis Logic, Keajaiban Alquran.

 


Back to Top