#DakwahWithStyle

Komunitas Iqomic: Dakwah Kreatif Lewat Karya Komik Islam

gomuslim.co.id- Sejak kecil, sebagian dari kita mungkin senang membaca buku komik. Gambar-gambar tak bergerak tersusun menjadi sebuah cerita. Pesan dalam komik begitu mudah dicerna bagi semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Ini karena komik memang berbentuk visual.

Komik sendiri merupakan salah satu bentuk seni. Komik biasanya diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri. Seiring perkembangan teknologi, komik kini hadir dalam bentuk digital.

Pelaku dakwah kreatif masa kini pun mulai menggunakan komik sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dalam Islam. Salah satunya, seperti yang dilakukan komunitas Iqomic (Islamic quote & comic).

Kepada gomuslim, Ketua Komunitas Iqomic, Sandy Priyo Utomo mengatakan bahwa Iqomic dibentuk sebagai tempat berkumpul para komikus untuk berbagi pesan positif bertema dakwah Islam. Tujuan utamanya adalah menginspirasi kebaikan untuk menunjukan bahwa Islam sebagai agama Rahmatan lil Alamin.

“Iqomik sudah berjalan 3 tahun. Berdiri sejak Agustus 2015. Waktu itu, kita bikin grup di sosial media bersama teman-teman sesama komikus. Baik yang amatir maupun professional, kita kumpul dan bersepakat untuk bikin sesuatu konten yang positif. Dalam hal ini medianya adalah komik,” ujar pria berusia 37 tahun ini.

Ia menuturkan, selama tiga tahun ini, para komikus yang tergabung dalam Iqomic terus berkreasi di sosial media. Bahkan, dari kreasi ini, pihaknya telah menelurkan karya dalam buku. Diantaranya seperti buku Dakwah Ala Komikus, Liqomik, dan lainnya.

“Jadi ada outputnya, selain dari sosial media juga ke buku cetak. Terutama bagi teman-teman komikus yang belum punya buku. Kita arahkan bagaimana bisa berkarya supaya bukunya dicetak,” kata Ayah tiga anak ini.

Terkait keanggotaan, saat ini komunitas Iqomic sudah mencapai 83 orang. Mereka terdiri dari berbagai kota seperti Jakarta, Depok, Bandung, Solo, Semarang, Aceh, Medan, Kalimantan, Malang, dan Makasar. Meski demikian, masing-masing komikus memiliki akun media sosial dengan pengikut puluhan sampai ratusan ribu.

Dakwah Lewat Komik

Menurut Sandy, pada prinsipnya, dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Bahkan, kewajiban ini secara tegas dalam hadits yang menyebutkan ‘sampaikanlah walau hanya satu ayat’. Untuk itu, komunitas Iqomic terdorong untuk menghadirkan konten-konten positif dan edukatif sehingga bernilai kebaikan.

“Visi utama kita menginspirasi kebaikan dan menunjukan Islam itu sebagai Rahmatan lil Alamin. Islam bukan teroris, bukan anarkis. Itu yang kita kampanyekan lewat media komik,” ungkapnya.

 

 

Sandy yang juga berprofesi sebagai karyawan swasta di perusahaan otomotif di Jakarta ini menyebut konten dalam Iqomic sendiri selalu mengambil tema tentang kehidupan sehari-hari sebagai muslim.

“Contoh, ketika momentum Muharram, kita bikin komik tentang makna hijrah itu apa. Terus kita jelaskan juga tentang puasa Muharram. Mudah-mudahan itu bisa mengajak muslim lainnya untuk ikut melaksanakan puasa. Karena ada beberapa orang yang tidak tahu tentang puasa ini,” jelasnya.

 

Baca juga:

23 Komikus Muslim Luncurkan Buku Iqomic Dakwah Ala Komikus

 

Mulai Buat Konten Positif

Bagi Sandy, komik yang baik tidak hanya melihat dari sisi bagusnya gambar. Tetapi yang paling penting adalah isi dari gambar yang dibuat. Dalam artian, setiap komik yang dibuat haruslah berkonten positif. Karena pesan yang bagus lebih efektif bagi pecinta komik.

“Pertama, segera mulai. Kalau untuk kualitas gambar itu nomor sekian lah. Yang penting berani untuk membuat, menyampaikan nilai-nilai positif yang ada. Itu bisa. Anggota Iqomic juga pernah ada yang bikin komiknya cuma pake kertas, pulpen dan pensil warna. Lalu difoto bukan discan. Tapi karena kontennya bagus dan mengena, komiknya diterima, pesannya sampai,” katanya.

Terlepas dari itu, menurutnya semua komikus juga sama-sama belajar. Tidak jarang, ada kekurangan saat membuat komik. “Misalnya kemarin bikin komik. Gambar orang makan pakai tangan kiri. Itu kan salah. Tapi gak apa-apa, kita perbaiki dan posting ulang. Kita semua terus belajar. Jangan sampai yang kita sampaikan, kita sendiri belum lakukan  atau mungkin malah tidak bisa diaplikasikan,” paparnya.

Cara Gabung Iqomic

Ia menambahkan, komunitas Iqomic sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung. Caranya pun gampang. Cukup dengan membuat komik berkonten positif, lalu tag Instagram @Iqomic.

“Kalau kontennya sesuai, nanti akan kita repost. Ini yang paling efektif untuk sosialisasi. Ya karena keterbatasan dari kita dalam memproduksi komik. Kalau seminggu sekali itu kan kurang. Kita perlu temen-temen dari seluruh Indonesia dan seluruh dunia. Dengan begitu, konten Iqomiq itu nantinya jadi user generated content. Dalam artian konten-kontennya diisi oleh para pembaca itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan komunitas Iqomic lebih banyak dalam bentuk online. Meski demikian, tidak jarang melakukan pertemuan anggota. “Mulainya dari Instagram, lalu kita tawarkan untuk gabung di grup Whatsapp. Grup ini kita buat koordinasi sebenarnya, misalnya ketika ada acara-acara atau mau buat buku. Karena grup ini dari banyak kota berbeda-beda,” tutupnya. (njs) 

Baca juga:

Kenalkan Islam, Psikiater Muslim Asal Kuwait Ini Buat Komik The 99


Back to Top