#DakwahWithStyle

Madrasah Robotic Buktikan Anak Madrasah Bisa Tampil di Kancah Internasional

gomuslim.co.id - Dunia robotika di Indonesia kian bertumbuh, terlihat dari berbagai gelaran kompetisi robotic yang seolah tiada habis. Bahkan Indonesia tercatat sebagai pemenang di beberapa helatan lomba kelas dunia. Pemerintah, melalui Deputi Teknologi Pengembangan Sumber daya Alam (TPSA) Badan Pengkajian Penerapan Teknologi beberapa waktu lalu juga mendeklarasikan Masyarakat Robotic Indonesia, hal itu dilakukannya guna meningkatkan efisiensi industri dan meningkatkan laju dalam era industri 4.0.

Kali ini, gomuslim berkesempatan berkunjung ke salah satu club Robotic yang telah menorehkan prestasi di berbagai helatan internasional, mulai dari Malaysia, Singapura, Jepang, Singapura hingga negeri gingseng Korea Setan.

Adalah Madrasah Pembangunan, yang memiliki ekskul Robotic yang biasa disebut MPRC akronim dari Madrasah Pembangunan Robotic Club. Ekskul ini diikuti oleh beberapa siswa madrasah ibtidaiyah yang tertarik mempelajari dunia robot, yang dalam perjenjanganya terdapat tiga bagian, yakni Fun bagi anak kelas 1,2, dan 3 madrasah lalu basic bagi kelas 4 dan 5 dan senior bagi kelas lanjutan.

Pembina ekskul, Laili mengatakan awal berdirinya ekskul robotic di sekolah ini yang justru bermula karena prestasi Ocha dan Ave adiknya memperoleh juara 1 lomba Robotic di MH Tamrin.

“Robotic Club ini sudah ada 3 tahun, diawali dengan kemenangan salah satu Ocha. Sejak itu manajemen sekolah mensupport dalam bentuk adanya eskul Robotic, yang kami sebut MPRC” tuturnya.

Kepala Manajemen Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Bidang Penelitain Pengembangan dan Jaminan Mutu, Yon Sugiono mengungkapkan akan senantiasa memberi support penuh bagi siswa madrasah yang tertarik dunia Robotica.

“Kegiatan Robotic ini merupakan sebuah bentuk Implikasi salah satu pilar keunggulan MP yakni sains, yang wajib bagi kami untuk mendukungnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jawaban di revolusi 4.0 yang menjadi tantangan abad 21. Dan lembaga kami tak tanggung-tanggung dalam mensupport bidang ini.” Paparnya.

Ocha, Programmer Robotic Berprestasi yang Sudah Mendunia

Syahroza Zalfanadia atau yang akrab dipanggil Ocha merupakan Icon Prestasi Indonesia Bidang Sains, selain itu dia juga innovator cilik dalam dunia robotic Indonesia. Ia tercatat memenangkan berbagai lomba, seperti Best Engineering Award Malaysia Indoor Solar Competetion kategori Junior Amphibious Solar Vehicle Category, Kuala Lumpur 2018 lalu.

Kepada gomuslim, Ocha menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap Robotic.

“Sebenernya yang pertama kali tertarik dengan robotic adek aku, Ave yang sejak TK sudah ikut ekskul Robot di sekolahnya. Sampai kemudian dia ingin ikut kompetisi nasional dan butuh team partner. Akhirnya aku nemenin dan kami dapat juara 1.” Kata Ocha yang bercita-cita menjadi dokter spesialis anak ini.

Sejak itu, lanjutnya kakak beradik itu selalu berpartner dan berbagi tugas. Ocha sebagai programmer, sementara adiknya yang bertugas merakit dan mendesain robot.

“Dulu, aku diajari sama Umi (ibu,red) di rumah. Sekarang karena di sekolah ada ekskul robotic jadi aku dibantu instruktur Kak Ian dan Kak Leo,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ocha juga menuturkan pengalamannya ketika mengikuti kompetisi di Korea Selatan. Menurutnya dalam helatan Internasional Youth Robot Association, Korea adalah yang paling berkesan baginya.

“Waktu lomba di Korea aku mengalahkan juara bertahan saat iy, yaitu dari Israel. Disitu juga belajar sportif karena pihak lawan malah kasih aku souvenir” katanya.

Robot Roti Bakar Garapan Ocha dan Ave Siap Berkompetisi ke Kancah Internasional

Saat ini Ocha dan Ave tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba Internasional Islamic School Robotic Olimpiade Turki. Dalam kompetisi yang akan digelar pada Agustus 2019 itu kakak beradik ini akan memperkenalkan Robot Roti Bakar (Robot Migitasi Gempa dan Kebakaran) yang menggunakan sensor PIR yang dapat mendeteksi keberadaan manusia, selain itu ada sensor yang mendeteksi keberadaan api dan otomatis menghidupkan kipas untuk mematikan api. Serta dapat dengan sendirinya melanjutkan perjalanan ke rute yang aman.

 

 

Ocha juga berpesan bagi seluruh anak dan masyarakat Indonesia yang berminat mempelajari robot untuk tidak takut gagal dan terus semangat.

“Buat teman-teman dan kakak-kakak semangat belajar dan berprestasi. Tak ada yang tak bisa dilakukan selama ada niat. jangan takut gagal. Robotic itu mudah kalau belajar dengan benar, juga menyenangkan untuk melatih ketekunan, ketelitian dan kesabaran,” tutupnya. (nov/gomuslim)


Back to Top