#RahasiaTujuhNamaHari

Sejarah Ungkap Peristiwa di Balik Hari Selasa

gomuslim.co.id -Tidak hanya hari Ahad dan Senin ternyata hari Selasa  banyak menyimpan kisah dan peristiwa bersejarah dalam peradaban Islam. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a Rasulullah SAW pernah ditanya tentang hari Selasa. Beliau menjawab : “Hari Selasa adalah hari darah”. Para sahabat lalu bertanya : “Ya Rasulullah SAW kenapa hari Selasa disebut hari darah?”. Nabi SAW menjawab : “Karena pada hari itu Siti Hawa haid dan anak Adam dibunuh oleh saudaranya”.

Sebagian ulama mengatakan, bahwa pada hari Selasa tujuh jiwa telah dibunuh, Diantaranya adalah : Jirjis as, Nabi Yahya as, Nabi Zakariya as, Tukang sihir Fir’aun, Asiyah bin Muzachim istri Fir’aun, Orang yang mempunyai sapi dari Bani Israil dan Habil putera Nabi Adam as.

1. Terbunuhnya Jirjis bin Falathin

Ia adalah seorang Nabi yang hidup pada masa Raja Diryanuh yang menyembah berhala Pada suatu hari Raja Diryanuh membangun sebuah altar sesembahan, diatasnya diletakkan berhala yang dihiasi dengan beraneka macam permata dan mutiara, serta diharum-harumi dengan minyak misik dan kafur. Ia juga menyalakan api didekat dltar tersebut, barang siapa yang mau bersujud kepada berhala tersebut ia akan selamat, sedangkan orang yang tidak mau bersujud akan dilemparkannya kedalam api.

Maka Allah Ta’ala mengutus seorang Nabi namanya Jirjis bin Falathin, Jirjis ini mengajak kepada Raja untuk menyembah kepada Allah SWT. Mendengar ajakan Jirjis itu Raja Diryanuh berkata kepadanya : “Kami tidak akan menyembah kepada Tuhan yang tidak bisa mendegar dan tidak bisa melihat , serta tidak bisa membuatmu kaya sedikitpun”. Raja Diryanuh melanjutkan perkataannya : “Sesungguhnya harta, jabatan raja, kenimatan bagiku tidak terhitung banyaknya sejak aku menyembah kepada berhala, maka mana bekas sesembahanmu kepada Tuhanmu yang tidak bisa menampakkan kenikmatan sedikitpun kepadamu?”. Jirjis lalu berkata : “Sesungguhnya kenikmatan dunia itu akan sirna, sedangkan Allah Ta’ala memberiku kenikmatan di akhirat di surga”.

Akhirnya antara Raja Diryanuh dan Jirjis terlibat dalam perdebatan yang seru, sehingga Raja Diryanuh memerintahkan untuk membunuh Jirjis as dengan cara yang tidak manusiawi, namun berkat kuasa Allah SWT penyiksaan itu tidak sedikitpun membahayakan Nabi Jirjis as. Ada yang mengatakan, kaum Raja Diryanuh membunuh Jirjis sempai dengan 70 kali. Terdapat juga keterangan dalam sebagian kitab, bahwa kaum Raja Diryanuh berusaha membunuh Jirjis sampai seratus kali.

Nabi irjis as berdoa, tatkala selesai ia melihat ada api turun dari langit, sewaktu api itu mulai mendekati mereka, orang-orang kafir menghunuskan pedangnya hendak membunuh Jirjis. Akhirnya turunlah api tersebut menimpa mereka sekaligus menghancurkannya. Kejadian tadi berlangsung pada hari Selasa.

 

2. Terbunuhnya Nabi Yahya as

Peristiwa pembunuhan Nabi Yahya ini bermula ketia ada seorang raja dari Bani Israil yang mempunyai seorang istri, sedangkan istrinya itu mempunyai seorang anak wanita dari suaminya yang dahulu (alias bukan benih dari sang raja). Sedangkan istrinya itu ingin menikahkan anaknya kepada suaminya (bapak tirinya) hal ini dilakukan oleh istrinya karena ia khawatir kalau anaknya nanti dinikahi oleh orang lain.

 

Resepsi upacara penikahannya dilakukan besar-besaran dan mengundang Nabi Yahya sekaligus untuk merestuinya. Melihat model pernikahan ini Nabi Yahya berkata:

“Ini adalah haram dalm agama Islam”. Kemudian Nabi Yahya keluar dari tempat walimah, maka sang raja menjadi murka ia bertekad melakukan tipu daya untuk membunuh Nabi Yahya.

 

3. Tebunuhnya Nabi Zakariya as

Peristiwa terbunuhnya Nabi Zakariya as adalah pada hari Selasa. Kejadian itu bermula ketika Nabi Zakariya lari dikejar oleh orang yahudi dan orang yahudi terus memburunya dibelakang. Tatkala orang yahudi mendekati dirinya (dimana dirinya dalam keadaan mendesak), Nabi Zakariya melihat sebuah pohon besar, lalu ia berkata kepada pohon itu : “Wahai pohon, sembunyikanlah diriku padamu”.

Tiba-tiba pohon itu pecah, maka Nabi Zakariya langsung masuk kedalamnya, lalu pohon itu menutup kembali dengan rapat (sebagaimana bentuk semula). Kemudian datanglah orang-orang Yahudi ketempat dimana Nabi Zakariya berada, tetapi mereka tidk menemukannya. Maka iblis berkata kepada mereka : “Sesungguhnya Nabi Zakariya berada dalam pohon besar ini, oleh karena itu ambillah gergaji dan belahlah pohon ini menjadi dua bagian supaya dia mati di dalam pohon”. Akhirnya orang-orang yahudi melakukan cara pembunuhan sebagaimana disarankan oleh iblis laknatullah.

 

 

4. Terbunuhnya Asiyah Istri Fir’aun

Terbunuhnya Asiyah istri Fir’aun adalah pada hari Selasa. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, yang artinya :

“Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata : “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah disisiMu dalam surge dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim”. (Q.S At-Tahrim : 1).

 

Sesungguhnya Asiyah yang menjadi istri Fir’aun itu adalah seorang muslimah sejak 60 tahun, tetapi ia pandai menyimpan keimanannya itu dari Fir’aun. Tatkala Fir’aun mengetahui tentang keimanan Asiyah, maka ia memerintahkan untuk menyiksa dengan beraneka macam bentuk penyiksaaan, sebelum melakukan penyiksaan Firaun berkata kepada Asiyah : “Kembalilah engkau (kepada kekufuran)”. Akan tetapi Asiyah tetap teguh dengan keimanannya, ia tidak mau kembali kepada kekufuran.

 

5. Disembelihnya Sapi Bani Israil

Hal ini telah disebutkan oleh Allah SWT dalam firmanNya yang artinya adalah :

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. (Q.S Al-Baqarah : 67).

 

6. Terbunuhnya Habil putra Nabi Adam as

Dalam hal ini Allah SWT telah menyebutkan dalam firmanNya, yang artinya:

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua Putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya ketika keduanya mempersembahkan korban, maka terimalah dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil) : Aku pasti membunuhmu! Berkata Habil : Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa. (Q.S. Al-Maidah : 27).

Wallahu a'lam bishawab

 

 

Sumber: Syekh Abi Nasrun Muhammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy. 2010. Rahasia Dibalik Tujuh Nama Hari. Jakarta: Kalam Mulia

 

Baca juga :

Keistimewaan Hari Senin: Kisah Lahir dan Wafatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

 

 

 

 


Back to Top