#MuslimLifestyle

Begini Cara Mudah Hitung Zakat Penghasilan

gomuslim.co.id - Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima. Seorang muslim yang mampu secara ekonomi wajib menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, baik melalui panitia zakat maupun didistribusikan sendiri.

Hukum zakat adalah wajib bila mampu secara finansial dan telah mencapai batas minimal bayar zakat atau nisab. Jika seseorang memenuhi syarat berikut ini maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat. Syarat tersebut yakni Islam (muslim), merdeka, berakal dan baligh serta hartanya memenuhi nisab.

Nisab adalah batas terendah yang telah ditetapkan secara syar’i yang menjadi pedoman untuk menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memiliki harta dan telah mencapai ukuran tersebut. Syarat-syarat nisab adalah:

1. Harta yang akan dizakati di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang digunakan untuk mata pencaharian.

2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama 1 tahun (haul), terhitung dari hari kepemilikan nisab. Kecuali zakat pertanian dan buah-buahan yang diambil ketika panen, serta zakat harta karun yang diambil ketika menemukannya. Sehingga, kalau nisab tersebut berkurang pada satu ketika dari haul, maka terputuslah hitungan haul. Dan kalau sempurna lagi nisab tersebut, maka dimulai lagi perhitungannya.

Keperluan asasi adalah pengeluaran bagi diri sendiri, istri dan anak. Misalnya makanan, pakaian, kesehatan, pendidikan, cicilan rumah, dan bayar utang.

Ada beragam zakat yang biasa ditunaikan oleh muslim. Diantaranya seperti zakat fitrah, zakat maal dan zakat penghasilan. Pada kesempatan kali ini, gomuslim akan sedikit mengulas tentang cara menghitung zakat penghasilan. Begini contohnya:

Nishab setara dengan 653kg gabah atau 520 kg beras (Ambil contoh Harga Gabah Rp 6.000,-/kg atau Harga Beras Rp 12.500,-/kg)

Besaran zakat : 2,5%

Zakat ditunaikan setiap kali penghasilan diterima.

Jika seorang karyawan Muslim memiliki penghasilan sebesar Rp 7.000.000,-/bulan. Dan pengeluran untuk kebutuhan pokok (makan, pakaian, kesehatan, hutang dsb) sebesar Rp. 4.000.000,-/bulan, maka seperti ini perhitungannya :

Qiyas (disamakan) dengan 653kg gabah 520 kg beras

(Ambil contoh Harga Gabah Rp 6.000,-/kg atau Harga Beras Rp 12.500,-/kg)

Nishab = 520 x 12.500 = Rp 6.500.000,-

Karena penghasilan tersebut telah mencapai nishab, maka perlu mengeluarkan zakat penghasilan sebesar :

2,5% x Rp 3.000.000,- (Rp. 7.000.000,- - Rp 4.000.000,-) = Rp 75.000,- setiap bulan

Kemudahannya, saat ini beberapa lembaga zakat telah menghadirkan fitur kalkulator zakat. Fitur ini memungkinkan setiap muslim yang ingin berzakat dapat menghitung sendiri harta yang harus dizakatkan secara mudah.  

Zakat penghasilan dapat diawalkan, yaitu ditunaikan tiap bulan tanpa harus menunggu satu tahun. Untuk itu, mari kita jadikan zakat sebagai gaya hidup di samping sebagai kewajiban setiap muslim. (njs/rz/zakat/cermati/dbs)

 

Baca juga:

Baznas Targetkan Capai Predikat Pengelola Zakat Terbaik di Dunia

Komentar

  • Hendi

    7 Maret 2019

    Pekerja

    Berapa jakat saya yang d keluar kan dalam gajih 3700


    Reply






















  • Mohammad Nadjib

    7 Maret 2019

    Saya lakukan berbeda

    Saya selama ini langsung potong penghasilan saya 2.5% untuk zakat mahal. Ada pun untuk sodaqoh juga langsung saya potong xx% dari penghasilan. Kalau ikuti hitungan tulisan diatas, zakat saya menjadi jauh lebih kecil. Lalu yang menjadi sangat tidak jelas, atau subjektif, yaitu hitungan kebutuhan hidup, apalagi dijaman edan sekarang orang akan menganggap banyak sekali kebutuhan pokok itu. Ini harus jelas kriterianya. Afwan.


    Reply






















  • Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


    Back to Top