#SehatAlaRasul (10)

Sebelum Sains Modern, Rasulullah Ungkap Rahasia Obat pada Sayap Lalat

gomuslim.co.id – Banyak orang mungkin membenci lalat, serangga kecil yang terbiasa hidup di lingkungan kotor. Sering hinggap di atas makanan yang hendak dikonsumsi manusia. Hewan ini pun sering dianggap sebagai pembawa penyakit yang menjijikan.

Lalat yang berjumlah banyak di Bumi disebutkan hampir memiliki 87 ribu spesies. Faktanya, lalat makan dari sampah dan limbah bahan organik yang mengandung bakteri, virus, mikroba, atau kuman.

Namun, tahukah anda bahwa Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa selain membawa penyakit, lalat juga menyediakan penawar pada salah satu sayapnya. Hal ini sebagaimana dalam hadist berikut:

Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang dari kalian, maka celupkanlah ia, sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obat penawarnya, maka dari itu celupkan semuanya,” (HR Abu Daud).

Bagi sebagian orang, mungkin menganggap aneh dan tidak percaya pada adanya hadits ini. Bagaimana tidak, makhluk kotor yang sering mengganggu itu mempunyai obat penawar yang dibutuhkan manusia.

Penelitian tentang Lalat

Untuk menjawab hal tersebut, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qasim, Arab Saudi tentang sayap lalat telah membuktikannya. Ternyata penelitian ini menghasilkan kesimpulan cukup mencengangkan.

Penelitian menggunakan media air steril yang dijatuhi lalat tanpa dibenamkan dan media air kedua dijatuhkan lalat dengan cara dibenamkan. Masuknya lalat pada makanan atau minuman dengan dan tanpa dicelup, ternyata memberikan hasil berbeda secara signifikan.

Media pertama yang dimasukan lalat ke dalamnya kemudian dibenamkan secara sempurna, di sana tumbuh bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotic. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotic yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi menghambat bakteri dan bersifat anti bakteri serta anti fungi.

Sedangkan pada media kedua ditumbuhi oleh koloni bakteri pathogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit.

Dr Amin Ridha, Guru Besar Bedah Tulang Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariyah, juga telah meneliti hadits tentang lalat dan menulis ulasannya. Dalam tulisannya, ia menyebutkan bahwa dalam rujukan-rujukan ilmu kesehatan di masa silam telah ada penjelasan tentang lalat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan, lalat pun juga menjadi obat penyakit kronis dan pembusukan yang sudah menahun.

Penelitian lain tentang lalat juga dilakukan Departemen Ilmu Biologi, Macquarie University, Australia. Para ilmuan Australia tengah mencari antibiotik baru yang diharapkan bermanfaat bagi kehidupan. Uniknya, antibiotik baru itu ada pada permukaan tubuh dan sayap lalat.

 

Baca juga:

Ini Rahasia Aloe Vera yang Kaya Manfaat 

 

Dasar penelitian ini adalah teori tentang sistem pertahanan pada tubuh lalat terhadap mikroba. Sistem pertahanan itu dianggap luar biasa karena lalat mampu bertahan hidup di kotoran, sampah, daging dan buah di tengah ancaman bakteri, virus, kuman dan mikroba berbahaya lain.

"Penelitian kami adalah bagian kecil dari upaya penelitian global untuk menemukan antibiotik baru. Tapi kami sedang mencari dimana kami yakin belum semua orang tahu itu (antibiotik pada lalat)," kata Ms Joanne Clarke, yang mempresentasikan hasil penelitiannya.

Para ilmuwan menguji empat spesies lalat yang berbeda: lalat rumah, lalat domba, lalat buah, lalat buah Queensland yang bertelur di buah segar.

Hasil penelitian itu disimpulkan, larva dari lalat buah ini tidak membutuhkan banyak senyawa antibakteri karena mereka tidak hidup dengan banyak bakteri. Berbeda dengan larva lalat jenis lainnya yang banyak hidup di kotoran dan sampah.

Namun demikian, semua jenis lalat pada dasarnya memiliki antibakteri yang berada di kulit dan sayap mereka. Antibakteri itu diekstraksi sederhana oleh lalat untuk menjaga tubuh mereka. "Kami sekarang berusaha untuk mengidentifikasi senyawa antibakteri tertentu (pada tubuh lalat) yang bermanfaat bagi manusia," kata Ms Clarke.

Dari kedua penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa masuknya lalat pada makanan atau minuman dengan atau tanpa dicelup, maka memberikan hasil berbeda secara signifikan. Penelitian ini semakin mempertegas kebenaran sabda Nabi Muhammad bahwa pada sayap lalat itu terdapat penyakit beserta penawarnya.

Keterangan ini telah terungkap belasan abad yang lalu sampai penelitian sains membuktikan kebenaran mengenai hadits Rasulullah tersebut. Dengan demikian, Allah SWT menciptakan serangga tidak serta merta tanpa ada manfaatnya. Lalat pun memiliki obat penawar bagi manusia. (njs)

 

Wallahu A'lam Bishowab. 

 

 

Sumber:

Andriawan, Didik. Rahasia Hidup Sehat Ala Nabi, Solo: Al Fath Publishing

'Cerita-Cerita Sains Terbaik dari Alquran' (2015)

Shubi Sulaeman, Nabi Sang Tabib, Penebit: Aqwamedika

Techno Okezone, Muslim Media, E-Polymers

 

Baca juga:

Anjuran Nabi, Ini Khasiat Kayu India bagi Kesehatan 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top