#SehatAlaRasul (7)

Terapi Gurah untuk Keluarkan Lendir Beracun

gomuslim.co.id – Ada banyak metode pengobatan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah pengobatan Gurah. Meskipun terkesan tradisional, namun metode pengobatan ini tetap memiliki relevansi yang besar dan tetap eksis di kalangan masyarakat saat ini.

Metode pengobatan gurah berguna untuk mengeluarkan lendir beracun yang mengandung kuman penyakit. Metode ini digunakan dengan cara memasukan ramuan yang dapat berupa madu atau ramuan lainnya ke dalam hidung.

Ramuan ini akan merangsang saraf tubuh untuk bereaksi mengeluarkan lendir kotor melalui rongga hidung dan mulut dengan memakan waktu satu hingga dua jam sampai lendir-lendir kotor tersebut dapa dikeluarkan seluruhnya.

Pengobatan gurah memiliki manfaat dapat membantu suara menjadi merdu, kuat dan nyaring serta mampu mengatasi beragam penyakit seperti TBC, asma, pilek berkepanjangan, batuk berdahak, gangguan saluran penafasan dan gangguan pencernaan. Pengobatan gurah juga diyakini dapat mengobati gangguan sinus.

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1076/Menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional, gurah digolongkan dalam pengobatan tradisional ramuan. Gurah disejajarkan dengan jamu, tabib, shinshe, homoeopathy, aromatherapist, dan pengobat tradisional lain yang menggunakan metode sejenis.

Metode Gurah

Biasanya bahan utama dalam pengobatan gurah adalah tanaman srigunggu atau senggugu. Tanaman berbunga yang bernama latin Clerodendrum serratum ini memang dikenal sebagai tanaman obat yang dilaporkan mampu dalam mengobati rasa sakit, peradangan, rematik, gangguan pernapasan, dan demam.

Dalam pengolahannya, akar pohon srigunggu digilas hingga keluar busa, lalu disaring sampai diperoleh cairan yang jernih. Cairan inilah yang kemudian ditambahkan air matang untuk menjadi ramuan gurah. Ramuan tersebut ditetes ke hidung pasien oleh praktisi gurah. Posisi pasien juga harus tidur tengkurap tujuannya agar lendir yang dihasilkan dari mulut dan hidung mudah keluar.

Praktisi gurah biasanya ditemani oleh tukang pijat guna memijat pasien agar merasa santai, sekaligus untuk mengurangi rasa sakit pada hidung selama prosedur gurah yang bisa memakan waktu hingga dua jam.

Efek Gurah

Metode gurah ini rasanya memang panas di hidung dan terkadang muncul rasa perih. Bagi pasien yang baru pertama kali mengalaminya, terkadang disertai dengan rasa sakit yang menyengat pada saraf saluran pernafasan.

Saat memasukan obat, pasien diminta tidur tengkurap dan mulailah lendir serta kotoran-kotoran keluar melalui hidung dan mulut. Pasien yang penyakitnya tidak terlalu parah, biasanya hanya mengeluarkan lendir berwarna bening.

Sedangkan pasien yang penyakitnya parah, biasanya mengeluarkan lendir berwarna keruh kehitam-hitaman, bahkan terkadang disertai binatang semacam ulat-ulat kecil. Setelah proses pengobatan selesai, kebanyakan pasien akan merasakan sensasi yang ringan pada pernafasan dengan dibarengi suara yang halus (tidak serak).

Hadits tentang Gurah

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan bekam dan memberinya upah kemudian melakukan Gurah (memasukan obat ke dalam hidung). (HR Bukhari)

Dalam hadits lainnya, telah berkata kepada kami Abdulloh bin Abi Syaibah, telah berkata pula kepada kami ‘Ubaidillah, telah mengabarkan kepada kami Isro’il dari Manshur, dari Kholid bin Sa’d berkata: kami bepergian dan bersama kami Gholib bin Abjar dan mengalami sakit ketika di perjalanan, dan sesampainya kami di kota Madinah beliau masih sakit, kemudian Ibnu Abi‘Atiq menjenguknya dan berkata kepada kami:

Hendaknya kalian menggunakan habbatus sauda’(jinten hitam), lalu ambillah 5 atau 7 butir lalu tumbuklah sampai halus, kemudian teteskanlah ke hidungnya dengan beberapa tetes minyak pada bagian kanan dan pada bagian kiri.”


