#FloraFaunadalamQuran (21)

Hikmah Kisah Sapi Bani Israil dalam Surat Al Baqarah

gomuslim.co.id – Termaktub dalam Alquran, kisah hewan ternak yang namanya menjadi nama surat terpanjang yakni Al Baqarah yakni Sapi Betina. Kisah dalam surat ini menceritakan penyembelihan sapi betina yang Allah perintahkan kepada Bani Israil, kaum Nabi Musa AS.
 
Kisah Bani Israil dan Sapi Betina
 
Mengutip riwayat dari ‘Ubaidah as-Salmany, Ibn Katsir dalam Kitab Tafsirnya  (I:443) yang menuturkan bahwa di kalangan Bani Israil adalah seorang laki-laki kaya raya yang tidak punya anak. Satu-satunya ahli warisnya adalah anak saudaranya. Barangkali tidak sabar menunggu untuk mendapatkan warisan, maka sang kemenakan membunuh pamannya. Kemudian malam-malam dia mengangkat dan meletakkan jenazah pamannya itu di depan rumah seseorang dari Bani Israil. Besoknya sebagian masyarakat menuduh yang punya rumahlah sebagai pembunuhnya. Yang lain menolaknya, sehingga terjadilah perdebatan dan pertengkaran. Seseorang mengusulkan agar mendatangi utusan Allah Musa dan menanyakan kepadanya siapa yang membunuh lelaki tersebut.
 
Mereka menyatakan: “Wahai Musa, engkau Nabi Allah, maka tanyakanlah kepada Allah siapa yang membunuh lelaki itu”. Lalu Nabi Musa memohon kepada Allah SWT. Allah SWT kemudian menyuruh mereka menyembelih seokor sapi betina. Allah SWT berfirman:
 
“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.” Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. (QS. Al-Baqarah :67)
 
Mendapatkan perintah untuk menyembelih sapi betina, mereka langsung memberikan reaksi negatif. Mereka menuduh Musa mempermainkan atau mengolok-olok mereka. Barangkali dalam pikiran mereka, apa hubungannya mencari sang pembunuh dengan menyembelih seekor sapi betina. Sekalipun sudah banyak peristiwa hebat-hebat dan luar biasa mereka lalui bersama Musa, tetap saja Bani Israil itu belum mempercayai Musa sepenuhnya.
 
Menerima tuduhan mengolok-olok, Musa berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang jahil. Karena orang jahil lah yang suka mengolok-olok orang lain. Musa berkata: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”.
 
Dipilihnya sapi untuk disembelih bisa jadi adalam sebagai upaya mengikis habis kepercayaan kaum Samiry, yang menjadikan sapi sebagai sesembahan.
 
 
Sebenarnya dengan mudah mereka bisa mencari seekor sapi mana saja, lalu menyembelihnya sesuai perintah Allah yang disampaikan oleh Musa. Tetapi mereka malah bertanya lagi tentang sifat sapi yang akan disembelih itu. Allah SWT berfirman:
 
“Mereka menjawab: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu.” Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”. (QS. Al-Baqarah :68)
 
Perhatikan kembali kalimat yang mereka gunakan: “mohonkanlah kepada Tuhanmu…” seolah-olah Allah SWT itu hanya Tuhannya Nabi Musa semata, bukan Tuhan mereka juga. Penggunaan kalimat kamu, bukan kita atau Tuhan saja menunjukkan masih berjaraknya hati mereka dengan Tuhan.
 
Setelah dijelaskan sapi yang akan disembelih adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda, apakah mereka langsung mencarinya? Ternyata tidak. Mereka malah tanya lagi warnanya apa. Allah SWT berfirman:
 
“Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya”. Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.” (QS. Al-Baqarah :69)
 
Dengan terus bertanya, tugas mereka menjadi semakin berat. Tetapi mereka tidak menyadari itu, sehingga terus bertanya lagi, sapi kuning yang bagaimana yang harus mereka sembelih? Allah SWT berfirman:
 
“Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).” (QS. Al-Baqarah :70)
 
Mereka tidak segera menjalankan perintah, tapi malah bertanya terus. Sebenarnya sudah cukup jelas sifat sapi yang harus mereka cari. Yaitu sapi betina yang tidak tua dan tidak muda, berwana kuning menyenangkan. Cukup jelas sebenarnya, tapi dasar mereka tidak punya sikap patuh dan percaya sepenuhnya kepada Musa, mereka tanya terus.  Akhirnya ditambahkan satu sifat lagi dari sapi betina yang harus mereka cari dan sembelih. Allah SWT berfirman:
 
