#FloraFaunadalamQuran (22)

Termaktub dalam Alquran, Haramnya Hewan Babi untuk Dikonsumsi

gomuslim.co.id - Islam merupakan agama yang mengatur segala sendi kehidupan manusia. Salah satunya mengenai pemenuhan kebutuhan akan makanan. Selain mengenai faktor rasa, gizi, kebersihan dan keamanan suatu makanan, terdapat aspek lain yang tidak kalah penting yaitu status halal dan haram makanan. Sangat tinggi pula, perhatian akan makanan halal, haram, atau syubhat (meragukan) bahkan sumber makanan, kebersihan, cara pengolahan, penyajian, sampai cara membuang sisa makanan.

Di antara hewan yang diharamkan untuk dimakan adalah babi dan ini sudah merupakan kesepakatan kaum muslimin, sebab pelarangan memakan daging babi sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, di antaranya:

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah Ayat: 173)

Dengan demikian jelaslah haramnya daging babi dan seluruh anggota tubuhnya. (Ibnu Hazm dalam kitab Al Muhalla)

 

Larangan Menjual Barang Haram

Tak hanya untuk konsumsi, Rasulullah juga dengan tegas melarang penjualan babi dan berbagai turunan bahkan memakan hasil penjualannya. Meskipun, sudah diusahakan untuk mengubahnya dalam bentuk-bentuk lain, misalnya sebagai katalisator atau dicampur dengan daging lainnya.

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta mengharamkan babi dan hasil penjualannya.” (HR. Abu Daud)

 

 

Dari Jabir bin Abdullah beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada tahun penaklukan Mekkah dan beliau waktu itu berada di Mekkah: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi dan patung-patung.” Lalu ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah Apakah boleh (menjual) lemak bangkai, karena ia dapat digunakan untuk mengecat perahu dan meminyaki kulit serta dipakai orang untuk bahan bakar lampu?” Maka beliau menjawab: “Tidak boleh, ia tetap haram.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi ketika itu: “Semoga Allah memusnahkan orang Yahudi, sungguh Allah telah mengharamkan lemaknya lalu mereka ubah bentuknya menjadi minyak kemudian menjualnya dan memakan hasil penjualannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Walaupun pertanyaannya mengenai bangkai namun juga bersifat umum terhadap seluruh yang haram dalam hadits tersebut dan yang lainnya.

 

Hikmah Larangan Mengkonsumsi Babi

Dilansir dari ABC News, yang menyebutkan bahwa sebuah hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari peneliti Swedia mengatakan bahwa konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas. Penelitian ini semakin memperkuat kebenaran aturan agama yang melarang konsumsi daging babi.

Menurut National Cancer Institute, potensi kanker pankreas dapat terjadi dengan perbandingan satu dari 65 orang.

“Apabila anda mengkonsumsi daging babi tersebut setiap hari, resiko anda akan naik menjadi 1,7 persen. Itu memang masih sangat kecil,” ujar peneliti dari National Cancer Institute, Dr Richard Besser.

 

 

Selain itu, hewan yang diharamkan pasti akan memberikan pengaruh bagi orang yang memakannya. Hal ini berlaku untuk makanan haram secara umum.

“Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor (najis)” (QS. Al An’aam: 145)

Anggota kehormatan dari Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa Islam di Arab Saudi, Syaikh Shalih Al Fauzan dalam Kitab Al Ath’imah menyebutkan; “Ada yang diharamkan karena makanannya yang jelek seperti Babi, karena ia mewarisi mayoritas akhlak yang rendah lagi buruk, sebab ia adalah hewan terbanyak makan barang-barang kotor dan kotoran tanpa kecuali.”

Orang yang memakan binatang buas yang bertaring bisa mendapat pengaruh sombong dan congkak di mana sifat tersebut termasuk watak hewan buas. DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia.

Babi memiliki beberapa sifat seperti, binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya. Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.

 

Bahaya Konsumsi Babi

Konsumsi babi dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, bacon, atau ham memiliki efek yang berbahaya bagi tubuh. Babi menjadi inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya bagi manusia. Babi hanya mengeluarkan 2% dari seluruh kandungan asam urat nya dan 98% masih tersimpan dalam tubuh.

Babi merupakan hewan pembawa penyakit atau host bagi parasit . Babi mengandung banyak macam parasit dan bisa menyebabkan penyakit cacingan. Beberapa cacing yang terdapat pada babi antara lain Taenia solium yang dapat masuk ke peredaran darah dan menyebabkan penyakit Taeniasis yaitu adanya gangguan pada otak, hati, saraf tulang, dan paru-paru, Trichinella spiralis dapat menginfeksi otot-otot, gangguan pernafasan, gangguan menelan, pembesaran kelenjar limfe, radang otak (ensefalitis) dan radang selaput otak (meningitis), Fasciolopsis buski dapat menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan pada tubuh, serta Clonorchis sinensis merupakan trematoda pada hati yang menyebabkan penyakit klonorkiasis, serta carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).

 

 

Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii

Menurut Prof. A.V. Nalbandov menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine. Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.

 

 

Sementara, menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.

Bahkan, Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh.

“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nuur: 51). (Nov)

Wallahu a'lam bishawab 

 

Sumber:

Jurnal Kajian Nilai-Nilai Keislaman, Al Kaffah, Komisi Penelitian dan Pengkajian Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, 2014

Syukriya, Alvi Jauharotus dan Hayyun Durrotul Faridah, Journal of Halal Product and Research, Science And Technology Studies Of The Causes Of  Prohibited Foods In Islamic Law, Pusat Riset dan Pengembangan Produk Halal Universitas Airlangga, Universitas Airlangga, 2019

Hilda, M.Si, Dr.  Lelya, Pandangan Sains Terhadap Haramnya Lemak Babi, IAIN Padangsidimpuan, 2013

Syaikh Shalih Al-Fauzan, Al-Ath’imah Fiqih Makanan

ABC News

 

Komentar

  • Teguh

    19 November 2019

    cara membasmi cacing taenia solium didalam tubuh

    Assalamualaikum, saya muslim yang sudah terlanjur memakan daging babi kurang lebih, karna tidak ketahuan saya, mohon petunjuknya bagaimana cara mengeluarkan cacing taenia solium dari dalam tubuh.terima kasih


    Reply






















Tulis Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top