Baca juga:

Terapi Bekam, Pengobatan Sunnah untuk Beragam Penyakit


Efektivitas Pengobatan Gurah

Menurut Prof. dr. Soedomo Soekardono, Sp. Guru Besar Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok pada Fakultas Kedokeran UGM, gurah mampu mengatasi keluhan, gejala dan penyebab rinosinusitis, kronis, yaitu penyakit karena adanya infeksi bakteri pada rongga sinus yang ada di wajah.

Namun demikian, efektif atau tidaknya gurah dalam mengobati gangguan sinus sebenarnya masih menjadi perdebatan panjang. Sampai sekarang ini efektivitas gurah masih butuh penelitian lebih lanjut.

Penelitian tersebut menjelaskan pengaruh gurah terhadap gejala rhinitis kronis, yaitu dapat mengurangi beragam gejala, seperti mengurangi lendir dan frekuensi bersin, serta keluhan hidung tersumbat.

Pada beberapa kondisi tertentu, gurah kemungkinan menimbulkan komplikasi berupa seperti otitis media, serta peradangan pada saluran pernapasan seperti rinosinusitis akut berat, tonsilofaringitis akut, dan peritonsilitis akut.

Soal keamanan gurah, praktisi pengobatan alternatif dari Sanjiwani Prima, Dipl Kfm Djohan Gozali Muda menjamin tidak ada efek samping selama bahan yang digunakan tidak sembarangan. Karena kadang-kadang pasien tidak tahu bahan apa yang digunakan serta melakukan di tempat-tempat yang kurang terpercaya.

"Pada prinsipnya gurah hanya membersihkan kotoran, kadang-kadang dengan herbal tertentu bakteri juga bisa dibasmi. Terapi ini tidak memberikan efek samping asalkan herbal yang digunakan tidak sembarangan," ungkap Djohan.

Pantangan Gurah Hidung

Ada beberapa pantangan atau hal yang harus dihindari oleh seseorang yang mengalami sakit atau setelah melakukan terapi pengobatan gurah. Pantangan ini bermanfaat untuk proses penyembuhan dan terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. Pantangan bersifat sementara dan bisa diabaikan jika penyakit sudah sembuh atau dalam jangka waktu tertentu.

Pantangan tersebut diantaranya

  1. Hindari Minum Es dan Makanan Dingin

Orang yang selesai melakukan gurah dilarang mengonsumsi minuman es serta berbagai makanan yang didinginkan didalam kulkas atau freezer, hal itu untuk mencegah terjadinya penyakit flu yang berkepanjangan pasca gurah.

Selain itu tidak mengonsumsi minuman dingin juga agar kondisi tubuh tidak drop setelah gurah dan menjaga kualitas pita suara agar tidak serak dan parau.

2. Hindari Konsumsi Makanan Berminyak

Setelah selesai gurah pastinya saluran pernafasan anda akan bersih dari berbagai kotoran dan tubuh akan memproduksi lendir yang baru yang lebih baik. Karena itu, selama satu minggu hendaknya hindari makanan berminyak yang akan mengotori pita suara dan membuat tenggorokan terasa tidak nyaman.

 

3. Hindari makanan pedas

Makanan pedas akan membuat tenggorokan yang masih sensitif pasca gurah akan mudah iritasi yang bisa saja menjadi penyebab terjadinya peradangan pada tenggorokan, hendaknya hindari makanan pedas dan terlalu panas selama 1 minggu setelah gurah.

 

4. Hindari makanan asam dan bergetah

Jenis makanan yang asam dan bergetah berpotensi memancing tubuh anda untuk memproduksi lendir yang berlebihan.

 

5. Gunakan masker

Untuk menjaga saluran pernafasan yang masih sensitif pasca gurah, sebaiknya gunakan masker jika anda bekerja di tempat yang berpolusi tinggi atau sedang bepergian keluar rumah.

 

6. Hindari merokok

Bagi anda pecandu rokok sebaiknya hindari menghisapnya dan kalau bisa berhenti permanen adalah lebih baik karena gurah adalah salahsatu metode yang efektif untuk terapi berhenti merokok.

 

Wallahu’alam Bishawab

Sumber:


Andriawan, Didik. Rahasia Hidup Sehat Ala Nabi, Solo: Al Fath Publishing

Alodokter, Tentang Gurah untuk mengobati Gangguan Sinus

Refleksi.id, Pantangan Gurah

Universitas Gajah Mada (2005). Gurah Mampu Atasi Rinosinusitis Kronis.

Keputusan Kemenkes RI Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003/. Tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional. 

 

Baca juga:

Kaya Manfaat, Ini Khasiat Madu bagi Tubuh Kita

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top