Komunitas HijraCore, Kumpulan Mantan Musisi Hardcore yang Hijrah dan Gencarkan Dakwah Islam Rahmatan Lil ’alamin

gomuslim.co.id – Hardcore merupakan salah satu sub-genre musik dari punkrock yang berasal dari Amerika Utara di akhir tahun 1970-an. Hardcore dapat dikatakan sebagai skin underground, dimana istilah generic yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lebih ekstrem daripada versi biasanya.

Tetapi, hardcore kini menjadi lebih religious. Dimana, mantan anggotanya di beberapa wilayah Nusantara menerima Hidayah Allah Subhanallah Wa Ta'ala. Tanpa melepas identitasnya dan menjadi ladang dakwahnya di area anak-anak hardcore, kini diubah nama menjadi HijraCore.

Hijracore adalah komunitas hijrah anak-anak mantan musisi underground dan beberapa kalangan lainnya dengan mengikuti budaya Amerika Serikat yang hidup nyaman akan dunia tapi melupakan akhirat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Hijracore Bekasi, Angga Setiawan.

Ia mengatakan, Hijracore terbentuk atas kegelisahan para pendiri yang telah lama mengikuti budaya asli Amerika itu.

“Dulu kita musisi underground. Kita mengikuti berbagai budaya Amerika. Kebrutalan dan pergaulan bebas ala Negara paman sam itu membuat kita semakin merasa jengah. Kita merasa hidup kita seperti itu saja. Hingga pada 1 Muharram 1440 Hijriah kita memutuskan untuk membangun perkumpulan orang-orang yang ingin taubat dari scene underground ini,” ungkap Angga kepada gomuslim di Markas HijraCore, Bintang Sablon, Wisma Asri, Bekasi Utara Kota Bekasi lepas mengadakan kajian ilmu rutin pada Sabtu malam, (05/09/2019).

Angga mengungkapkan, Hijracore dibentuk sebagai ladang perkumpulan mantan-mantan underground yang menerima hidayah dan ingin istiqomah bersama. Selain itu, kata Angga, Hijracore juga dibentuk sebagai wadah dakwah agar dapat masuk ke ranah anak-anak hardcore yang dinilai sebagai orang yang sangat sulit menerima hidayah karena menikmati akan nyamannya kebudayaan AS itu.

Angga yang juga salah satu pendiri menyatakan, tujuan mendirikan Hijracore yaitu untuk mengajak para penerima hidayah dari mantan underground agar istiqomah bersama, memperjuangkan aqidah dan akhlak untuk istiqomah dan taat kepada Allah SWT serta menuju ke Syurga yang telah Allah tetapkan.

Kini, setelah berjalan satu tahun, Hijracore sudah berada dibeberapa wilayah nusantara seperti Banyumas, Bandung, Bekasi Utara, Bantargebang (lingkup narogong, cileungsih bogor, jonggol), dan Cilacap.

“Insya Allah kita akan terus mengembangkan sayap dakwah kita untuk orang-orang penerima Hijrah. Agar kita bisa bersama istiqomah dijalan yang Allah telah tetapkan yaitu Alquran dan Sunnah Nabi,” jelasnya.

Hijracore memiliki program mingguan dengan kajian yang di isi oleh pembinanya secara langsung yaitu Ustad Eko. Dalam program yang dicanangkan, Hijracore akan meng-agendakan beberpa kajian ilmu dan kegiatan tadabur alam.

“Kita punya kegiatan rutin setiap malam minggu, yang ngisi ustad Eko Pembina hijracore. Selain itu, kita juga memiliki agenda lain, kajian ilmu untuk umum, biasanya diisi oleh ustad kondang seperti sebelumnya diisi oleh Ustad Felix Xiau. Selain itu kita juga memiliki agenda tadabur alam. Kegiatan outbound ini bertujuan untuk menyampaikan kepada seluruh anggota akan besarnya kepemilikan Allah SWT tentang seluruh alam semesta ini,” kata Angga.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat mensupport kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas hijracore. Ia juga mengajak kepada teman-teman seperjuangannya di Scene Underground agar dapat bersama berhijrah untuk berada di Islam yang Rahmatan Lil’alamin.

Sementara itu, Pembina HijraCore yang juga sebagai ustad pengisi dalam kajian mingguan hijracore mengatakan, dirinya akan terus membimbing dan memantau keistiqomahan anggota Hijracore. Tujuannya agar Komunitas Hijracore dapat menjadi ladang dakwah yang terus memberikan pandangan Islam sesuai Alquran dan Sunnah Nabi SAW.

“Mereka ini masih muda, saya hanya ingin mereka dapat menyampaikan Islam sehingga bisa mewujudkan Bekasi dan Seluruh Indonesia menjadi Kota dan Negara yang beriman. Saya hanya memberikan pandangan kepada mereka tentang Islam yang Rahmatan Lil’alamin sesuai Alquran dan Sunnah Nabi. Karena harapan saya agar anak-anak hijracore ini dapat mengenal Islam secara Kaffah,” tutupnya Ustad Eko. (hmz/gomuslim)


Back to Top