#RahasiaTujuhNamaHari

Alquran Ungkap Peristiwa yang Terjadi pada Hari Kamis

gomuslim.co.id - Kamis merupakan salah satu hari yang penuh berkah bagi umat Muslim. Mengapa demikian? karena banyak sekali peristiwa yang terjadi pada hari tersebut.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a ia berkata : Rasulullah SAW pernah ditanya tentang hari Kamis, maka beliau menjawab:

“Hari Kamis adalah hari dilaksanakannya hajat”. Lalu para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah, bagaimana hari Kamis itu sampai disebut dengan hari terlaksanakannya hajat ?”. Rasulullah SAW menjawab: “Karena pada hari tersebut Nabi Ibrahim masuk kepada Raja Mesir hingga terlaksana hajatnya dan ia diberi (seorang wanita namanya) Siti Hajar”.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman, yang artinya :

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya…” (Q.S Al-Fath : 27).

Berkatalah oyang yang mempunyai kisah: Ada tujuh orang dari para Nabi dan wali yang memperoleh tujuh perkara pada hari Kamis, orang tersebut adalah:

1. Masuknya Nabi Ibrahim ke Negeri Mesir

Nabi Ibrahim as yang datang kepada Raja Mesir kemudian ia memperoleh Siti Hajar. Masuknya Nabi Ibrahim ke negeri Mesir yang menyebabkan dirinya dibakar oelh Raja Mesir, tetapi Allah menjadikan api yang membakar dirinya itu menjadi dingin dan bisa menyelamatkan Nabi Ibrahim.

Peristiwa di atas itu bermula ketika Nabi Ibrahim hendak menuju Mesir,beliau berkata : “Sesungguhnya aku ini adalah orang yang sedang bepergian menuju ke Tuhanku yang akan menunjukan diriku”. Akhirnya berangkat ke Mesir dengan membawa Istrinya Siti Sarah. Dikatakan bahwa di Mesir itu ada seorang Raja Dzalim yang suka merampas istri orang lain dengan cara dianiyaya dan disetiap jalan sang raja menempatkan tentaranya untuk mengawasi setiap orang yang lewat.

Diketahui bahwa Siti Sarah adalah seorang wanita yang sangat dicintai oleh Nabi Ibrahim kekasih Allah, maka Allah menjaga Siti Sarah. Begitu juga kalimat tauhid yang sudah tertancap di hati seorang mukmin, dimana kalimat tersebut sangat disenangi oleh Dzat Yang Maha Agung sehingga bagi musuh tidak akan bisa menemukan jalan kepada yang disenangi oleh Dzat Yang Maha Agung, maka bagaimana bisa bagi setan menemukan jalan kepada yang disenangi Dzat Yang Maha Agung.

 

2. Keluarnya Orang yang Memberi Minum Raja ke dalam Penjara

Keluarnya orang yang memberi  minum dari penjara pada hari Kamis, ia berhasil bertemu Raja kemudian ia selamat. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya :

“Adapun salah seorang di antaranya kamu berdua, akan member minum tuannya dengan khamer..” (Q.S Yusuf : 41).

 

“Dan bersama dia masuk pula kedalam penjara dua orang pemuda” (Q.S Yusuf : 36).


3. Masuknya Saudara Nabi Yusuf ke Istana Nabi Yusuf

Masuknya saudara Yusuf (ke istana) Nabi Yusuf, kemudian mereka mendapatkan berbagai macam kenikmatan. Sebagaimana yang telah disebutkan Allah dalam firmanNya, yang artinya :

“Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka Yusuf mengenal mereka, sedangkan mereka tidak kenal (lagi) kepadanya. (Q.S Yusuf : 58).

Adapun kisahnya sebagai berikut : ketika sudara-saudara Nabi Yusuf telah sampai mendekati negeri Mesir, maka Jibril datang kepada Nabi Yusuf seraya berkata:

“Wahai Yusuf, saudara-saudaramu telah datang kepadamu bagaimana tindakanmu terhadap mereka?”. Nabi Yusuf berkata: “Mereka telah banyak menyakitiku dan hendak membunuhku sekarang mereka datang kepadaku dengan membutuhkan pertolonganku, maka aku tidak menegrti (tindakan apa yang harus aku lakukan terhadap mereka) kecuali memberikan kata maaf dan ampunan kepadanya”.

 

 

4. Masuknya Bunyamin Ke Mesir

Masuknya Bunyamin ke Mesir (tempat Nabi Yusuf) kemudia ia mendapatkan Yusuf as. (sudah berada di istana. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya:

“Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya” (Q.S Yusuf : 69).

 

5. Masuknya Nabi Yaqub ke Mesir

Masuknya Nabi Yaqub ke Mesir, maka beliau mendapatkan suasana aman. SEbagaimana yang telah disebutkan Allah dalam firmanNya, yang artinya :

“Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf merangkul ibu bapaknya dan ia berkata : “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman” (Q.S Yusuf : 99).

Berangkatlah Wahab bin Munabbih: Ketika Nabi Yaqub dalam bepergian sudah mendekati negeri Mesir, Nabi Yaqub mengutus Yahuda untuk pergi kepada Nabi Yusuf (mengabarkan tentang kedatangannya), maka Nabi Yusuf menyambut kedatangan bapaknya bersama 100.000 orang dari kaumnya, ketika Nabi Yaqub sudah dekat maka kaum Nabi Yusuf melihat diatas kepada Nabi Yaqub terdapat awan (mendung) yang menaunginya (sehingga tidak terkena sengatan matahari) sehingga keduanya bertemu dan Nabi Yusuf langsung merangkul bapak dan bibinya. Inilah makna dari : “Yusuf merangkul ibu bapaknya” (Q.S Yusuf : 99).

 

6. Masuknya Nabi Musa ke Mesir

Masuknya Nabi Musa as ke Mesir kemudia ia mendapatkan orang Qibthiy. Sebagaimana telah disebutkan dalam firman Allah, yang artinya :

“Dan Nabi Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya didalam kota itu dua orang lakil-laki yang berkelahi” (Q.S Al-Qashash : 15).

Dari keterangan terdapat isyarah, bahwa Nabi Musa adalah orang yang mulia sedangkan bani israil adalah orang yang hina. Nabi Musa tidak melihat kehinaan bani israil tetapi menggaulinya sebab kemuliaannya. Begitu juga Allah Tuhan Yang Maha Mulia tetap menggauli hambaNya yang maksiat sebab kemuliaannya. Ia tidak melihat kepada kehinaan hamba tersebut.

 

7. Masuknya Rasulullah SAW ke Kota Makkah

Masuknya Nabi Muhammad SAW ke Makkah maka beliau mendapatkan sudah terbukanya kota Makkah (orang kafir Makkah menyerah kepada kaum Muslimin) dengan pertolongan Allah. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam firmanNya, yang artinya :

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, Insya Allah dalam keadaan aman” (Q.S Al-Fath : 27).

 

Rasulullah SAW pernah bermimpi dalam tidurnya di tanah Hudaibiyah, ia bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menampakkan kepadaku dalam tidurku, Dia telah memuliakan aku dengan terbukanya kota Makkah dengan memberikan pertolongan dan memasukkan aku ke kota Makkah (dengan aman)”.

 

Wallahu a'lam bishawab

 

 

Sumber:

Syekh Abi Nasrun Muhammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy. 2010. Rahasia Dibalik Tujuh Nama Hari. Jakarta: Kalam Mulia

 

 

Baca juga:

Peristiwa di balik Hari Rabu: Tenggelamnya Fir'aun Hingga Harta Qarun yang Melegenda

 

 

 


Back to Top