Lembaga Kaligrafi Alquran: Rawat Khazanah Islam Lewat Dakwah bil Qolam

gomuslim.co.id- Kaligrafi bagi penguasa adalah kesempurnaan, bagi orang kaya adalah hiasan, dan bagi orang miskin adalah harta berharga.

Pecinta seni kaligrafi mungkin sudah tidak asing lagi dengan Lembaga Kaligrafi Alquran (Lemka). Komunitas yang sudah berdiri puluhan tahun ini telah mencetak lebih dari 6000 orang kader, guru, penulis, dan tenaga profesional di bidang kaligrafi. Bahkan, komunitas yang telah berdiri sejak tahun 1983 ini sekarang sudah memiliki Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Kepada gomuslim, Ketua Lemka UIN Jakarta, Jakfar bercerita bahwa Lemka ini berdiri atas inisiatif dari Dr. Didin Sirojudin M.Ag bersama murid dan sahabatnya seperti Ece Abidin, Ibrohim, Abdul Mutholib, Ikhwan Azizi dan lainnya di Ciputat. Selain itu, kehadiran komunitas ini didukung oleh Salim Fakhri yang saat itu menjadi Pembina Lemka

“Ide mulanya dari Pak Didin, yang sampai saat ini mempimpin Direktur Lemka. Didirikan pada tanggal 17 April 1985 dan dikukuhkan pada tanggal 20 April 1985. Kurang lebih tiga hari setelah nama Lemka itu didapat terus diresmikan,” ujarnya dalam pesan whatsapp, Minggu (12/08/2018).

Pengajar ekstrakurikuler di beberapa sekolah ini mengatakan sebelum pemberian nama Lemka, ada banyak nama yang diajukan. Seperti poros kaligrafi ciputat (PKC) dan terus lembaga kaligrafi (Lekra). Tetapi nama-nama tersebut belum disepakati dan baru gagasan aja.

“Akhirnya Lemka disepakati setelah beberapa rembukan oleh sahabat-sahabat pak Didin. Kenapa nama Lemka yang diambil? Menurut pak Didin adalah bahwa Lemka itu, Alquran nya itu sebagai sebuah etika,” katanya.

“Ketika seorang kaligrafer (khattat) menggoreskan kaligrafi, ada etikanya. Kenapa ada nama Alquran di belakangnya? karena itu sebuah pedoman yang memberikan sumber bagi kaligrafi untuk berakhlak yang baik,” sambungnya.

Dalam ungkapan sederhana, bagi seorang khattat atau kaligrafer itu harus mempunyai akhlak, berbudi pekerti yang baik, soleh, berkarya untuk keagungan agama sesuai dengan ajaran yang tertuang dalam kitab suci Alquran. “Maka dari itu, namanya Lembaga Kaligrafi Alquran,” tegas dia.

Komunitas Lemka Ciputat sendiri memiliki departemen atau bagian-bagian yang menangani kegiatannya. Beberapa di antaranya seperti departemen pembinaan minat dan bakat yang tugasnya mengadakan kursus dua kali dalam setahun.

“Departemen ini juga mengadakan safari seni, misalnya kunjungan ke Baitul Quran yang ada di Taman Mini Indonesia Indah. Disana kan banyak seni-seni kaligrafi yang dipajang seperti mushaf-mushaf kuno, ada lukisan-lukisan kaligrafi, ada artefak atau nisan-nisan kuburan yang bertuliskan kaligrafi,” ungkap Jakfar yang sudah mengikuti beberapa MTQ Kaligrafi ini.

Selanjutnya, ada departemen Pameran yang tugasnya mengadakan pameran-pameran lukisan atau kaligrafi. Biasanya, Lemka ikut bergabung dalam event-event tertentu yang didalamnya ada acara pameran-pameran.