“Musa berkata: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.” Mereka berkata: “Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya”. Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.” (QS. Al-Baqarah :71)
 
Karena banyaknya pertanyaan yang tidak perlu, tugas yang tadinya sederhana dan mudah dilaksanakan berubah jadi sulit. Semakin banyak mereka bertanya semakin berat tugasnya. Alquran menyatakan, betapa sulitnya mencari sapi betina yang sesuai dengan sifat yang disebutkan Allah SWT. Hampir-hampir mereka tidak dapat melaksanakan perintah itu.
 
Pelajaran penting bagi kita sekarang ini untuk tidak meniru sifat buruk Bani Israil ini. Bertanya karena tidak tahu boleh saja. Bertanya untuk minta penjelasan lebih lanjut terhadap hal yang samar-samar tentu juga tidak dilarang. Tetapi mempertanyakan sesuatu yang sudah jelas, seperti pertanyaan Bani Israil tentang sapi betina itu tentu akan mempersulit diri sendiri.
 
 
 
Setelah menceritakan tentang perintah menyembelih seekor lembu betina yang disampaikan oleh Musa kepada Bani Israil, dan bagaimana Bani Israil banyak tanya tentang sifat sapi yang disembelih itu, barulah Allah SWT menyebutkan latar belakang kenapa perintah itu diberikan. Yaitu untuk mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi pada waktu itu. Allah SWT berfirman:
 
“Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.” (QS. Al-Baqarah :72)
 
Kembali kepada Bani Israil, setelah lembu itu ditemukan dan disembelih, lalu dipotong ekornya, kemudian dipukulkan kepada jasad korban pembunuhan itu. Lelaki yang sudah meninggal itu tiba-tiba bangun dan mengatakan bahwa yang membunuhnya adalah anak saudaranya sendiri. Lalu dia kembali meninggal. Allah SWT berfirman:
 
“Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti.” (QS. Al-Baqarah :73)
 
Demikianlah Allah SWT memperlihatkan kekuasaannya menghidupkan orang mati. Ayat ini menjadi salah satu bukti di samping bukti-bukti lain bahwa Allah SWT akan menghidupkan kembali seluruh umat manusia di Akhirat nanti.
 
 
Manfaat Daging Sapi bagi Manusia
 
Di Indonesia, sapi merupakan hewan ternak yang keberadaanya ada di setiap provinsi. Adalah Nusa Tenggara Barat dan Bali merupakan provinsi dengan penghasil sapi terbesar di Indonesia, bahkan sering disebut sebagai bumi sejuta sapi.
 
Daging sapi memiliki warna merah terang, mengkilap, dan tidak pucat. Secara fisik daging cukup elastis, sedikit kaku dan tidak lembek. Jika dipegang masih terasa basah dan tidak lengket di tangan. Dari segi aroma, daging sapi memiliki aroma yang khas. Sapi pedaging dapat dibedakan dari jenis kelamin dan umur, dimana dengan perbedaan tersebut akan membedakan mutu dari daging sapi.
 
 
 
Sementara, untuk komposisi nutrisi, menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI dalam 100 gram daging sapi adalah Kalori (kal) 207,00, Protein (g) 18,80, Lemak (g) 14,00, Karbohidrat (g) 0, Kalsium (mg) 11,00, Fosfor (mg) 170,00, Besi (mg) 2,80, Vitamin A (SI) 30,00, Vitamin B1 (mg) 0,08, Vitamin C (mg) 0, Air (g) 66,00.
 
Dari nutrisi tersebut, maka berikut adalah manfaat daging sapi jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar juga proses memasak yang baik
 
Kaya Protein Dan Zat Besi
Protein hewani yang terkandung dalam daging sapi bermanfaat untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak, hingga meningkatkan fungsi otak. Sedangkan zat besi berfungsi sebagai pengikat oksigen dalam tubuh, membantu proses metabolisme, dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.
 
Dapat Mencegah Stroke Dan Diabetes
Sel-sel syaraf dalam tubuh membutuhkan banyak oksigen. Dengan mengonsumsi daging sapi secara rutin dan pengolahan yang tepat, kadar insulin bisa tercukupi, sehingga kita terhindar dari risiko diabetes.
 
