#FloraFaunadalamQuran (23)

Keistimewaan Rayap, Binatang Penanda Wafatnya Nabi Sulaiman

gomuslim.co.id - Dalam Alquran banyak disebutkan nama-nama hewan, baik sebagai perumpamaan maupun model untuk memberi pelajaran/hikmah serta petunjuk kepada manusia. Peran hewan dalam kehidupan manusia sejajar dengan sumber alam lainnya, seperti air dan tumbuhan dan semuanya merupakan tanda-tanda keesaan Allah Subhanallah Wa Ta'ala, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah  ayat 164 yang artinya;

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. Al-Baqarah : 164)

Salah satu dari sekian banyak hewan tersebut adalah Rayap. Binatang yang menjadi penanda akan kematian Nabi Sulaiman AS melalui tongkat yang dijadikan sandaran Nabi Sulaiman.

 

 

 

Kisah Wafatnya Nabi Sulaiman AS

Nabi sulaiman wafat pada tahun 935 SM. Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan duduk bertopang di atas tongkatnya dan tidak ada satupun dari para pengikutnya bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal dunia.

Dikisahkan bahwa pada suatu hari ketika Nabi Sulaiman sedang shalat, tiba-tiba ia melihat sebatang pohon di hadapannya, maka beliau pun bertanya,

“Siapa namamu?” tanya Nabi Sulaiman. Pohon itu menjawab, “Al-khurub (perusak).”

“Lalu untuk apa engkau datang?” tanya Sulaiman. “Untuk merusak rumah ini,” jawabnya.

Selanjutnya Nabi Sulaiman berdoa;

“Ya Allah tampakkanlah kematian kepada bangsa jin sehingga manusia mengetahui bahwa jin tidak mengetahui yang ghaib.”

Kemudian beliau menancapkan pohon tersebut sebagai tongkat dan bersandar padanya. Hingga kemudian malaikat mencabut nyawanya, Nabi Sulaiman tetap dalam keadaan demikian bahkan sampai satu tahun lamanya.

Sementara jin bekerja untuknya membangun sebuah bangunan tinggi, masih menganggap Nabi Sulaiman hidup. Mereka bekerja dengan sangat keras. Sampailah pada suatu ketika tongkat tersebut rapuh karena dimakan rayap dan roboh ke tanah, baru diketahui jika Nabi Sulaiman ternyata sudah wafat.

 

 

Sebagaimana doa Nabi Sulaiman bahwa, jin adalah makhluk yang tidak mengetahui perkara yang ghaib. Karena jika pasti mereka tau, maka sudah menyadari kematian Nabi Sulaiman dan tidak akan tetap berkerja untuk Nabi Sulaiman.

"Maka ketika kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan," (Q.S Saba’ Ayat : 14)

 

Rayap Merugikan Ekonomi

Secara sains, rayap dikenal sebagai serangga pemakan kayu, serasah daun, jamur dan lainnya. Sekira 10% dari 4000 jenis yang ada, adalah rayap perusak bangunan. Koloni ini biasanya memakan properti rumah yang terbuat dari kayu.

Rayap yang seringkali juga merusak kayu atau menyerang pohon dan tanaman hidup sehingga menjadi hama yang potensial serta merugikan dari sisi ekonomi. Serangga ini merugikan karena merusak tanaman dan selain itu juga makan kayu kering, atau bahan lain yang mengandung selulosa.

 

 

Hampir semua jenis kayu potensial untuk dimakan rayap. Serangan rayap pada saat ini merupakan masalah yang sangat besar mengingat intensitas serangannya yang semakin tinggi dan meluas sehingga nilai kerugian akibat serangan rayap cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Kemampuan merusak rayap ada hubungannya dengan populasinya yang sangat tinggi, daya jelajah yang luas serta daya adaptasi terhadap lingkungan yang cukup baik. Dengan demikian dapatlah dimengerti mengapa rayap merupakan serangga perusak yang luas penyebarannya dan besar dampak ekonominya.

 

 

Manfaat Rayap bagi Ekosistem

Beberapa rayap jenis lain justru dapat meningkatkan produktivitas agroekosistem dan kesuburan tanah karena fungsinya yang nyata sebagai peluruh limbah organik. Besarnya peranan rayap, khususnya jenis rayap pemakan tanah, terhadap peningkatan kesuburan tanah di daerah tropika adalah karena sumbangannya yang berarti dalam proses persebaran, perlindungan, dan penytabilan bahan organik tanah; perbaikan mikroagregat, porositas, dan aerasi tanah; serta peningkatan proses humifikasi.

 

 

Rayap banyak memberikan manfaat bagi ekosistem bumi, sebagai makrofauna tanah, rayap memiliki peran dalam pembuatan lorong-lorong di dalam tanah dan mengakibatkan tanah menjadi gembur sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman. Spesies-spesies rayap tertentu mampu mempercepat daur hara sehingga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah. (nov)

 

Wallahu a'lam bishawab

 

 

Sumber:

Ibnu Katsir, Kisah Para Nabi, Pustaka Azzam, 2006.

Umar Sulaiman al-Asyqar, Dr., Kisah Shahih Seputar Para Nabi dan Rasul, Pustaka Elba.

Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, Hewan dalam Perspektif al-Qur’an dan Sains, Jakarta: LPMA, 2012

Perdana, Ade Darian. Keragaman Jenis Rayap Tanah Pada Tiga Tegakan di  Hutan Pendidikan Wanagama, Universitas Gadjah Mada, 2013 ,

http://www.raudhatulmuhibbin.org/

 

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top