#RahasiaTujuhNamaHari

Peristiwa di balik Hari Rabu: Tenggelamnya Fir'aun Hingga Harta Qarun yang Melegenda

gomuslim.co.id - Tidak hanya hari Senin dan Selasa, ternyata hari Rabu juga banyak menyimpan kisah dan peristiwa bersejarah yang terjadi di zaman dahulu. Dibalik peristiwa yang terjadi kita bisa memetik hikmah dan pelajaran.

Allah SWT berfirman, yang artinya:

“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus” (Q.S Al-Qamar : 19).

Peristiwa sebagaimana yang telah digambarkan oleh Alquran diatas terjadi pada hari Rabu. Ada keterangan yang diriwayatkan oelh Anas bin Malik r.a, ia berkata: Rasulullah SAW pernah ditanya tentang hari Rabu. Beliau menjawab : “Hari Rabu adalah hari nahas yang terus menerus”. Para sahabat lalu bertanya : “Bagaimana hari itu disebut dengan hari nahas, Ya Rasulullah?”. Rasulullah SAW menjawab : “Pada hari Rabu Allah menenggelamkan Firaun dan kaumnya (di laut merah), dan pada hari itu juga Allah merusak kaum Ad, kaum Tsamud dan kaumnya Nabi Shalih”.

Sebagian ulama berkata: pada hari Rabu Allah Ta’ala telah menghancurkan tujuh orang kafir dengan menggunakan tujuh perkara, di antara tujuh orang kafir itu adalah:

1. Hancurnya Auj bin Unuq

Auj bin Unuq adalah orang yang sampai berumur 4500 tahun dan tinggi tubuhnya, karena tingginya itu ketika terjadi banjir taufan pada zaman Nabi Nuh a.s, banjirnya itu tidak sampai melewati batas lututnya. Dikatakan ketika Auj bin Unuq berada di gunung ia mampu menjulurkan tangannya kelautan untuk mencari ikan, lalu membakarnya di matahari kemudian memakannya. Disaat Ia marah pda penduduk suatu negeri, maka penduduk negeri itu ia kencingi sehingga mereka semua tenggelam oleh air kencingnya.

Tatkala Nabi Musa masuk di padang sahara, datanglah Auj bin Unuq hendak menghancurkan Nabi Musa dan tentaranya yang setia melindungi Nabi Musa a.s, kemudian Auj bin Unuq menjebol sebuah gunung lalu diangkatnya gunung itu diletakkan diatas kepala guna dijatuhkan pada Nabi Musa dan kaumnya. Maka Allah mengutus burung hud-hud dengan membawa batu halus lalu diletakkannnya di atas gunung yang sedang di kepala Auj bin Unuq, berkat kekuasaan Allah batu-batu tersebut bisa masuk ke dalam gunung dan melubanginya, sehingga gunung tersebut merosot ke bawah dan mengikat lehernya, Auj bin Unuq  tidak bisa berkutik dan tidak mampu menghancurkan gunung itu dari lehernya hingga ia binasa. Dikatakan bahwa tingginya Nabi Musa itu ada 40 dzira, sedangkan tinggi tongkatnya juga 40 dzira, disaat Auj bin Unuq dalam keadaan kritis dan tidak bekutik, Nabi Musa lalu melompat setinggi 40 dzira kemudian memukul tongkatnya pada mata kaki Auj bin Unuq sehingga ia terjatuh berkat kekuasaan Allah dan akhirnya ia mati.

 

2. Hancurnya Qarun

Qarun dihancurkan adalah pada hari Rabu. Peristiwa penghancuran Qarun adalah sebagai berikut:

Qarun adalah termasuk dari kaumnya Nabi Musa a.s yang bersikap kasar kepadanya. Ketika Allah Ta’ala memerintahkan kepada Nabi Musa untuk menulis kitab taurat dengan tinta emas. Nabi Musa a.s berkata : “Wahai Tuhanku, aku tidak menemukan emas”. Allah lalu mengajari Nabi Musa tentang ilmu kimia. Pada waktu itu Qarun dalam keadaan fakir dan melarat, tetapi keluarganya termasuk ahli ibadah kepada Tuhannya, kalau malam digunakannya untuk beribadah dan siangnya ia pergunakan untuk puasa.

Melihat keadaan Qarun yang serba miskin ini Nabi Musa merasa kasihan, lalu diajarinya Qarun dengan ilmu kimia, dengan harapan nanti Qarun bisa menolong dalam ketaatannya kepada Allah dan menafkahi anak-anaknya. Setelah Qarun mengetahui ilmu kimia (dan bisa mengelola tambang emas) maka berkumpullah hartanya yang banyak. Sebagaimana yang telah disebutkan Allah dalam firmanNya, yang artinya:

“Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaraan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat” (Q.S Al-Qashah : 76).

