#AlqurandanSains (17)

Fakta Alam Semesta yang Terkembang Sudah Termaktub dalam Alquran

gomuslim.co.id – Fenomena alam dan penemuan ilmiah semakin membukakan mata kita bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui. Namun, sejak 14 abad yang lalu, Allah SWT menurunkan Alquran untuk dijadikan pedoman bagi umat manusia. Kitab suci umat Islam ini juga memberikan informasi mengenai rahasia-rahasia alam raya. Salah satunya tentang fakta alam semesta yang terus mengembang.

Dunia ilmu pengetahuan sebelumnya meyakini bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus mengembang.

Penjelasan Para Ilmuwan

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop besar, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Ia mengatakan sifat alam semesta yang terus membesar dan mengembang.  

Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa bintang-bintang tersebut memancarkan cahaya merah. Menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah.

Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita.

Selanjutnya Hubble dalam pengamatannya menemukan penting lainnnya. Bintang dan galaksi "bergerak" tak hanya menjauhi kita, tapi tetapi saling menjauhi satu sama lain. Satu-satunya yang dapat disimpulkan dari suatu alam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus "mengembang".

Perkembangan alam semesta berarti jika andai saja waktu bisa kita tarik mundur, maka dapat dipastikan bahwa alam semesta yang dapat kita perhatikan sekarang ini, berasal dari satu titik dentuman besar atau satu titik tunggal yang terpecah.

Edwin Hubble mencatat bahwa galaksi di luar Bima Sakti semua bergerak menjauhi kita. Semakin jauh jarak sebuah galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang.

Arno Penzias dan Robert Wilson, dua peneliti ini pada tahun 1965 menemukan suatu bentuk radiasi yang belum pernah teramati sebelumnya. Mereka menemukan bahwa di alam semesta ini terdapat suatu radiasi yang tidak dapat ditentukan berasal dari mana sumbernya tapi terdapat dan menyebar merata diseluruh ruang alam semesta.

Radiasi ini disebut dengan "Radiasi latar belakang kosmis"(Cosmic Background).  Yang kemudian diketahui bahwa ternyata radiasi ini merupakan sisa-sisa dari dentuman/pecahan besar pembentukan "Alam Semesta". Karena penemuan ini Arno Penzias dan Robert Wilson kemudian dianugrahi hadiah Nobel atas penemuan mereka.

Hal ini semakin memperkuat teori sebelumnya dari Gerge Gamov (1948) yang mengatakan bila jika alam semesta ini berasal dari "Dentuman Raksasa" maka haruslah sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan itu  ada dialam. Selain itu, radiasi tersebut haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Yang dikemudian hari Radiasi ini diketemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson berdasarkan hasil pengamatannya.

Lalu NASA dan satelitnya pada tahun 1989 meluncurkan sebuah satelit keluar angkasa dengan membawa serta alat "Cosmic Background Emission Explorer" (COBE) yang bertujuan untuk meneliti "Radiasi latar belakang kosmis" yang sebelumnya dilaporkan Arno Penzias dan Robert Wilson.

Sebagai hasil dari penelitiannya COBE memastikan bahwa telah menemukan apa yang disebut sebagai "radiasi kosmis" sebagaimana yang didapatkan dari hasil pengamatan Arno Penzias dan Robert Wilson tersebut, yang kemudian hal ini dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa. Dengan adanya penemuan ini secara menyakinkan telah  membuktikan kebenaran dari teori "Dentuman Besar" yang berasal dari satu titik dan sekaligus juga meruntuhkan teori-teori lainnya.

Pada Oktober 1994 Scientific American menyatakan bahwa "Dentuman Besar" adalah satu-satunya yang dapat menjelaskan dari hal ihwal keadaan "meluasnya" secara terus menerus alam semesta ini.

 

Baca juga:

Sebelum Sains Modern, Alquran Sudah Jelaskan Fenomena Pergerakan Gunung


Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Peneliti juga percaya bahwa alam semesta terbentuk sekira 10 hingga 20 miliar tahun yang lalu. Alam semesta terbentuk dari energi yang sangat besar dan padat, lalu terus-menerus mengalami perluasan.

Mengembangnya Alam Semesta dalam Alquran

Alquran yang diturunkan 14 abad silam ketika ilmu astronomi masih terbelakang menyebutkan bahwa alam semesta mengembang. Hal ini sebagaimana dalam surah Adz-Dzariyat [51] ayat 47.

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya."

Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Alquran dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Alquran dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Dalam ayat ini menggunakan kata muusi'uun. Dalam bahasa arab perkataan muusi'uun berasal daripada perkataan wasa-'a. Hans Wehr A Dictionary of Modern Written Arabic oleh J Milton Cowan menterjemahkan perkataan wasa-'a sebagai to be wide, roomy, spacious, extensive yang bermaksud 'menjadi besar' atau luas.

Justeru Imam Ibn Kathir dalam Tafsir al-Quran al-azim menyatakan ayat ini bermaksud, "Kami (Allah) meluaskan segenap penjuru langit dan kami meninggikannya tanpa tiang."

Pendapat ini diperkukuhkan lagi oleh As-Seikh Said Hawa di dalam Al-Asas fi al-Tafsir. beliau berkata, "Maksud ayat ini adalah langit ini Allah akan jadikan dalam keadaan mengembang secara berterusan ataupun Allah jadikan ia luas. Ayat ini adalah ayat mukjizat berhubung kejadian alam. Ia menunjukkan ilmu Alquran jauh ke hadapan, melampaui tempat dan zaman."

Fakta ini semakin menguatkan keyakinan bahwa Alquran bukanlah ciptaan manusia, melainkan firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta. Islam menganjurkan umatnya untuk mendalami Alquran. Sebab di dalamnya terdapat banyak kebenaran ilmiah yang baru terungkap di zaman modern.

 

Wallahu’alam Bishawab


Sumber: Harun Yahya. “Miracles of The Qur’an” . Harun Yahya Publishings. 2001.

Quran Saintifik, Meneroka Kecemerlangan Quran Daripada Teropong Sains, Dr. Danial Zainal Abidin

Keajaiban Alquran, Mengajimakna, Fakta Quran, Saudi Gasette.

 

Baca juga:

Alquran dan Sains Ungkap Rahasia Elemen Besi bagi Kehidupan Manusia


Back to Top