#RamadhanGuide (7)

Agar Fit selama Puasa, Ini 7 Makanan yang Harus Kamu Hindari Saat Sahur

gomuslim.co.id – Sahabat gomuslim, hari ini, Minggu (12/05/2019) sudah masuk hari-7 Ramadhan 1440 hijriyah. Bagaimana puasa kalian? Semoga lancar dan makin semangat ya beribadah! Series tulisan #RamadhanGuide kali ini akan membahas soal makanan dan minuman yang sebaiknya kita hindari konsumsi saat sahur, agar tubuh kita tetap sehat selama beribadah di bulan Ramadhan. Berikut ulasannya:

1. Kopi

Bagi pecinta kopi, pasti sulit menghilangkan kebiasaan minum minuman berkafein ini. Begitu juga saat ramadhan tiba. Tapi, kopi menjadi minuman yang seharusnya kita hindari saat sahur.  Salah satu alasan mengapa kopi sebaiknya kamu hindari saat sahur adalah karena sifat kopi yang laksatif. Kamu mungkin menyadari frekuensi ke toilet jadi bertambah setelah mengonsumsi kopi. Ini karena terdapat komponen dalam kopi yang menstimulasi kerja usus besar, sehingga tubuh kemudian membuang sisa pencernaan lebih cepat.

Selain itu, sifat asam pada kopi juga dapat mengganggu kenyamanan perut Anda. Komponen yang disebut chlorogenic acid dapat memicu naiknya kadar keasaman perut serta meningkatkan produksi asam lambung. Komponen lainnya pada kopi juga dapat mempercepat kerja sistem pencernaan.

 

2. Makanan Asin

Selain dapat menyebabkan hipertensi, makanan asin ternyata dapat menstimulasi rasa haus. Kamu pasti tidak ingin merasa haus sepanjang hari karena makanan asin yang kamu makan saat sahur.

Contoh makanan yang bisa harus dihindari saat sahur untuk menghindari haus adalah acar, kacang yang diasinkan, kuaci, serta makanan kaleng. Jenis makanan tersebut termasuk yang memiliki kadar garam tinggi sehingga dapat memicu rasa haus. Kmau juga dapat mengurangi jumlah garam dan penyedap yang digunakan dalam masakan.

 

3. Karbohidrat Sederhana

Saat berpuasa, tubuh kita tidak menerima asupan selama lebih dari 12 jam, sementara kita tetap menggunakan energi untuk bekerja dan beraktivitas. Jika pada saat sahur tubuh tidak mendapat bahan bakar yang cukup, maka bukan tidak mungkin tubuh akan cepat merasa lelah selama puasa. Pada saat sahur, kita disarankan untuk mengonsumsi makanan yang termasuk dalam karbohidrat kompleks? Mengapa begitu?

Jika kamu mengonsumsi karbohidrat kompleks, energi yang berasal dari makanan tersebut akan dilepaskan secara perlahan ke tubuh, sehingga kamu memiliki cadangan energi lebih banyak untuk digunakan pada jam-jam di mana kita berpuasa.

Contoh makanan yang termasuk dalam karbohidrat kompleks adalah nasi merah, barley, gandum, dan oat. Anda bisa mencari makanan yang termasuk dalam jenis rendah glikemik, karena biasanya makanan yang rendah nilai glikemiknya termasuk dalam makanan berjenis karbohidrat kompleks.

Lalu apa yang terjadi jika kita mengonsumsi banyak karbohidrat sederhana? Anda bisa jadi merasa lebih cepat kenyang tetapi setelah itu akan cepat merasa lapar kembali. Hal ini dikarenakan kerja dari karbohidrat sederhana merupakan kebalikan dari karbohidrat kompleks. Energi yang dihasilkan dari karbohidrat kompleks langsung dilepaskan ke tubuh sehingga tidak akan bertahan lama untuk membantu tubuh kita tetap merasa kenyang selama berpuasa.

Contoh karbohidrat sederhana adalah gula pasir, produk susu dan olahannya, soft drink, permen, kue, dan sejenisnya. Bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi karbohidrat sederhana, namun imbangi dengan konsumsi karbohidrat kompleks untuk membantu kita tetap fit selama berpuasa.

 

4. Makanan pedas

Sama seperti makanan asin, makanan pedas dapat memicu rasa haus terus menerus. Selain itu, mereka yang menderita maag disarankan untuk menghindari makanan pedas karena dapat memicu meningkatnya asam lambung sehingga berpotensi menyebabkan nyeri di perut bagian atas. Sedangkan, bagi sebagian orang, makanan pedas memicu sakit perut. Jadi, sebaiknya hindari makanan pedas saat sahur.

 

5. Makanan Berlemak Tinggi

Makanan yang mengandung lemak tinggi bekerja dengan dua cara. Pertama, makanan tinggi lemak dapat menghambat dan memperlambat proses pengosongan perut sehingga memperburuk gejala sembelit. Kedua, makanan tinggi lemak dapat mempercepat kerja sistem pencernaan sehingga menimbulkan diare. Efek dari makanan tinggi lemak ini bergantung pada tipe lemak apa yang kamu makan dan kecenderungan Anda bereaksi terhadap makanan berlemak tinggi.

Pada saat sahur sebaiknya kita mengurangi jenis makanan tinggi lemak agar terhindar dari konstipasi ataupun diare selama berpuasa. Sebagai alternatif, kamu dapat mengonsumsi jenis makanan yang sama tetapi dengan cara pengolahan yang berbeda. Misalnya mengganti menu ayam goreng menjadi ayam bakar.

 

6.  Makanan yang Terlalu Manis

Selain itu, makanan manis juga sebaiknya kita hindari saat sahur.  Makanan seperti permen, kue kering, soda, atau minuman dengan pemanis buatan harus dihindari pada saat sahur, sebab minuman yang tinggi gula akan meningkatkan asam dalam tubuh.

Untuk itu, pada saat sahur sangat disarankan memakan makanan buah-buahan segar, karena di dalamnya terdapat kandungan gula alami yang dibutuhkan bagi tubuh. Buah-buahan kaya air seperti semangka, pepaya, atau melon dapat memenuhi kandungan. Usahakan untuk memakan variasi buah yang berbeda setiap harinya. Selain itu, buah-buahan juga mengandung serat yang dibutuhkan serta menjaga kamu tetap kenyang selama berpuasa.

 

7. Junk Food

Terakhir, saat sahur sebaiknya kita tidak makan makanan cepat saji (junk food). Mengisi perut saat bulan puasa, terutama saat sahur dan berbuka, memang diharuskan. Namun, banyak orang yang mengisinya dengan sirup tinggi fruktosa, MSG (untuk penyedap rasa), natrium berlebih, dan minyak yang dapat menyumbat jantung. Walau sedang terburu-buru, banyak pilihan yang sehat dan halal, yang tentunya sangat baik untuk berbuka puasa. Namun, kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah buka puasa bersama di restoran junk food. Makanan junk food, seperti keripik, mie instan, dan makanan lainnya yang kurang bernutrisi tidak boleh digunakan sebagai asupan makanan. Kita tidak akan memiliki energi yang cukup selama puasa, karena apa yang dimakan tidak menghasilkan apapun untuk tubuh. Sebaliknya, ketika memakan makanan yang cukup nutrisi, kita akan merasa lebih kenyang, sehingga tidak harus makan dengan porsi yang besar. (fau/dbs/hello sehat/lifestylekompas/dbs: foto: kirtland/Wonderopolis/healthyfood/ist)

 

 

 

 


Back to Top