The Little Hijabi Homeschooling, Cara Bunda Galuh Kenalkan Islam pada Anak Tuli

gomuslim.co.id – Bagi seorang muslim, menuntut ilmu adalah fardhu ‘ain hukumnya. Ilmu yang kemudian kita pergunakan demi kemudahan di dunia maupun ilmu agama sebagai bekal di akhirat, juga tak lupa ilmu yang seharusnya kita pelajari agar tetap maksimal beribadah kepada Allah selama di dunia.

Allah dengan sejuta kasih sayang-Nya senantiasa memberi kesempatan, waktu luang serta kesempurnaan fisik yang seharusnya tidak lagi menjadi alasan bagi kita untuk berhenti belajar dan mengejar. Bagi orang yang memiliki kekurangan fisik, mempelajari Islam agama yang dianut sejak lahir tentu menjadi masalah besar.

Itulah keresahan yang dialami Bunda Galuh Sukmara Soejanto, perempuan Tuli asal Jawa Tengah yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah itu, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan studinya ke La Trobe University, Melbourne, Australia, dengan bidang Master of Sign Linguistics. 

Melalui keterbatasan yang ia alami, di mana merasa tak punya kesempatan untuk bisa belajar mengaji, memperdalam ilmu agama sebagaimana ilmu lainnya ia kini mendirikan The Little Hijabi, sebuah rumah belajar di daerah Bekasi, Jawa Barat yang didirikan khusus untuk anak-anak tuli. Bunda Galuh pun mengajarkan anak-anak tersebut menggunakan metode sign billingual atau bahasa isyarat.

 

 

“Saya membangun komunitas untuk penyandang tuli, untuk mengenal Allah. Dan membantu orangtua untuk berkomunikasi dengan anak-anak yang tuli” ungkap Galuh kepada gomuslim.

Kemampuan kosa-kata penyandang Tuli itu terbatas. Otomatis, akses untuk dapat memahami agama dan Quran menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Misalnya, banyak anak-anak dan penyandang Tuli yang bertanya-tanya bagaimana cara membaca Al-Quran, bagaimana suara azan, cara salat, dan berdoa.

Ia juga mengaku memiliki konsep sekolah ini sejak tahun 2001 namun baru dapat terealisasi di tahun 2013. “The Little Hijabi ini terbangun karena di dalamnya ada proses perjalanan hidup saya juga. Saya dibully, tertekan karena taka da keserataan akses tertinggal juga pastinya.” tambahnya.

 

 

Galuh berharap, apa yang ia lakukan menyelamatkan anak-anak yang tuli dimana untuk tetap berkembang sebagaimana anak pada umumnya. Menggunakan bahasa isyarat sehingga tidak hilang. Bahasa isyarat menjadi akses untuk belajar apapun bahkan mengenal Allah. Faktanya, di Indonesia terdapat 3-5 juta anak Tuli dan banyak sekolah yang mengabaikan bahasa isyarat sebagai akses bagi anak yang tuli.

 

 

“Allah tidak pernah menciptakan produk gagal. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Tapi kenapa mereka mengalami diskriminasi. Maka saya ingin menyelamatkan keadaan ini. Serta guru-guru diharapkan bisa berbahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan murid yang tuli, agar nantinya bisa benar-benar menjadi role model bagi anak-anak tuli.” paparnya.

Wanita kelahiran 1978 ini melanjutkan, hal tersebut berlaku bagi orangtua yang memiliki anak tuli. Menurutnya, orangtua harus bangga memiliki anak tuli, dan menerima identitas anaknya demi tumbuh kembang anaknya.

Menurut pengalamannya, sejak kecil ikut beragama Islam sebagaimana kelaurganya. Namun, justru baru-baru ini di usia 40 tahun saya baru mengenal Islam secara kaffah. Maka Galuh berharap ingin anak-anak tuli belajar lebih dini tetang Islam karena memang tidak mudah belajar bahasa Arab, dan lainnya dimana itu bukan bahasa kita.

Saat ini The Little Hijabi memiliki 16 orang dan 3 orang lainnya yang memiliki kemampuan mendengar. Sementara anak-anak yang terdaftar sekolah ada 32 anak. Dengan peminat yang banyak, The Little Hijabi masih menyesuaikan untuk menerima anak tuli yang lebih banyak.

 

 

 “Syukurlah saat ini banyak sekali public figure yang ingin membantu termasuk Quran.id project yang memberikan dampak bagus bagi The Little Hijabi, adalagi Dewi Sandra yang darinya kami dapat ustadz yang mau dengan sabar membimbing kita untuk mengisi kajian untuk kami penyandang tuli” katanya.

Terakhir, Galuh berpesan kepada sahabat gomuslim untuk tidak khawatir terhadap ujian yang Allah berikan. Itu artinya Allah sedang melihat seberapa kuat kita meminta tolong dan berserah pada Allah. Untuk selalu bergantung kepada Allah. (nov/gomuslim)


Back to Top