#FloraFaunadalamQuran (15)

Hikmah dalam Kisah Nabi Sulaiman dan Burung Hud-hud si Pembawa Berita

gomuslim.co.id – Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita berurusan dengan berbagai macam kabar berita. Kabar berita, terlepas dari baik dan buruknya memiliki hal penting yang harus kita teliti yakni kebenaran dari berita tersebut.

Di era keterbukaan seperti sekarang ini, arus informasi semakin deras dan mudah. Kemudahan tersebut sebaiknya tak melenakan kita untuk memilih dan memilah mana berita yang benar dan lebih baik disebarkan atau hanya untuk dijadikan hikmah pelajaran.

Terkait hal ini, Allah singgung dalam QS Al Hujurat ayat 6;

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

 

Kisah Nabi Sulaiman dan Pembawa Berita

Dikisahkan dalam QS An Naml, sebuah cerita yang masyur yakni burung Hud-hud yang jadi teladan dalam membawa berita.

 

 

Tatkala Nabi Sulaiman memeriksa pasukannya, bahkan beliau pun memeriksa pasukan burung-burung untuk melihat apakah mereka semuanya telah berada di markasnya. Ternyata beliau mendapati burung Hud-hud tidak hadir kala itu.

Nabi Sulaiman berkata, "Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir?"

Kemudian Nabi Sulaiman AS 'mengancam' burung hud-hud karena ketidakhadirannya tersebut, seraya berkata, "Sungguh aku benar-benar akan mengadzabnya dengan keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang."

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Rabb Yang mempunyai 'Arsy yang besar." (Qs. An-Naml: 21-26)

 

 

Terlihat betapa cerdasnya burung Hud-hud, ia membawa argumentasi yang kuat mengapa dia tidak hadir kala itu. Dan Hud-hud juga membawa berita yang sangat penting tentang kerajaan Saba' yang dipimpin oleh seorang Ratu. Argumentasi dan berita yang dibawakan burung Hud-hud membebaskan dia dari ancaman hukuman Nabi Sulaiman.

Dalam kisah tersebut, dicontohkan pula keteladanan Nabi Sulaiman yang tak lantas percaya pada burung Hud-hud meskipun beliau tau akan kejujuran burung HUd-hud. Sang Nabi tetap memeriksa kebenaran cerita si pembawa berita dengan mendatangi Sang Ratu di negeri Saba’.

Itulah bukti kongkrit dari makna tabayyun, yakni mengkonfirmasi kabar berita. Serta conton teladan dari pembawa berita yaitu burung Hud-hud yang membawa berita benar bagi sang Raja, Nabi Sulaiman.

 

Mengenal Burung Hud-Hud

Nama Hud-hud berasal dari bahasa arab. Orang arab telah mengenalnya dan menamai burung tersebut sejak zaman dahulu kala. Di Indonesia dikenal dengan nama hupo tunggal, dapat dijumpai di hutan-hutan Kalimantan dan Sumatra. Sementara, dalam literature burung, Hud-hud disebut noble hoopoe atau eurasian hoopoe (Upupa epops).

 

 

Burung ini, memiliki jambul panjang di kepalanya, warna kepala hingga punggung cokelat muda, sedangkan sayap dan ekor putih bergaris hitam. Termasuk burung yang cukup langka di Indonesia. Persebaran burung ini meliputi Afrika, Asia, dan Eropa.

Burung ini aktif di siang hari, mencari makan serangga-serangga kecil, seperti ulat, belalang, dan kumbang. Hal ini memperlihatkan sosok burung yang suka berkelana, aktif, dan dinamis.

Dinamai hupo karena suaranya yang terdengar tidak indah, seperti huuf huuf huuf. Biasa bersarang di lubang–lubang pohon, bekas sarang hewan lain.

 

Keunikan Burung Hud-hud

Para ilmuwan dari University of Granada and the Higher Council of Scientific Research (CSIC) menemukan bahwa burung hud-hud (hoopoe) akan melapisi telur-telur mereka dengan sekresi yang mereka produksi sendiri.

 

 

Uniknya, cairan tersebut berisi bakteri mutualistik yang kemudian ditahan oleh struktur khusus dari cangkang telur, sehingga telur tidak terpengaruh. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan telur mereka dari infeksi oleh patogen.

Selain itu, keunikan lainnya pada burung ini adalah ketika merasa terancam, burung ini akan menyemprotkan kotorannya ke mata binatang yang mencoba menyerangnya. Inilah uniknya, si hud-hud akan membalikkan tubuhnya dan mengarahkan pantatnya ke hadapan musuhnya. Jika strategi ini  tidak berhasil, atau tidak mengenai sasaran, maka hud-hud akan menyelimuit tubuhnya dengan bau yang sangat busuk.

Rupanya burung ini memiliki kelenjar khusus di dekat kloaka, yang bisa menghasilkan zat yang berbau sangat busuk. Ketika terancam, dia akan menggosokan zat tersebut ke bulu-bulunya, kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan bau tersebut. Kalau bisa diibaratkan, baunya sama seperti daging yang sudah busuk.

Kelenjar yang berbau busuk itu bukan hanya berfungsi sebagai alat pertahanan diri, tetapi juga mampu menolak parasit, sebagai anti-bakteri, dan melindungi burung dari berbagai penyakit.

 

Keistimewaan Burung Hud-hud

Keistimewaan lain yang dimiliki burung ini adalah, kemampuan terbangnya yang mampu melintasi berbagai negara. Dalam kisah Nabi Sulaiman, tercatat burung ini melewati berbagai negara hingga sampai pada negara yang sangat jauh.

 

 

Hingga kemudian, seorang ilmuwan yang membuktikan hal ini yang diabadikan dalam video youtube The Secrets of Nature, dengan judul Return of the Hoopoe.

Burung ini telah terbang dari Austria di Eropa, melewati puluhan negara dan sampai ke Afrika, kemudian ke Negara Kenya, dan yang menggembirakan saat dilacak dengan tekhnologi yang dimilikinya, ternyata burung Hud Hud terbang kembali lagi ke Austria, tepatnya di mana burung itu dilepaskan.

Upayanya berhasil, semua terekam dengan kamera yang dipasang di segala sudut. Tapi pada suatu malam, badai datang menghantam sarang burung Hud Hud tersebut. Semua burung mati, termasuk induknya. Masya Allah. (nov/dbs/rep)

wallahu a'lam bishawab

 

 

Sumber:

Journal of Animal Ecology

Alquran Terjemah At Tauhiid

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top