Pesantren Griya Quran, Didik Santri Hafal Alquran dalam Dua Tahun

gomuslim.co.idSebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni). Dan sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya (HR Bukhari).

Dua kutipan hadits diatas nampaknya menjadi pegangan kokoh bagi Pesantren Tahfidz Alquran Griya Quran. Pesantren pencetak generasi penghafal Alquran ini berlokasi di Jalan Sawo No. 10, RT.6/RW.8, Kukusan, Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Berdiri sejak tahun 2010, Pesantren Griya Quran mendidik para santri untuk menghafal Alquran 30 juz selama dua tahun. Berkonsep rumah dan taman, pesantren ini aktif berbaur dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Ada 7 rumah yang dipakai untuk santri. Beberapa rumah milik pesantren, sementara rumah lainnya menyewa dari masyarakat.

Pendiri sekaligus Direktur Pesantren Griya Quran, Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan bahwa pada awalnya tidak mempunyai rencana mendirikan pesantren. Sampai akhirnya ada seseorang menawarkan rumah dan para hafid quran yang melamar pekerjaan di perusahaan yang dipimpinnya.

“Awalnya ada seorang bapak yang minta tolong kepada saya supaya rumahnya dibeli. Beliau beralasan karena mau pensiun. Kebetulan anaknya juga kerja sama saya. Kemudian saya beli satu rumah ini. Waktu itu belum ada rencana buat apa,” ujarnya kepada gomuslim, Selasa (18/09/2018).   

Selang beberapa bulan, ia menerima beberapa karyawan yang backgroundnya sebagai penghafal Alquran. “Dari situ akhirnya rumah yang di Depok ini dijadikan rumah untuk menghafal Alquran atau kita sebut sebagai Pesantren Tahfidz Alquran dengan nama Griya Quran,” kata suami dari Cheria Zainuddin ini.

Dalam perjalanannya membangun Pesantren Griya Quran, ayah tujuh anak ini sempat menghadapi suka duka. Diantaranya masyarakat sekitar yang kurang welcome dengan kehadiran pesantren.

“Tapi karena kita mencoba untuk berinteraksi lebih baik, masyarakat mulai menerima. Mereka mulai merasakan adanya manfaat dari santri dan Pesantren Griya Quran ini. Para santri terlibat aktif dalam membantu masyarakat, misalnya dengan menjadi panitia 17 Agustus, Maulid, dan Idul Adha,” jelas Direktur Lembaga Bimbel Nurul Fikri ini.

 

Baca juga:

Bayt Alquran dan Museum Istiqlal: Destinasi Wisata Religi dan Edukasi di Taman Mini

 

Selain itu, tantangan juga datang dari internal yaitu bagaimana mempertahankan motivasi anak-anak santri untuk terus semangat menghafal Alquran. “Kalau dari internal mungkin itu, supaya santri komitmen untuk terus menghafal. Selain menghafal, harapan kita adalah bagaimana santri ini juga bisa memahami dan mengamalkan Alquran,” katanya.

 

 

Cara Bergabung Jadi Santri Griya Quran

Pesantren Griya Quran sendiri setiap tahun membuka penerimaan santri baru. Namun, calon santri harus mengikuti beberapa tahapan tes sebelum dinyatakan diterima.

“Pendaftaran biasanya dimulai sejak bulan Desember. Bisa dibuka diwebsite kita di www.griyaquran.net. Syaratnya lulus SD umur 13 maksimal umur 23.  Kalau tesnya mulai dari baca Alquran, kemampuan menghafal dan wawancara calon santri serta orangtuanya untuk mengetahui motivasi mereka ikut pesantren,” paparnya.

Namun demikian, Pesantren Griya Quran akan memprioritaskan santri yang mempunyai motivasi besar untuk menjadi penghafal Alquran. “Tahap wawancara ini yang paling kita lihat. Kita mau tahu motivasinya apakah memang anaknya yang ingin atau karena disuruh orangtuanya saja. Kita dahulukan orang-orang yang punya motivasi kuat untuk membersamai Alquran,” ujarnya.

Saat ini, Pesantren Griya Quran memiliki 180 santri yang terdiri dari 100 santri perempuan dan 80 santri laki-laki. “Satu angkatan itu dua tahun. Untuk sekarang yang 180 santri itu ada yang angkatan 2017 dan angkatan 2018,” tutupnya.

Visi Misi Pesantren Griya Quran

Visi:

Melahirkan Generasi Alquran yang hafal, paham dan mangamalkan isi Alquran secara syumulmutakammil

Misi :

1.      Mendidik generasi muda Indonesia untuk menghafal Alquran.

2.      Mendidik generasi muda Indonesia untuk memahami Alquran.

3.      Mendidik generasi muda Indonesia untuk memahami Islam secara syumul mutakammil dalam teori dan praktek.

4.      Mendidik generasi muda Indonesia untuk menjadi para da'i yang qur'ani sehingga dapat menyampaikan nilai-nilai Alquran kepada masyarakat dengan baik.

 

 

Baca juga:

Lembaga Pendidikan Islam Ar-Ridho Hadirkan Pendidikan Islam yang 'Qur'ani, Unggul, dan Kompetitif'


Back to Top