Ketika harta Qarun bertambah banyak ia mulai meninggalkan shalat sunnah dalam beribadahnya. Dalam sebuah keterangan disebutkan bahwa sebab binasanya Qarun itu ada 3 perkara, diantaranya adalah Hubbud dunya (senang dunia), Man’uz zakat (tidak mau mengeluarkan zakat), dan berdusta kepada Nabi Musa a.s. Maka orang yang suka membuat perkara, ia diibaratkan dengan Qarun.

 

3. Hancurnya Firaun dan tentaranya

Firaun dan tentaranya dihancurkan Allah dengan menenggelamkannya kedalam laur merah adalah pad ahari Rabu. Adapun kisahnya sebagai berikut : Ketika Nabi Musa yang dikejar oleh Firaun dan tentaranya sudah sampai di tepi lautan, sedangkan orang yang menyertai Nabi Musa itu ada 70.000 orang dari Bani Israil, dan Firaun terus mengejarnya yang disertai pasukan yang jumlahnya dua kali lipat dari pengikut Nabi Musa.

Allah Ta’ala meberi wahyu kepada Nabi Musa agar Nabi Musa memukul tongkatnya ke laut,maka pecahlah laut itu menjadi dua dan setiap pecahannya itu bagaikan gunung yang besar (yang berdampingan) yang ditengah-tengahnya terdapat jalan. Lalu Nabi Musa melewati jalan tersebut bersama kaumnya, kemudian Firaun datang dan terus mengejar Nabi Musa bersama pasukannya melwati jalan di tengah laut yang telah dibuat oleh Nabi Musa. Setelah Nabi Musa dan kaumnya sampai diseberang tepi lautan, Allah memerintahkan kepada lautan agar menenggelamkan Firaun dan tentaranya (dengan kembali dalam bentuk semula) sehingga mereka tenggelam semua dan masuk ke dalam neraka.

 

 

4. Hancurnya Namrud bin Kan’an

Allah membinasakan Namrud bin Kan’an dengan nyamuk adalah pada hari Rabu. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya:

“Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri..” (Q.S Al-Muddatsir : 31).

Namrud adalah seorang raja yang memiliki pasukan terlatih 700.000 pasukan penunggang kuda yang mengenakan baju besi dan topi besi, mereka terkenal kuat dan tangguh dalam medan pertempuran. Sutu hari Namrud berkata kepada Nabi Ibrahim: “Wahai Ibrahim, jika Tuhanmu memiliki kerajaan maka datangkan pasukannya agar ia memerangi diriku dan mau mengambil kerajaan ini dariku”.

Dikatakan, ketika sudah dekat datangnya adzab Namrud, Allah mengutus nyamuk (untuk membunuhnya). Nyamuk ini mula-mula berputar-putar disekitar pohon selama tiga hari kemudian masuk ke lubang hidungnya Namrud, di dalam ia makan otaknya Namrud selama 40 hari.

 

5. Hancurnya kaum Nabi Shaleh

Allah Ta’ala telah menghancurkan kaum Nabi Shaleh dengan satu kali teriakan malaikat Jibrik a.s. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya, yang artinya :

“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur” (Q.S Al-Qamar : 34).

 

6. Hancurnya Syadad bin Ad

Allah telah menghancurkan Syadad bin Ad pada hari Rabu. Adapun kisahnya adalah sebagai berikut: Ada seseorang namanya Ad, ia mempunyai dua orang anak lelaki salah satunya bernama Syadid, sedangkan yang lain namanya Syadad. Pada suatu hari Syadad membaca sebuah kitab, kebetulan yang dibacanya itu mengenai sifat-sifat surga, maka ia berkata : “Aku akan membangun surga untuk diriku di dunia sebagaimana sifat surga di akhirat”. Syada bin Ad adalah sesorang raja besar yang banyak kekuasaannya di muka bumi.

Allah Ta’ala mengutus Jibril as pada waktu itu Syadad dan pasukannya sudah berada di depan pintu surga. Jibril lalu berteriak dengan sekali teriakan, akhirnya matilah mereka semua sebelum sempat memasuki surga (buatannya), sehingga tidak ada lagi orang yang kaya, orang miskin, raja maupun para menteri. Sebagaimana telah disebutkan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya : “Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kami melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar” (Q.S Maryam : 98).

 

7. Hancurnya kaum Hud

Allah SWT telah membinasakan kaum Hud dengan angin yang kencang, peritiwa itu terjadi pada hari Rabu. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya:

“Maka Kami meniupkan angin angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia” (Q.S Fushilat : 16).

 

Wallahu a'lam bishawab

 

Sumber:

Syekh Abi Nasrun Muhammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy. 2010. Rahasia Dibalik Tujuh Nama Hari. Jakarta: Kalam Mulia

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top