#FloraFaunadalamQuran (14)

Termaktub dalam Alquran, Allah Ajarkan Taat bagi Manusia Melalui Kuda

gomuslim.co.id Alquran adalah mukjizat terbesar, yang menjadi pedoman hidup seluruh manusia. Di dalamnya, Allah banyak sekali menyebut makluk yang Dia ciptakan. Baik manusia, nabi-nabi-Nya, kitab-kitab, hingga tumbuh-tumbuhan serta hewan dengan segala keunikan dan keistimewaannya. Adalah Kuda, hewan istimewa yang kerap Allah sebut sebagai hikmah dan peringatan untuk manusia.

Tersebutlah Kuda dalam QS Al ‘Adiyat yang artinya Kuda Perang yang Berlari Kencang;

“Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Rabbnya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada? Sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.” (QS. Al ‘Adiyat: 1-11).

 

Allah Mengajarkan Ketaatan Melalui Kuda

Dalam surat Al ‘Adiyat tersebut, Allah bersumpah dengan kuda.Dalam tafsir  Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di,  Kuda adalah karunia Allah bagi makhluk-Nya. Kuda di sini memiliki keistimewaan khusus dibanding hewan-hewan lainnya.

Kuda tersebut dikatakan berlari kencang dengan terengah-rengah. Kuda tersebut memercikkan api karena sentakan kakinya yang mengenai batu saat berlari kencang. Kuda tersebut kemudian menyerang musuhnya di waktu Shubuh. Lalu kuda tersebut menerbangkan debu-debu. Kuda tersebut kemudian menyerang musuhnya hingga menebus ke tengah-tengah mereka.

 

 

Allah dalam firman-Nya, menyebut keistimewaan kuda yang setia terhadap tuannya, termasuk ketangguhan dalam berperang. Kuda yang terlatih begitu kuat dan gagah, hingga bisa menggetarkan bahkan mengalahkan musuh-musuhnya. Hingga dalam ayat berikutnya Allah singgung manusia yang ingkar pada Tuhan.

Kuda adalah hewan yang Allah pilih dalam menganologikan kesetiaan serta ketangguhan makhluk. Hal inilah yang seharusnya menjadi hikmah bagi manusia untuk terus setia dan taat pada pencipta-Nya.

 

Keistimewaan Kuda

Selain itu, kuda juga dapat dirawat oleh pemiliknya dengan cara dimandikan, digosok, dipijat, serta disikat. Dalam berbagai kebudayaan, kuda dianggap sebagai simbol kebebasan, kecerdasan, dan kekuatan. Kuda memiliki penglihatan yang bagus dengan mata berdiameter sepanjang 5 cm (2 inci). Sementara, volume mata kuda mencapai sembilan kali lebih besar dari pada manusia.

 

 

Mata kuda memiliki tiga kelopak mata, dua yang biasa dan yang ketiga disebut membran nictitating yang terletak di sudut dalam mata dan sesekali menyapu mata, melumasi dan membersihkannya jika timbul. Kuda tidak bisa benar memusatkan mata seperti manusia. Sebaliknya, bagian bawah retina mereka melihat benda dari kejauhan dan bagian atas untuk melihat lebih dekat. Maka jangan heran jika kuda sering dipakaikan kacamata. Bukan karena penglihatannya tidak baik atau silau dengan sinar matahari namun ujurtsu agar matanya lebih fokus.

Selain itu, kuda memiliki daya ingat yang baik. Maka, jika seekor kuda diperlakukan dengan baik ia akan mengingat orang itu sebagai teman selama ia hidup. Kuda itu akan melanjutkan pertemanan saat melihat mereka lagi, terlepas dari berapa lama mereka berpisah. Kuda juga ingat tempat-tempat yang sangat bagus dan nyaman baginya.

Karenanya, bagi sahabat gomuslim yang tertarik belajar berkuda harus bersikap baik dan lembut terhadap kuda, ya.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Sunanul Kubra yang juga diriwayatkan oleh At-Timirdzi dengan hasan-sahih beriku, artinya;

Setiap sesuatu selain bagian dari zikir kepada Allah adalah sia-sa dan permainan belaka, kecuali empat hal: latihan memanah, candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, dan mengajarkan renang.