“Misalnya pada bulan Ramadhan, kita selalu diundang oleh Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk mengadakan pameran lukisan. Kita dari Lemka mengikuti pameran lukisan kaligrafi. Terus, di event MTQ, kita juga selalu mengadakan pameran kaligrafi untuk memasyarakatkan seni kaligrafi itu sendiri kepada khalayak,” jelasnya.   

Lemka juga mengadakan kajian-kajian seni Islam. Diantaranya itu kajian seni Islam Nusantara, kajian seni Islam Timur Tengah dan kajian seni Islam lainnya.

Dan departemen terakhir adalah departemen usaha. Bidang ini bertanggungjawab terhadap kegiatan kewirausahaan Lemka. “Misalnya dengan membuka koperasi penjualan peralatan kaligrafi, membuat souvenir kaligrafi, kaos, gantungan kunci, sticker dan masih banyak lagi,” katanya.

Meskipun berada di lingkungan UIN Jakarta dan banyak diisi oleh kalangan mahasiswa, Lemka sendiri terbuka buat umum. Siapa pun bisa ikut kegiatan atau kursus di Lemka, baik dari kalangan mahasiswa, pengajar atau guru, wiraswasta, dan seniman lukis.

“Bahkan dari kalangan polisi atau angkatan juga ada yang pernah ikut kursus di Lemka,” ucapnya.

Penulis Kaligrafi di sejumlah Masjid dan Mushalla ini menyebut tidak ada persyaratan khusus bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan Lemka. Berbekal kemauan dan keinginan kuat untuk belajar kaligrafi sudah cukup.

“Bagi peserta yang ada minat dan bakat seni kaligrafi itu sudah cukup daftar di Lemka. Silahkan daftar kita terima. Paling persyaratan seperti biasa mengisi formulir aja. Tidak ada batasan usia. Mau anak SD, SMP, SMA, Guru, Mahasiswa atau pensiunan boleh gabung. Kita satu wadah,” tambahnya.

Hingga saat ini, selama kurang lebih 32 tahun, Lemka Ciputat melalui program kursus kaligrafinya telah menyelenggarakan sebanyak 64 gelombang. “Setiap gelombang hampir 100 orang. Kira-kira peserta didik Lemka lebih dari 4400 orang,” katanya.

Jakfar menyebut para seniman di Lemka dituntut untuk berakhlak yang sholeh. Karena Lemka mengajarkan seni Islam yang dijadikan pedoman hidup manusia yakni seni tulis Alquran.

“Mau menulis hurufnya saja kita dianjurkan untuk bersuci atau berwudhu. Mungkin itu salah satu ciri khas kami. Apalagi kegiatan didalamnya, banyak membedakan. Kita selalu mengadakan kunjungan safari seni. Diskusi seni, usaha seni dan organisasi seni,” jelasnya.

Jakfar yang sudah bergabung dengan Lemka sejak 2009 menyebut, Lemka sangat membantu dalam pelestarian khazanah Islam, syiar Islam dan dakwah bil qolam. “Kita sering mengadakan event pameran kaligrafi, perlombaan kaligrafi bahkan workshop kaligrafi. Sehingga masyarakat mengenal kaligrafi itu adalah seni khazanah Islam,” ucapnya.

Ia berharap semakin banyak yang melestarikan dan mengembangkan seni khazanah Islam  dalam bentuknya. “Baik seni suara, tulis, gerak dan lainnya yang bernilai keislaman. Supaya anak cucu kita tidak kehilangan (khazanah Islam),” tutupnya.

Saat ini, beberapa pengajar Lemka dan alumni aktif melakukan pembinaan dan pengkaderan kaligrafer melalui lembaga atau sanggar, serta pesantren yang ada di seluruh Indonesia. Tenaga pengajar lemka terdiri dari para khattat berprestasi, pelukis, desainer, dan praktisi profesional dibidang seni kaligrafi Islam. Lemka telah banyak menumbuhkan pelaku industri kreatif dibidang seni kaligrafi Alquran, seperti NOQTAH Art, Assiry, Saktah, dan lainnya. (njs)


Back to Top