Meningkatkan Sistem Imun
Gizi dan nutrisi dalam daging sapi sangat baik semua orang, terutama yang aktif berkegiatan. Sebab, bisa meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun, sehingga tidak mudah terserang penyakit.
 
Menjaga Berat Badan Ideal
Daging sapi mengandung banyak protein. Untuk itu, memakan daging sangat disarankan untuk orang-orang yang sedang diet, karena kalori bisa terbakar oleh protein yang mampu meningkatkan metabolisme dan menahan rasa lapar. Pilihlah daging sapi dengan lemak yang sedikit atau non-lemak, agar diet lebih maksimal.
 
Mempercepat Penyembuhan Luka
Protein dalam daging sapi pun bisa mempercepat penyembuhan luka. Salah satu penyebab luka infeksi paling umum adalah terhambatnya penyaluran oksigen ke jaringan yang rusak. Kekurangan mineral dapat menunda pembentukan dan perbaikan jaringan. Mineral berperan penting dalam penyembuhan, karena berperan mendistribusikan oksigen lewat darah.
 
Membantu Fungsi Jantung
Dengan porsi yang tepat, daging sapi tanpa lemak sangat baik untuk kesehatan jantung. Memakan daging sapi dengan olahan yang tepat, seperti direbus atau dipanggang, dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
 
Menjaga Kesehatan Kulit
Kandungan mineral dan nutrisi dalam daging sapi dapat membantu regenerasi kulit agar tidak kusam, menghilangkan noda hitam pada wajah, serta mencegah penuaan dini. Zat antikarsinogenik dalam daging sapi juga mampu mencegah pertumbuhan kanker, termasuk kanker kulit.
 
 
 
Manfaat Susu Sapi Bagi Tubuh 
 
Selain daging dan tulang belulangnya, sapi menghasilkan susu yang dapat dikonsumsi bahkan secara langsung setelah diperah. Semuanya memiliki manfaat yang baik bagi tubuh manusia.
 
Menurut Departemen Kesehatan RI, Susu sapi segar mengandung energi sebesar 61 kilokalori, protein 3,06% gram, karbohidarat 4,3 gram, lemak 1,77% gram, kalsium 143 miligram, fosfor 60 miligram, zat besi 2 miligram. Selain itu juga terkandung vitamin A sebanyak 130 IU, vitamin B1 0,03 miligram dan vitamin C1 miligram. Di dalam susu terkandung vitamin B2 dan vitamin A, selain protein juga terdapat macam-macam asam amino yang penting untuk pertumbuhan tubuh.
 
 
 
Selain susu segar, susu memiliki banyak jenis yang merupakan produk turunan akan olahan susu, seperti UHT, Skim atau Pasteurisasi. Semua itu dilakukan agar susu mudah didistribusikan ke daerah lain serta dimanfaatkan dalam waktu yang lebih lama.
 
Susu memiliki peranan penting dalam mencegah osteoporosis, karena kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi sangat baik untuk kepadatan tulang dan gigi. Selain itu susu juga mendatangkan manfaat untuk optimalisasi produksi melatonin. Melatonin adalah hormone yang dihasilkan kelenjar pineal pada malam hari yang membuat kita mengantuk dan beristirahat dengan baik.
 
 
 
Selain itu susu dapat mengikat logam-logam berat dalam tubuh yang disebabkan oleh polusi. Maka susu dapat menjadi pilihan untuk penetralan saat keracunan logam berat yang masuk dalam tubuh akibat udara yang berpolusi.
 
 
 
Sumber :
 
 ‘Ubaidah as-Salmany, Ibn Katsir, Kitab Tafsir 2, 2005
 
Jurnal Isni Utami, Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Mengenai Susu dengan Riwayat Konsumsi Susu Selama Masa Usia Sekolah Dasar,  FKM UI, Universitas Indonesia 2009
 
Jurnal Usmiati, S, Pengawetan Daging Segar dan Olahan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor 2010
 
Jurnal Puguh Suryowardoj, Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Jurusan Teknologi Hasil Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, 2012
 
Jurnal Dwiari, S. R. Teknologi Pangan,  Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, 2008
 
Suaramuhammadiyah.id
 
 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top