 

Fakta Kekuatan Kuda

Rupanya, kuda juga tidak kalah hebatnya. Hewan yang terbilang sebagai spesies mamalia modern ini memiliki keistimewaan yang bernilai ekonomis dan historis. Secara historis, kuda yang memiliki kelincahan dan kekuatan bak kontainer ini pernah menjadi bagian tak terpisahkan suku-suku pengembara di padang rumput dan gurun Asia Tengah dan Utara.

Pada musim panas, kuda bisa menghabiskan rumput sampai 50 kilogram, ini dalam sehari. Sementara pada musim dingin, makanannya bisa ditambah dengan jerami dan padi-padian serta terkadang ditambah dengan tetes tebu. Kebutuhan air bagi kuda dalam sehari mencapai 60 liter.

 

 

Tak ayal, kuda disebutkan secara gamblang dalam Alquran sebagaimana berikut:

“Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya,” (QS. An-Nahl: 8). 

 

Mengenal Haizum, Kuda Milik Malaikat Jibril

Dalam Perang Badar, dikisahkan Malaikat Jibril dan kudanya, Haizum turun untuk membantu pasukan Muslimin. Untuk diketahui, perang Badar sendiri dikenal sebagai perang antara hidup dan mati kaum Muslimin. Jika pasukan Rasulullah SAW kalah, Islam akan mati dan dan tidak lagi mampu menyebarkan syiarnya. Namun, jika menang, hasil pertempuran ini akan menjadi motivasi yang besar dan akan terus bangkit untuk menyebarkan ajaran Rasulullah di Makkah, Madinah, dan seluruh dunia.

Di tengah perang antara 300 umat Islam dengan 1.000 orang kafir ini, Rasulullah ber doa hingga bercucuran air mata untuk me minta bantuan Allah ini. Allah SWT pun menurunkan bantuannya untuk umat. Allah menurunkan rombongan tentara berpakaian serbahijau yang mana itu adalah malaikat.

Allah dalam QS al-Anfaal ayat 9 Allah berfirman,

"Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."

Dilanjutkan dengan seruan Rasulullah,

 “Rasulullah bersabda, “Bergembiralah wahai Abu Bakar, pertolongan Allah telah datang. Ini adalah Jibril yang sedang memegang kendali tunggangannya di atas gulungan-gulungan debu.”

Abdullah bin Abbas menceritakan: "Tatkala seseorang dari kaum Muslimin dengan semangat mengejar seseorang dari kaum musyrikin yang berada di hadapannya, tibatiba dia mendengar pukulan cemeti di atasnya dan suara penunggang kuda yang berteriak, 'Majulah wahai Haizum!' Seketika dia melihat ke arah orang musyrik yang berada di hadapannya tadi, dan didapatinya tersungkur dalam posisi terlentang, lalu dia melihatnya sedang keadaan hidungnya telah ditindik dan wajahnya telah terbelah seperti kena pukulan cemeti dan seluruhnya menghijau."

Karenanya, seorang dari Anshar tadi datang kepada Rasul untuk menceritakan tentang hal itu. Maka, beliau pun berkata, "Benar yang engkau katakan, itu adalah sebagian dari bala bantuan dari langit ketiga."

Abu Dawud al-Maziniy pun berkata, "Sesungguh nya aku mengikuti seorang laki-laki dari kaum musy rikin untuk memenggalnya, na mun tiba-tiba ke palanya sudah terlebih dahulu jatuh ke tanah sebelum pedangku menebasnya. Maka, sadarlah aku bahwa ada orang lain yang telah membunuhnya."

Seorang Anshar lantas datang membawa tawanan bernama al-Abbas bin Abdul Mu thallib. Al-Abbas berkata, "Demi Allah bukan orang ini yang tadi menawanku, tadi aku ditawan oleh seorang laki-laki tinggi yang berwajah tampan dengan menunggang seekor kuda yang gagah. Dan, aku tidak pernah melihat dia di tengah-tengah mereka ini."  (nov/dbs)

 

 Wallahu A'lam Bishowwab.

 

 

Sumber :

Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsiril Kalamil Mannan, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H.

Cerita-cerita Sains Terbaik dari Alquran,  Idah Salmah.

dbs

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top