#SehatAlaRasul (6)

Terapi Bekam, Pengobatan Sunnah untuk Beragam Penyakit

gomuslim.co.id – Ada banyak anjuran dari Rasulullah SAW untuk pengobatan. Salah satunya adalah dengan terapi bekam. Dalam bahasa Arab, bekam dikenal dengan istilah Hijamah. Sementara dalam bahasa Indonesia, bekam dikenal dengan sebutan kop atau cantuk.

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin atau oksidan dari dalam tubuh manusia. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih populer adalah ‘detoksifikasi’.

Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya. Lebih gampangnya, bekam merupakan metode pengobatan yang dilakukan dengan cara menyedot keluar darah kotor.

Untuk mengeluarkan oksidan dari dalam tubuh butuh ketrampilan khusus. Caranya dengan penyedotan menggunakan alat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor (sayatan khusus) secara hati-hati di titik-titik tertentu secara tepat dalam tubuh. Jika oksidan dapat dikeluarkan semua maka penyumbatan aliran darah ke organ-organ tertentu dalam tubuh dapat diatasi, sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh kembali normal.

Hadits tentang Bekam

Dari Said bin Jubair RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara: minum madu, sayatan pisau bekam, dan sundutan besi panas, dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas”(HR. Al-Bukhari)

Dari Ibnu Abbas, beliau berkata, “Nabi SAW berbekam dan memberikan upah kepada tukang bekam. Seandainya Nabi mengetahui bahwa hal tersebut terlarang, tentu Nabi tidak akan member upah kepadanya.” (HR Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan bekam di tengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 penyakit,” (HR Thabrani)

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).”(Muttafaq ‘alaihi)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam (hijamah).”(HR. Ibnu Majah, Abu Dawud)

Istilah Bekam

Bekam sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir kuno, Saba, dan Persia. Pada zaman Nabi Muhammad, bekam menggunakan tanduk kerbau atau sapi, tulang unta, gading gajah.

Di Cina, istilah bekam juga sudah terkenal yakni dengan istilah Gua-sha. Sementara di negara lain, bekam memiliki nama yang berbeda, yaitu kuyugaku, bentusa, badkesh, bahnkes, gak hoi, buhang, dan lainnya.

Jenis-jenis Bekam

Terapi bekam memiliki beberapa jenis. Di dunia Internasional, terapi bekam yang dikenal adalah yang berasal dari Cina yang biasa disebut Chinese Cupping. Di Indonesia sendiri, terapi bekam yang banyak menjamur adalah Arabian Cupping.

Persamaan dari kedua jenis bekam ini adalah sama-sama menggunakan sebuah cawan kecil untuk menampung angin dan darah kotor dan menggunakan sayatan kecil atau jarum agar darah kotor keluar. Selain itu, manfaat bekam untuk keduanya juga mendatangkan banyak manfaat.

Perbedaan di antara kedua jenis bekam tersebut terletak pada beberapa hal terkait perangkat hisap, cara mengulap darah kotor yang keluar, dan beberapa aturan religius pada Arabian Cupping yang mengikuti aturan Islam seperti terapi lelaki tidak boleh melakukan bekam kepada pasien perempuan.

Selain berdasarkan asal, terapi bekam memiliki beberapa jenis berdasarkan tekniknya, yaitu ada bekam kering, bekam basah, dan bekam luncur. Bekam kering adalah terapi bekam yang tidak mengeluarkan darah kotor melainkan hanya angin.

Bekam basah adalah terapi bekam yang menerapkan sayatan kecil atau tusukan jarum kecil agar darah kotor keluar. Bekam luncur merupakan terapi bekam yang bisa dilakukan pada saat bekam kering atau bekam basah. Bekam luncur memiliki teknik menggerak-gerakan cawan ke berbagai arah dengan bantuan minyak pijat seperti minyak zaitun.

Penelitian Bekam

Sebuah penelitian yang melibatkan 19 ilmuwan mancanegara tentang pengobatan bekam telah menghasilkan bukti yang mencengangkan. Dalam penelitian itu, kasus darah rendah dan darah tinggi yang diterapi dengan bekam, tekanannya kembali kepada batas normal.

Dengan berbekam juga menunjukan efek menurunnya jumlah asam urat darah, kolesterol, albumin, dan lemak trigislerida. Beberapa indikator zat-zat tubuh seperti enzim, darah putih, zat besi dan ion-ion seperti kalsium, natrium, dan kalium seluruhnya kembali kepada kadar normal pada mayoritas pasien yang dijadikan objek penelitian.

 

Baca juga:

Kaya Manfaat, Ini Khasiat Madu bagi Tubuh Kita

 

Berdasarkan laporan umum penelitian tentang pengobatan dengan metode bekam tahun 2001 M (300 kasus) dalam buku Ad Dawa’ul-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut:

1) dalam kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas normal, 2) dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas normal, 3) kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus, 4) jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus, 5) pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh, tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.

 

Waktu Berbekam

Rasulullah SAW menganjurkan berbekam pada tanggal 17,19,21 (bulan Hijriyyah). Adapun hari yang paling baik untuk berbekam adalah pada hari Senin, Selasa dan Kamis. Sebaliknya hindari berbekam pada hari Rabu, Jum’at, Sabtu dan Ahad.

 

Titik Bekam

Ada beberapa titik yang dianjurkan ketika berbekam. Diantaranya adalah :

1. Di tengah kepala/puncak kepala (Ummu Mughits)

2. Di bagian punuk atau pundak (al Kaahil)

3. Al Akhda’ain

Terletak di sekitar internal jugular vein di bawah garis batas rambut kepala belakang.

4. Titik Bahu (An Naa’is/al Katifayn)

5. Titik Pinggang (‘Ala Warik)

Posisi ‘ala Warik berada di belakang pusar (umbilicus), 2 jari lateral dari tulang belakang.

6. Titik Punggung Atas Telapak Kaki (Zhahrul Qadami)

Lokasi titik zhahrul qadami terletak 1 jari di atas pertemuan antara ibu jari kaki dan telunjuk kaki (lekukan distal diantara pertemuan tulang metatarsal I dan II).

 

Manfaat Bekam

Ada sejumlah manfaat dari terapi bekam. Beberapa diantaranya seperti membuang racun, angin, dan kolesterol, melancarkan peredaran darah, mengatasi demam, mengatasi kelelahan, meredakan nyeri dan keluhan, mengobati banyak masalah kulit, memperbaiki beberapa sistem tubuh dan menghilangkan sihir.

Namun demikian, terapi bekam juga memiliki efek samping. Efek samping bekam ini ada karena terkait dengan teknik terapi bekam. Jarum dan perangkat hisap yang digunakan pada terapi bekam menyebabkan efek samping berupa tanda seperti memar pada area tubuh yang dibekam, infeksi kulit, peradangan, dan luka bakar.

 

Sumber:

Andriawan, Didik. Rahasia Hidup Sehat Ala Nabi, Solo: Al Fath Publishing

DokterSehat, Bekam Sunnah Rosul

Zaki, Muhammad. 2012. Lima Terapi Sehat. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Fatahillah, Ahmad. 2007. Keampuhan Bekam (Pencegah & Penyembuhan Penyakit Warisan Rasulullah). Jakarta: QultumMedia.

Salahuddin, Muhammad. 2006. The Prophetic Healing: Panduan Praktis Cara Nabi Menyembuhkan Berbagai Penyakit. Jakarta: Mizan.

Gray, JD. 2013. Rasulullah is My Doctor. Depok: Gema Insani.

 

Baca juga:

Bisa Tangkal Bahaya, Ini Ragam Manfaat Kurma Ajwah

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top