#SehatAlaRasul (11)

Begini Pola Makan Sehat dan Ideal Menurut Nabi

gomusllim.co.id – Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan terbaik bagi umat manusia. Teladan tersebut mencakup berbagai hal tentang kehidupan termasuk didalamnya yang terkait pola makan sehat dan ideal.

Urusan makan tampaknya merupakan hal sederhana. Namun, jika hal ini tidak diperhatikan akan berdampak besar bagi kesehatan. Rasulullah sendiri telah mencontohkan bagaimana seharusnya mengatur pola makan yang baik untuk tubuh. Seperti dalam hadits berikut:    

Dari Miqdam bin Ma’dikariba, beliau berkata, Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada wadah yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekadar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga). Jika tidak dapat demikian, maka hendaklah ia memenuhi sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernafas”. (HR Tirmidzi).

Dalam Alquran Surat Al-A’raf: 31, Allah SWT juga mengingatkan umat manusia untuk tidak berlebih-lebihan ketika makan dan minum. Karena hal tersebut sangat dibenci.

Artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, serta janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

Kedua dalil diatas menunjukan tentang pentingnya mengatur pola makan. Sepertiga ruang untuk makan, sepertiga untuk minum dan sepertiga lagi untuk bernafas. Karena jika lambung kita penuh dengan makanan, kerja tubuh kita akan terbebani dan terpicu untuk meningkatkan kerja.

Secara fisiologis, semakin besar daya kerja yang dilakukan, maka semakin besar pula energi pembakar yang diperlukan. Sumber energi pembakar tersebut adalah oksigen yang didapatkan dari proses bernafas.

Dengan demikian, seseorang akan menambah respiratory rate (kecepatan bernafas) sehingga sering kali membuat orang merasa cepat lelah dan mengantuk. Efek lebih lanjutnya yaitu tidak produktif dalam bekerja dan munculnya keinginan kuat untuk tidur dan malas gerak.

Akibat Terlalu Banyak Makan

Menu makanan dengan porsi berlebih memicu datangnya berbagai serangan penyakit sebagaimana dialami penderita obesitas. Obesitas tersebut mampu memicu beragam penyakit seperti diabetes (penyakit gula), hipertensi (darah tinggi), penyakit jantung, dislipidemia, stenosis hati, gangguan saluran cerna, gangguan tidur dan lain-lain.

Terlalu banyak makan juga menjadi pemicu utama penyakit kolesterol, karena dalam tubuhnya terjadi resistensi insulin sehingga menyebabkan berubahnya metabolism lemak. Menurut penelitian di Mount Sinai School of Medicine menunjukan bahwa penderita penyakit Alzheimer (penyakit utama penyebab kepikunan) mengalami peningkatan kadar peptid beta amyloid. Tingginya kadar peptid ini dapat diatasi dengan membatasi asupan kalori yang artinya menyeimbangkan asupan makanan tubuh.

Membatasi makan dan minum sudah menjadi kebiasaan para ulaha dahulu, sehingga produktivitas mereka pun dapat kita rasakan sampai saat ini melalui karya-karya monumental mereka. Imam Syafii mengatakan, Aku tidak pernah kenyang sejak 16 tahun lalu.

Banyak makan akan menyebabkan banyak minum. Sedangkan banyak minum akan membangkitkan keinginan untuk tidur. Hal ini menyebabkan kebodohan dan menurunnya kemampuan berpikir, lemahnya semangat, serta malasnya badan.

Dampak lainnya belum termasuk makruhnya banyak makan dari tinjauan syariat dan timbulnya penyakit jasmani yang membahayakan. Untuk itu, menjaga pola dan menu makan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW sangat penting untuk dilakukan.

Rasulullah saw telah menjadi bukti tentang pentingnya mengatur waktu, pola, dan menu makan tersebut. Aktivitas-aktivitas Rasulullah sangatlah sarat dengan upaya-upaya besar membangun peradaban Islam.

