Komunitas Pejuang Subuh Targetkan Jemaah Masjid di Waktu Subuh Sama seperti Masjid di Waktu Salat Jumat

gomuslim.co.id - Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman,

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat.  Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.

Dengan kondisi tersebut, Riko, Dodit dan Imam sang pendiri Komunitas Pejuang Subuh membuat Gerakan kebangkitan Pemuda akhir zaman.

Berawal dari keprihatinan pada kondisi masjid yang hanya ramai oleh kakek-kakek dan bapak-bapak saja ketika waktu shalat subuh di masjid. Dodit adalah salah satu pendiri Komunitas Pejuang Subuh yang juga sebagai Muallaf, ketika melaksanakan shalat subuh di Masjid, ia melihat sedikit jamaah yang datang dan hanya orang tua yang memenuhi shaf.

Karena itu, dengan kondisi tersebut, Dodit mengajak rekannya membentuk Gerakan untuk membangkitkan semangat pemuda Muslim dengan membangunkan dan memenuhi Masjid pada waktu Subuh dengan membentuk Komunitas Pejuang Subuh.

Komunitas Pejuang Subuh Bekasi

 

Komunitas Pejuang Subuh dibentuk pada 2012 di jakarta, tepatnya di bulan Ramadan. Gerakan ini juga merupakan ajakan kepada umat muslim, khususnya anak-anak muda untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid. Seiring berjalannya waktu, gerakan ini pun berkembang menjadi sebuah komunitas Islam yang bernama Pejuang Subuh.

Saat itu Pejuang Subuh membuat sebuah kompetisi melalui jejaring media twitter @pejuangsubuh untuk para followers-nya. Kompetisi tersebut berupa tantangan salat subuh selama 40 hari non-stop untuk laki-laki dan 30 hari untuk perempuan. Hadiah yang ditawarkan berupa follback.

“Awalnya itu para pendiri seperti Bang Riko, Bang Dodit, dan Bang Imam membuat Gerakan melalui akun twitternya yang pertama itu namanya ayam berkokok, kemudian di ubah menjadi pejuang subuh. Banyak dari para followernya yang meminta di follback. Dari permintaan itu, mereka membuat kompetisi menarik yaitu tantangan shalat subuh selama 40 hari nonstop yang kemudian di follback,” ungkap Hadil Hermansyah selaku Ketua Pejuang Subuh Bekasi saat dihubungi gomuslim melalui telephone pada Jumat (20/12/2019).

Kata Hadil, Komunitas Pejuang Subuh memiliki kegiatan untuk anggotanya membangunkan Shalat Subuh kepada anggotanya saat anggota tersebut sulit untuk bangun Subuh. Selain itu, beberapa kajian bulanan juga dilakukan komunitas pejuang subuh.

“Awalnya calon anggota yang ingin gabung itu, menghubungi IG atau Twitter Pejuang subuh, kemudian mereka konsultasi kondisi mereka yang sulit bangun subuh. Setelah itu, dari pejuang subuh mengirim Team Leader (TL) untuk membuatkan 1 group yang berisi 5 orang anggota baru. Kemudian, anggota yang memiliki kesulitan bangun subuh, oleh TL ini dibangunkan dengan menelpon anggotanya untuk melaksanakan shalat subuh,” terang Hadil.

“Selain itu, Komunitas Pejuang Subuh juga menggelar kajian bulanan, seperti bulan November kemarin, Kami menggelar Kajian Ustad Zulkfli Hasan yang membahas tentang kondisi akhir zaman, yang dilaksanakan di Perum 1, Bekasi. Kita juga sering melakukan Kopdar (kopi darat) untuk menyambung silaturahim,” sambungnya.

Komunitas Pejuang Subuh kini memiliki anggota mencapai 500.000 yang tersebar di seluruh Indonesia. Pejuang Subuh kini memiliki 40 Chapter dengan lokasi di beberapa titik di Indonesia seperti, Jakarta, Bekasi, Bandung, Jogjakarta, Aceh, Surabaya, Manado, Irian Jaya, Sulawesi dan masih banyak titik lainnya.

Hadil menungkapkan, keanggotaan Pejuang subuh tidak hanya terdapat oleh para kaula muda, melainkan terdapat anggota yang berusia belasan tahun hingga 40 tahun.

 “Anggota kita berbagai macam usia dan kalangan. Dari Mahasiswa, Karyawan, Pengusaha, Lawyer. Jadi semua kalangan ada di Komunitas Pejuang Subuh Ini,” katanya.

Komunitas Pejuang Subuh membuka peluang sahabat Hijrah untuk gabung dan sama-sama berjuang untuk memakmurkan masjid pada subuh hari dan mereka menargetkan Masjid Penuh yang harus sama seperti Shalat Jumat.

“Bagi masyarakat yang ingin gabung, boleh kontak kami melalui akun Instagram kami @pejuangsubuhid atau @Pejuangsubuh_bekasi. Ikuti caranya dengan DM ke akun instagramnya. Lalu sampaikan keluhan banging pagi untuk shalat subuh. Insya Allah kita bersama-sama berjuang membangkitkan Pemuda Islam yang diawali dengan Shalat Subuh tepat waktu dan berjamaah di masjid,” pungkasnya.

Sekertariat Komunitas Pejuang Subuh, Central Pusat berada di Jl. BDM Raya CIpete, dibawah naungan Yayasan Pejuang Subuh Indonesia. (hmz/gomuslim)

 


Back to Top