#RamadhanGuide (21)

Masuk 10 Terakhir di Bulan Ramadhan, Begini Kiat I'tikaf bersama Keluarga 

gomuslim.co.id - I’tikaf umumnya dipahami sebagai ritual berdiam diri di masjid selama bulan Ramadhan. Itikaf berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah atau Intropeksi atas perbuatan-perbuatannya.

Dalam hadis Nabi SAW:

Dari Ibn ‘Umar bahwa Nabi SAW. ber-i’tikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Muslim)

Selain itu, dalam QS. Albaqarah:187:

Dan janganlah kalian mencampuri istri-istri kalian, sedangkan kalian sedang beri’tikaf di masjid.” 

Sahabat gomuslim, sebagaimana tujuan itikaf adalah mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, mengejar malam lailatul Qadar, dimana malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, Allah menurunkan Alquran.

Akan tetapi sahabat, banyak diantara umat islam mengalami kesulitan dalam melakukan itikaf, di antaranya karena faktor pekerjaan.

Berikut adalah tips agar tetap bisa melakukan itikaf dan juga tetap bekerja dan jika ingin bersama keluarga:

1. Itikaf di Masjid Saat Malam Hari Saja

Sahabat, H-10 lebaran belum menjadi waktu para pekerja untuk mendapatkan libur lebaran. Nah sahabat tetap dapat melakukan itikaf saat setelah pulang bekerja. Caranya, sahabat cari masjid yang menggelar pelaksanaan itikaf yang juga menyediakan saur. Dimana para sahabat, saat setelah pulang bekerja, sahabat mempersiapkan diri kemasjid, kemudian setelah terlaksananya shalat terawih, Sahabat bisa menetap di dalam masjid untuk melakukan itikaf, membaca al Qur’an hingga pagi hari.

Sahabat dapat bermalam dimasjid, melakukan aktifitas itikaf seperti membaca qur’an. Biasanya sahabat, setiap masjid yang menggelar itikaf, pasti menyediakan menu saur. Nah, dalam kegiatan itikaf, sahabat melakukan sahur di Masjid, hingga ketemu subuh tiba.

Karena sahabat adalah seorang pekerja, selepas subuh, sahabat bisa kembali kerumah dan melakukan persiapan bekerja, hingga sampai lepas tugas dalam bekerja, sahabat bisa kembali ke masjid dan kembali melakukan Itikaf.

2.  Itikaf dan Berangkat Kantor dari Masjid

Sahabat, ada beberapa masjid yang mengegelar Itikaf dengan konsep pesantren, maksudnya adalah Masjid tersebut menyediakan barak dengan lemari serta launcdry di area masjidnya. Tujuannya agar para jamaah focus dalam beribadah.

Nah, dengan masjid tersebut, sahabat dapat melakukan itikaf sambil bekerja. Jadi selama 10 hari sahabat tidak pulang kerumah melainkan langsung dari masjid, pulang ke masjid dan berangkat kerja dari masjid.

Konsep ini menarik perhatian para jamaah, dan sahabat dapat menemukan masjid tersebut dengan cara googling lokasi.

3. Sediakan Tenda di Masjid

Sahabat, konsep tenda, para sahabat lebih privasi dalam melakukan ibadah dan lebih khusyu. Sahabat dalam membaca Alquran, dan beristirahat di tenda. Hal tersebut jauh lebih membuat jamaah khusyu dalam ibadah.

Terkadang, dengan menggunakan tenda saat itikaf, bagi seorang yang sudah berkeluarga, para istri datang ke masjid pada saat saur untuk mengajak saur bersama dengan suaminya yang sedang itikaf, selain itu tenda juga dapat dijadikan anak untuk bertemu ayahnya yang sedang itikaf, agar juga tidak menggangu jamaah lain. Akan tetapi, tenda tersebut bukan untuk bermain anak tersebut, hanya melakukan temu kangen saja, yang kemudian seuami kembali di tinggal untuk melakukan itikaf.

Demikian beberapa cara beritikaf dengan kendala pekerjaan dan yang sudah berkeluarga. Semoga Allah meridhoi apa yang sudah kita niatkan dengan baik, semoga kita mendapatkan malam lailatul qadar dari malam itikaf yang telah kita lakukan. Wallahualam bissawab. (hmz/quran/bhulugulmaram/rumaysho/bincangsyariah/muslim/suaraislam/mozaikislam)

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top