Sudah tentu upaya-upaya tersebut harus didukung dengan stamina yang prima. Ternyata, faktor desisif penujang fisik prima Rasulullah adalah kecerdasan Beliau mengatur waktu, pola, dan menu makan. Selama hidupnya, Rasulullah tercatat hanya dua kali jatuh sakit. Pertama, ketika diracuni oleh wanita Yahudi. Kedua, pada saat menjelang wafatnya.

Pola Hidup dan Makan Rasul

Prof. Dr. Musthofa Romadhon telah menjelaskan pola hidup sehat Rasulullah saw berdasarkan beberapa riwayat tepercaya. Berikut merupakan cara Rasulullah saw dalam mengatur hidup sehatnya melalui manajemen waktu, pola, dan menu makan:

1. Shalat Tahajud

Rasulullah terbiasa bangun di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan qiyamul lail sebelum adzan subuh berkumandang. Udara segar menjadi asupan pertama beliau. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa udara di sepertiga malam terakhir mengandung oksigen segar dan belum terkontaminasi dengan polusi sehingga akan memberikan manfaat besar ketika proses metabolisme makanan dalam tubuh.

 

Baca juga:

Ini Rahasia Aloe Vera yang Kaya Manfaat 

 

2. Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Rasulullah SAW sangat telaten menjaga kesehatan mulut dan giginya karena mulut dan gigi merupakan pintu gerbang pertama yang dilewati oleh makanan. Apabila mulut dan gigi tidak dijaga kebersihannya, maka secara langsung makanan yang masuk ke dalam lambung akan terkontaminasi.

3. Minum Segelas Air dan Madu di Pagi Hari

Rasulullah saw membuka makannya di pagi hari dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Campuran ini memiliki khasiat yang sangat baik. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa madu merupakan as-syifaa (obat) bagi berbagai penyakit.

Hasil penelitian para ahli kesehatan, madu berkhasiat untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usu, dan mengobati sembelit, wasir, dan peradanagan. Madu juga mengandung mikronutrisi sangat dibutuhkan oleh tubuh.

4. Makan Tujuh Kurma saat waktu Dhuha

Ketika masuk waktu Dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah saw selalu mengonsumsi tujuh buah butir kurma ajwa’ (matang). Khasiat ketujuh kurma ini terbukti mampu menghalau racun dalam tubuh. Rasulullah saw pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun”.

  1. Menjelang sore hari, Rasulullah saw mengonsumsi campuran cuka, roti, dan minyak zaitun. Campuran ini sangat berguna sekali untuk mencegah osteoporosis, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, melancarkan proses pencernaan, mencegah kanker, dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
  2. Makan Sayur di Malam Hari

Pada malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang dapat menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.

Rasulullah tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau melakukan aktivitas terlebih dahulu agar makanan yang Beliau makan dapat tecerna dengan baik di dalam lambungnya. Aktivitas yang biasa beliau lakukan yaitu melaksanakan shalat sebelum tidur. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. berikut.

“Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, kerena dapat membuat hati menjadi keras.” (HR Abu Nu’aim dari Asyah r.a.)

Pola makan Rasulullah SAW ternyata sangat sesuai dengan irama biologis tubuh, yaitu sesuai dengan siklus percernaan makanan yang telah ditetapkan oleh para dokter atau yang biasa disebut circadian rhytme (irama biologis). Ini menjadi bukti bahwa sumber ilmu kedokteran terkait asupan gizi berasal dari nilai-nilai Islam. (njs)

 

Wallahu’alam Bishawab

Sumber:

Andriawan, Didik. Rahasia Hidup Sehat Ala Nabi, Solo: Al Fath Publishing

Kompasiana, Mindya Rina, Manajemen Waktu, Pola, dan Menu Makan: Antara Kedokteran dan Islam.

Helo Sehat

 

Baca juga:

Sebelum Sains Modern, Rasulullah Ungkap Rahasia Obat pada Sayap Lalat

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top