#RamadhanGuide (28)

Jangan ‘Lebar-an’ Setelah Lebaran, Ini Tips Diet saat Hari Raya

gomuslim.co.id - Setelah satu bulan berpuasa di bulan Ramadhan, biasanya berat badan Sahabat gomuslim tetap stabil, turun, atau bahkan naik? Hmmm.. mungkin jawabannya beragam ya, tergantung pola makan kita saat puasa.

Tapi, ngerasa ngak sih Sahabat gomuslim, di bulan puasa ini pola makan sehat kita jadi kurang terkontrol. Kita banyak konsumsi karbo, makan makanan dan minuman manis berlebih, kurang serat, dan bahkan sering banget makan gorengan. Hayoo, betul atau betul?

Nah, hal ini yang buat kita jadi gagal diet alias ‘Lebar-an’, Sahabat gomuslim ngak mau kan setelah Lebaran berat badan naik drastis dan buat  kita ngak percaya diri.

Di Ramadhan Guide kali ini akan dibahas 5 Tips Jangan ‘Lebar’ Setelah Lebaran :

1. Kurangi Makan Gorengan Berlebih

 

Siapa bilang ngak boleh makan gorengan? camilan yang satu ini sudah menjadi kesukaan orang Indonesia di manapun dan kapanpun. Jadi jangan cegah diri Sahabat gomuslim untuk makan gorengan asalkan dalam porsi yang cukup dan tidak berlebihan. Sebelum konsumsi gorengan baiknya Sahabat gomuslim minum satu gelas air hangat untuk menetralisir tenggorokan, dan makan 1 sampai 2 gorengan untuk berbuka puasa, dan cukup.


2.Kurangi Makanan Karbo dan Lakukan Aktivitas Ringan

 

Biasanya kalau buka puasa kita akan ‘kalap’ memilih makanan untuk disantap, terutama makanan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti mie yang dikombinasi dengan nasi, ketupat/lontong, kue kering dan lain sebagainya. Hindari konsumsi makanan berkarbohidrat menjelang tidur. Baiknya Sahabat gomuslim melakukan aktivitas ringan setelah makan, seperti sholat tarawih, mencuci piring, atau bersih-bersih.


3. Jangan Jadikan Lebaran sebagai Pelampiasan


 

Biasanya setelah Lebaran menjadi klimaks dimana kita bebas untuk makan apapun yang diinginkan setelah satu bulan berpuasa. Padahal, di momen ini adalah waktu di mana berat badan bertambah dan pola makan tidak terkontrol. Hindari istilah ‘lapar mata’ dan ingat masa-masa diet dan betapa susahnya kita mengurangi berat badan.

 

4. Ingat, Kue Lebaran Bukan Makanan Utama

Berbagai kue-kue Lebaran tersaji di meja makan, mulai dari kastengel, kue nastar, putri salju, rengginang, kembang goyang, kacang-kacangan dan berbagai kue kering lainnya. Seringkali menjadi camilan yang bisa buat khilaf. Mengkonsumsi tiga nastar sama dengan sepiring nasi. Karena terbuat dari gula dan tepung putih yang sudah tidak berserat.

 

 

Tiga nastar kurang lebih 120 hingga 140 kalori. Punya kalori yang sama dengan sepiring nasi. Ingat, kue Lebaran bukan makana utama ya!


5. Kurangi Makan Santan


 

Menu-menu Lebaran yang menguggah selera membuat kita ‘ingin makan semua’, karena Lebaran menjadi momen di mana menu-menu andalan khas Hari Raya Idul Fitri tersaji lengkap di meja makan, seperti ketupat, lontong sayur, opor, semur, rendang, sambel goreng kentang, dan kari, yang hampir sebagian bahan bakunya terbuat dari campuran santan. Di momen Lebaran kali ini Sahabat gomuslim boleh makan semua menu-menu yang tersaji, asalkan dalam jumlah yang cukup (tidak berlebih). Berhentilah makan sebelum kenyang. Semoga Sahabat gomuslim tetap langsing bukan hanya di bulan Ramadhan tapi juga setelah Lebaran. (nat/foto:ist)


Back to Top