#FloraFaunadalamQuran (10)

Berkah Kacang Adas dalam Surat Al Baqarah

gomuslim.co.id - Kacang adas (Lens culinaris) merupakan suku Fabaceae, ternyata disebutkan juga dalam Alquran sekali yakni pada Q.S Al Baqarah Ayat 61. Dalam ayat ini kacang adas tak disebutkan secara sendiri namun bersama-sama dengan sayur-mayur, mentimun, bawang merah, dan bawang putih.

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah,” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti sesuatu yang  baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta” kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampoi batas.”

Sejarah Kacang Adas

Menurut kisah, kacang adas merupakan salah satu makanan yang dibenci oleh kaum Yahudi selama mereka dalam pembuangan di wilayah Mesir. Karena saat itu, kacang Adas digunakan sebagai bahan dasar membuat roti khusus untuk orang yang kekurangan (miskin).

Bukan hanya itu, kaum Yahudi juga kurang menyukai bawang Bombay (basal), bawang putih (fum), mentimun (qissa’) dan sayuran (baqi).

Ayat di atas menceritakan bagaimana kaum Yahudi saat itu bersama Musa berada dipadang pasir. Mereka mengadu pada Musa tidak bisa makan hanya satu macam makanan saja (yang dimaksud manna dan salwa).

Namun Nabi Musa memberitahukan jika makanan itu lebih baik, di kondisi gurun pasir Sinai yang tak bersahabat saat itu, daripada makanan yang mereka minta yakni sayuran, mentimun, bawang dan adas.

 


Karakteristik Kacang Adas

Dalam bahasa Indonesia kata adas dihubungkan dengan minyak adas, yang merupakan salah satu campuran untuk membuat minyak telon, jenis minyak yang digunakan untuk menghangatkan bayi.

Kacang adas termasuk kelompok kacang-kacangan (legume), dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan ‘lentils’ yang hidup pada satu musim saja. Tanaman ini dibudidayakan hanya untuk diambil bijinya saja.

Tumbuhan ini tidaklah terlalu tinggi hanya sekitar 40 cm saja. Bijinya tersimpan dalam polong, setiap polong menyimpan dua biji. Kadang adas sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi mentah, karena memiliki kandungan antinutrien, seperti asam fitik (phytic acid) dan tanin.

Di dalamnya juga ditemukan kandungan pencegah kerja trypsin (trypsin inhibitors) yakni enzim yang terlibat dalam proses pencernaan dan kandungan phytate yang tinggi, dimana kandungan ini berdampak mengurangi  jumlah mineral diet secara biologis.

Karena itu sebelum diproses sebaiknya adas ini harus direndam semalam penuh  untuk mengurangi kandungan phytate. Proses memasaknya  juga memerlukan waktu 10-30 menit tergantung varietasnya.

Manfaat bagi Kesehatan

Lentil atau kacang adas ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, termasuk isoleucine dan lysine, kelompok asam amino esensial. Adas merupakan sumber protein murah dan banyak dimanfaatkan oleh penganut vegetarian.

Meski lentil ini hanya memiliki sedikit saja kandungan methionine dan cystine, asam amino  essesial yang diperlukan tubuh, namun bisa disiasati kacang adas ini dijadikan kecambah.

Kacang adas ini juga mengandung serat diet, vitamin B1, dan mineral yang cukup. Kandungannya berbeda-beda tergantung varietasnya, yakni antara 11-31%. Adas ini juga ditengarai mengandung banyak zat besi yang diperlukan dalam jumlah besar untuk orang dewasa atau ibu-ibu yang hamil.

 


Berdasarkan Penelitian Ilmiah

Biji adas (Foeniculum vulgare Mill) sebagai tanaman rempah-rempah telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai penyedap masakan. Kandungan minyak atsiri seperti limonina yang mengharumkan, sedangkan kandungan flavonoida-nya berkhasiat menyembuhkan radang. Minyak atsiri juga bisa membunuh mikroba. Buahnya mengandung minyak volatile (anetol, pinen, felandren, dipenten, fenchon, metilchavikol, anisaldehida, asam anisat, kamfen) dan minyak lemak. Kandungan adas hitam juga membantu mengeluarkan angin, dan mendorong pengeluaran air seni, batuk pada anak-anak, sakit perut pada anak, diare, mual, kembung dan ambeien (Anon., 2000).

 

Baca juga:

Manfaat Bawang Putih Termaktub dalam Surat Al Baqarah

 

Karena itu sangat menarik pengkajian kemampuan menangkap radikal bebas, jenis dan konsentrasi pelarut untuk memperoleh senyawa fenolik tinggi dan aktivitas antioksidan dari tanaman biji adas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis pelarut dan konsentrasi pelarut yang tepat untuk memperoleh rendemen senyawa fenolik biji adas dan aktivitas antioksidan yang tinggi, mengidentifikasi potensi antioksidan dan antiradikal bebas biji adas (Foeniculum vulgare Mill), menentukan konsentrasi ekstrak biji adas yang optimum untuk memperoleh aktivitas antiradikal maksimum.

Konsumsi Kacang Adas Memperlacar ASI

dapat memicu pengeluaran ASI, tanaman adas (Foenicumum vulgar L.) juga merupakan tumbuhan yang dipercaya masyarakat khususnya di pulau jawa sebagai tanaman yang merangsang produksi ASI. Tanaman adas (Foenicumum vulgar L.) banyak ditanam di Indonesia, India, Eropa dan Jepang karena mempunyai banyak manfaat. Daun adas dipercaya masyarakat sebagai pelancar ASI bagi ibu menyusui. Tanaman adas mengandung flavonoid tinggi yang dapat mempengaruhi sistem endokrin dan fungsi hormon seperti merangsang sekresi air susu.

 

 

Pemilihan kacang hijau dan daun adas sebagai galactogogue didasarkan pada kandungan senyawa aktif, kandungan nutrisi, dan informasi ethnobotanical. Galactogogue digunakan untuk menginduksi, mempertahankan dan meningkatkan produksi ASI yang memediasi proses yang kompleks melibatkan interaksi antara faktor fisik dan fisiologis. Kandungan senyawa aktif polifenol dan flavonoid merangsang prolaktin untuk meningkkatkan produksi air susu dan oksitosin untuk terjadinya proses pengeluaran air susu. (nat/dbs)

 

Sumber:

1. Lutfi Suhendra, I Wayan Arnata, 2009, Potensi Aktivitas Antioksidan Biji Adas (Foeniculum Vulgare Mill) Sebagai Penangkap Radikal Bebas, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.

2. http://www.candradewojati.com

3. http://www.pikiran-rakyat.com

 

 

Baca juga:

Manfaat Labu dalam Surah As Shaffaat

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top