#FloraFaunadalamQuran (13)

Termaktub dalam Alquran, Kecerdasan Burung Gagak Ajari Manusia

gomuslim.co.id – Manusia tak pernah hidup sendiri, ia berdampingan dengan berbagai makhluk yang Allah ciptakan. Baik binatang, tumbuh-tumbuhan diciptakan oleh Allah untuk saling memberi manfaat. Bahkan seekor burung pun memiliki peranan penting dalam sebuah ekosistem, yakni peran integral dalam rantai makanan.

Namun, siapa sangka selain memegang peranan penting dalam ekosistem, seekor burung ternyata juga merupakan guru bagi manusia. Adalah burung gagak, yang kisah kecerdasannya sangat masyur. Termaktub dalam QS Al Maidah ayat 31 yang artinya;

“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.”

 


Kecerdasan Burung Gagak

Kepandaian burung gagak ini dibuktikan oleh Maurice Burton dan Robert Burton dalam penelitiannya yang berjudul “Crow”. Penelitian tersebut membuktikan bahwa burung gagak mempunyai tingkat kecerdasan tertinggi di antara para burung.

Otak burung gagak juga disebut-sebut lebih besar dari otak manusia. Otak burung hitam ini berukuran 2,7 persen dari keseluruhan tubuhnya. Sedangkan otak manusia dewasa hanya 1,9 persen dari berat tubuhnya.

 

 

Penelitian serupa juga dilakukan oleh Bernd Heinrich dan Thomas Bugnyar dari Universitas Vermont, Kanada dan Universitas St. Andrews, Skotlandia. Hasil penelitian yang dipublikasikan pada majalah American Scientific tersebut menyatakan bahwa burung gagak mampu menggunakan logika untuk memecahkan masalah bahkan melampaui kera besar.

Thomas Bugnyar mengatakan bahwa burung gagak memiliki kemampuan kognitif setara dengan anak usia dua tahun. Bahkan, sebuah taman hiburan bernama Puy du Fou di kota Les Epesses, Perancis, secara khusus melatih enam burung gagak jenis Rooks untuk mengambil puntung rokok dan sampah kering.

Direktur taman bermain Puy du Fou Nicolas di Villiers mengungkapkan, alasan dari memanfaatkan burung adalah selain untuk menjaga kebersihan alam, burung dinilai bisa mengajarkan manusia untuk melestarikan lingkungan.


Keunikan Burung Gagak

John Marziuf dari Universitas of Washington menyebutkan bahwa burung gagak dapat dengan mudah mengingat wajah manusia. Bahkan, burung ini dapat mengenali wajah manusia dengan sangat baik hingga bertahun-tahun, terutama mereka yang dianggap sebagai musuh dan ancaman.

Jika sudah begitu, gagak tak akan berhenti membalas dendam. Bahkan, ia tak segan untuk mengajak kawanannya ikut membalaskan dendam.

 

 

Hal itu berbanding lurus juga dengan kesetiaan, burung gagak merupakan hewan yang setia, seperti halnya merpati. Mereka biasanya akan tinggal seumur hidup bersama pasangannya serta membentuk sebuah keluarga kecil dengan pasangannya itu. Fakta unik lainnya, adalah burung gagak mampu hidup hingga 17 tahun. Bahkan tak jarang ada pula yang bertahan hingga 23 sampai dengan 40 tahun.

 

Mitos Burung Gagak

Di beberapa kebudayaan dan mitologi, burung gagak kerap dikaitkan dengan sesuatu yang buruk. Di Eropa, ia dipercaya sebagai burung peliharaan penyihir. Di Indonesia, burung gagak di hutan dianggap dapat menjadi pertanda kesulitan yang bakal timbul. Ada pula kepercayaan yang mengaitkan sate gagak untuk memanggil hantu.

Memiliki warna gelap, memiliki suara serak nyaring dan menusuk telinga, membuat burung ini kerap dikait-katikan dengan hal-hal mitos, banyak yang membenci kemunculan sang gagak yang identik dengan ilmu hitam, dan magis.

Hal tersebut sudah lebih lebih dulu disangkal oleh Rasulullah dalam hadits berikut

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada ‘penularan penyakit (Adwa), tidak ada burung penentu nasib baik dan buruk (Thiyarah), tidak ada burung hantu pembawa sial (Hamah), tidak ada bulan shafar pembawa sial atau keberuntungan (Shofar)” (HR. Bukhari dan Muslim), dan dalam riwayat Imam Muslim terdapat tambahan: “ dan tidak ada bintang penentu hujan (Nau)’, serta tidak ada hantu (ghaul).”

Maka, sudah jelas bahwa burung gagak tidak pernah ada hubungannya dengan mitos-mitos ghaib yang beredar.

 

 

Allah memberi banyak pembelajaran dengan menunjukkan gagak sebagai mentor untuk manusia. Gagak tampaknya menjadi guru yang baik dalam berpikir logis, pemecahan masalah secara kreatif, kerja tim, perencanaan strategis, dengan tetap menunjukkan rasa hormat terhadap lingkungan.

Sudah semestinya kita untuk belajar dari makhluk-makhluk cerdas, seperti yang kita lihat, kita membutuhkan kekuatan berpikir mereka untuk membawa kita kembali ke tujuan utama kita sebagai khalifah di bumi. (nov/gomuslim)

 

Wallahu a'lam Bishowab

 

Sumber :

The International Wildlife Encyclopedia, Volume 10, tahun 2002 oleh Maurice Burton dan Robert Burton

Alquran

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top